“Ya Allah
terimakasih engkau telah mempertemukan hamba dengan seseorang yang besar
jasanya bagi hamba. Karena melalui perantaranya hamba bisa mengetahui apa itu
arti sebuah kehidupan, berkat kata-kata beliau hamba bisa mendisiplinkan waktu,
berkat tulisan-tulisan dari tangan beliau semangat untuk menggali ilmu selalu
membara, dan hal yang paling terpenting adalah karena bertemu dengan beliaulah
semangat hamba untuk beribadah yang mulai redup kini mulai kembali. Ya Allah
terangkanlah hati hambamu ini, terangkanlah hati kedua orang tua hamba,
terangkanlah hati beliau, dan terangkanlah hati orang-orang yang membaca
tulisan ini, seterang engkau menerangkan hati kekasihmu Nabi Muhammad SAW..”Selasa, 05 Mei 2015
“Ya Allah
terimakasih engkau telah mempertemukan hamba dengan seseorang yang besar
jasanya bagi hamba. Karena melalui perantaranya hamba bisa mengetahui apa itu
arti sebuah kehidupan, berkat kata-kata beliau hamba bisa mendisiplinkan waktu,
berkat tulisan-tulisan dari tangan beliau semangat untuk menggali ilmu selalu
membara, dan hal yang paling terpenting adalah karena bertemu dengan beliaulah
semangat hamba untuk beribadah yang mulai redup kini mulai kembali. Ya Allah
terangkanlah hati hambamu ini, terangkanlah hati kedua orang tua hamba,
terangkanlah hati beliau, dan terangkanlah hati orang-orang yang membaca
tulisan ini, seterang engkau menerangkan hati kekasihmu Nabi Muhammad SAW..”
Al-hamdulillah tiada ada kalimat lain yang bisa saya ucapkan selain kalimat tersebut, karena dengan ridho-Nya saya bisa menyelesaikan tugas menulis ini. Mungkin pembaca radar pusing jika membaca tulisan ini, tetapi inilah adanya, saya sebisa mungkin menulis apa yang ada dihati saya. Saya memang tidak pandai bikin prakarta. Tapi karena ini merupakan sebuah keharusan, maka saya harus mengerjakannya dengan ucapan terimakasih kepada orang-orang hebat yang selalu mensport saya untuk terus menulis, terkhusu kepada Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M,Ag. dan Ust. Achmad Ainul Yaqien, Lc..
Langganan:
Postingan (Atom)