- Asosiasi bebas
Teknik pokok dalam terapi psikoanalisa adalah asosiasi
bebas. Konselor memerintahkan klien untuk menjernihkan pikiranya adari
pemikiran sehari-hari dan sebanyak mungkin untuk mengatakan apa yang muncul
dalam kesadaranya. Yang pokok, adalah klien mengemukakan segala sesuatu melalui
perasaan atau pemikiran dengan melaporkan secepatnya tanpa sensor.
Metode ini adalah metode pengungkapan pangalaman masa lampau
dan penghentian emosi-emosi yang berkaitan dengan situasi traumatik dimasa
lalu.
Asosiasi bebas adalah satu metode pengungkapan pengalaman
masa lampau dan penghentian emosi-emosi yang berkaitan dengan situasi traumatic
di masa lalu. Hal ini dikenal sebagai kataris. Kataris secara sementara dapat
mengurangi pengalaman klient yang menyakitkan, akan tetapi tidak memegang
peranan utama dalam proses penyembuhan. Sebagai suatu cara membantu klient
memperoleh pengetahuan dan evaluasi diri sendiri, konselor menafsirkan
makna-makna yang menjadi kunci dari asosiasi bebas. Selama asosiasi bebas tugas
konselor untuk mengidentifikasi hal-hal yang tertekan dan terkunci dalam
ketidaksadaran. Urutan asosiasi membimbing konselor dalam pemahaman kaitan
klient membuat peristiwa-peristiwa. Konselor menafsirkan materi kepada klient,
membimbing kearah peningkatan tilikan kedalam dinamika dirinya yang tidak
disadari.
- Interpretasi
Adalah prosedur dasar yang digunakan dalam analisis asosiasi
bebas, analisi mimpi, analisis resistensi dan analisis transparansi.
Prosedurnya terdiri atas penetapan analisis, penjelasan, dan mengajarkan klien
tentang makna perilaku dimanifestasikan dalam mimpi, asosiasi bebas, resistensi
dan hubungan terapeutik itu sendiri. Fungsi interpretasi adalah membiarkan ego
untuk mencerna materi baru dan mempercepat proses menyadarkan hal-hal yang
tersembunyi. Interpretasi mengarahkan tilikan dan hal-hal yang tidak disadari
klient.
Hal yang penting adalah bahwa interpretasi harus dilakukan
pada waktu-waktu yang tepat karena kalau tidak klient dapat menolaknya. Ada
tiga hal yang harus diperhatikan dalam interpretasi sebagai teknik terapi.
Pertama, interpretasi hendaknya disajikan pada saat gejala yang
diinterpretasikan berhubungan erat dengan hal-hal yang disadari klient. Kedua,
interpretasi hendaknya selalu dimulai dari permulaan dan baru menuju ke hal-hal
yang dalam yang dapat dialami oleh situasi emosional klient. Ketiga, menetapkan
resistensi atau pertahanan sebelum menginterpretasikan emosi atau konflik.
- Analisis mimpi
Merupakan prosedur yang penting untuk membuka hal-hal yang tidak
disadari dan membantu klien untuk memperoleh tilikan kepada masalah-masalah
yang belum terpecahkan. Selama tidur pertahanan menjadi lebih lemah dan
perasaan-perasaan yang tertekan muncul kepermukaan. Freud melihat bahwa mimpi
sebagai “royal road to the uncouncious” dimana didalam mimpi semua keinginan,
kebutuhan, dan ketakutan yang tidak disadari diekspresikan. Beberapa motivasi
yang tidak diterima oleh orang lain, dinyatakan dalam simbolik daripada secara
terbuka dan langsung.
- Resistensi
Freud memandang resistensi sebagai suatu dinamika yang tidak
disadari yang mendorong seseorang untuk mempertahankan terhadap kecemasan.
Interpretasi konselor terhadap resistensi ditujukan kepada bantuan klien untuk
menyadari alasan timbulnya resistensi.
- Transferensi
Transferensi (pemindahan).transferensi muncul dengan
sendirinya dalam proses terapeutik pada saat dimana kegiatan-kegiatan klien
masa lalu yang tak terselesaikan dengan orang lain, menyebabkan dia mengubah
masa kini dan mereaksi kepada analisis sebagai yang dia lakukan kepada ibunya
atau ayahnya ataupun siapapun.
Kelebihan Dan Keterbatasan
Konseling
Kelebihan dari pendekatan ini adalah:
- Penggunaan terapi wicara
- Kehidupan mental individu menjadi bisa dipahami, dan dapat memahami sifat manusia untuk meredakan penderitaan manusia.
- Pendekatan ini dapat mengatasi kecemasan melalui analisis atas mimpi-minpi, resistensi-resistensi dan transferensi-trasnferensi.
- Pendekatan ini memberikan kepada konselor suatu kerangka konseptual untuk melihat tingkah laku serta untuk memahami sumber-sumber dan fungsi simptomatologi.
Kelemahan dari pendekatan ini adalah:
- Pandangan yang terlalu determistik dinilai terlalu merendahkan martabat kemanusiaan.
- Terlalu banyak menekankan kepada masa kanak-kanak dan menganggap kehidupan seolah-olah ditentukan oleh masa lalu. Hal ini memberikan gambaran seolah-olah tanggung jawab individu berkurang.
- Cenderung meminimalkan rasionalitas.
- Kurang efisien dari segi waktu dan biaya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar