Al-hamdulillah tiada ada kalimat lain yang bisa saya ucapkan selain kalimat tersebut, karena dengan ridho-Nya saya bisa menyelesaikan tugas menulis ini. Mungkin pembaca radar pusing jika membaca tulisan ini, tetapi inilah adanya, saya sebisa mungkin menulis apa yang ada dihati saya. Saya memang tidak pandai bikin prakarta. Tapi karena ini merupakan sebuah keharusan, maka saya harus mengerjakannya dengan ucapan terimakasih kepada orang-orang hebat yang selalu mensport saya untuk terus menulis, terkhusu kepada Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M,Ag. dan Ust. Achmad Ainul Yaqien, Lc..
Mewarisi Sifat Penulis yang Tangguh
Setelah melalui perjungan yang sangat berat,
akhirnya saya tidak terasa akan memasuki penghujung kuliah. Akan tetapi sebelum
penyelesain akhir kuliah, kami harus melaksanakan UAS (ujian akhir semester)
namun tidak semua mata kuliah yang ada UASnya , hal ini disebabkan karena
banyak dari dosen yang sudah melaksanakan UAS sebelum dari jadwal yang
ditentukan oleh fakultas. Walaupun tidak sesuai dengan jadwal yang ditentukan
oleh fakultas sistem ujian seperti ini sangat menguntungkan mahasiswa, karena
dengan ujian seperti ini mahasiswa tidak merasa tertekan karena ujiannya tidak
berbarangan dengan mata kuliah yang lain, jadi kita dapat fokus dengan satu
mata kuliah saja. Selain itu sudah bareng pasti dengan sistem ujian seperti ini
akan menambah hari liburnya sehingga bagi teman-teman yang mengambil liburan
dirumah akan lebih leluasa membantu orangtuanya. Akan tetapi sistem ujian
seperti ini juga mempunyai kelemahan, yaitu kurangnya rasa mentaati peraturan yang sudah ditentukan oleh fakultas.
Ada sekitar 5 mata kuliah
yang sudah diujikan sebelum diperlakukan jadwal dari Fakultas, diantaranya Ilmu
Dakwah, Pengantar BKI, Study Ilmu Al-Quran, Bahsa Indonesia dann Akhlak Tasawuf.
Setelah akhirnya kami
menyelesaikan semua UAS kamipun mendapatkan jatah libur selama 2 bulan. Semua
teman-teman pada senang menyambut datangnya libur, akan tetapi bagi kami yang
datang dari perantauan sungguh tidak menyenangkan, karena hampir semua
teman-temanku yang berasal dari pulau sumatera tidak pulang kampung. Yang
pertama datang dari Medan (Sumut) dia bernama M. Rifa’i Sinaga, dari namanya
saja sudah kelihatan bahwah dia orang batak asli, kemudian masi dari Medan atas
nama Dinda Rizki Novia walaupun dia dari medan tapi, wanita yang tingginya
hampir 183 CM ini orang melayu yang menetap di daerah Medan, kemudian bergeser
sedikit dari Medan, yaitu kita menuju ke Riau. Ya walaupun dia kelahiran Riau
tapi dia mempunyai marga (Nasab) orang Batak, dia bernama Rahmat Faisal
Nasution cara berbicaranyapun mirip dengan orang medan, maklum dari medannya
masih melekat didalam jiwanya. Setelah dari Riau saya juga memiliki teman dari
Batam, dia sering dipanggil dengan sebutan Rina saya juga heran mengapa dia
bisa dipanggil Rina padahal namanya panjangnya Khairina Afriza. Ya meskipun
sudah hampir 6 bulan di pulau Jawa tapi saya juga heran dengan Rina ini, dia
tetap konsisten dengan bahasanya yaitu menggunakan bahasa Melayu, tidak seperti
kami yang lainnya terutama saya, yang dapat dengan cepat mensesuaikan keadaan.
Kalau ditanya mengapa? dia hanya menjawab dengan entengnya karena saya asli
Melayu jadi saya harus memakai bahasa Melayu, tidak heran jika dia sedang
berbicara banyak ditertawakan oleh teman-teman yang lainnya. Dan saya sendiri
berasal dari Kota Empek-empek yaitu kota Palembang (Sum-Sel), jadi kami berlima
tidak mengahabiskan waktu liburan semester di rumah.
Hal ini disebabkan oleh dua faktor yang pertama
karena malas disebabkan jauh dan yang kedua tidak mempunyai biaya untuk pulang
kampung, karena kalu kita pulang kampung setidaknya membutuhkan minimal Rp.
1000.0000. kalau dipikir-pikir mendingan kita habiskan dengan hal-hal yang
lebih bermanfaat, daripada dihabiskan untuk pulang kerumah.
Untung saja pada saat libur semester pertama ini
kami mengadakan pengembangan (study tambahan yang tidak dilakukan di Fakultas
melainkan mengundang orang khusu, dan ini dibiayai oleh pemerintah) dan
kebetulan sudah kewajiban bagi kami yang baru menyelesaikan semester satu wajib
pengembangannya dipare. Akan tetapi berangkat keparenya tepat pada tanggal 08 Januari
jadi kami memiliki sekitar 2 minggu lagi sebelum berangkat kesana.
Saya sangat bingung mau dihabiskan untuk apa waktu
dua minggu ini, dalam pikiranku paling juga dihabiskan dengan main PS Play
Station dan tidur-tidur saja dikamr tampa melakukan hal yang bermanfaat. Akan
tetapi ditengah kegalauanku, tiba-tiba saja mengapa tidak membuat sebuh tulisan
saja, karena pada saat mau menghadapi UAS kami diwajibkan oleh Prof. Dr. Moh.
Ali Aziz M,ag. Untuk menulis minimal 10 lembar, sehingga sedikit banyaknya saya
mengetahui bagaimana tata cara menulis, karena beliau mengejarkan kepada kami
bagai mana cara menulis yang baik dan benar. Maklum, tidak mengherankan jika
beliau mewajibkan kami menulis, hal ini disebabkan beliau merupakan penulis
yang handal, sudah snagat banyak karya-karya beliau yang sudah diterbitkan dan
hal tersebut diterima dengan baik oleh masyarkat. Diantara karya-karya yang
telah beliau terbitkan ada satu karya beliau yang banyak diburuh oleh
masyarakat, yaitu buku yang berjudul “Terapi Sholat Bahagia” tidak mengherankan
lagi jika buku ini mendapatkan gelar “best seller”. Buku yang mengalami IX kali
cetak ini dimulai dari 2012 sampai 2014 ini sangat enak dibaca. Karena beliau
menuliskan bahasanya yang sangat mudah dimengerti, sehingga masyarakat awam
sampai prof. bisa memahami makna-makna yang disampaikan beliau melalui
tulisannya.
Berankat dari sanalah pada saat libur ini saya
akan mencoba menulis sebuah artikel yang membahas mengenai “Strategi Mengejar
Impian dan Karier” berikut tulisannya kami selipkan dalam tulisan pengalaman
saya ini.
Strategi
Mengejar Impian dan Karier
Oleh Nanang Sufratna Mahasiswa UINSA
Banyak orang diantara kita yang mengartikan impian itu
sebagai sesuatu yang negatif. Angapan itu ternyata salah besar, karena impian
merupakan sumber motivasi dan inspirasi dalam hidup kita. Pada saat kita letih
dan malas untuk melangkah hanya impianlah yang bisa menjadi pendorong bagi kita
untuk bergerak, meskipun pelan tapi pasti. Dan sukses kita ditentukan seberapa
besar impian kita.
Banyak orang yang bertanya apa sebenarnya perbedaan antara
impian dengan mimpi. Impian dan mimpi kalau dilihat dari segi pelapasan
mememang sangat mirip, akan tetapi ada perbedaan yang sangat mendasar yang
menjadikan kedua kata tersebut menjadi berbeda. Mimpi merupakan bunga tidur
yang menemani waktu tidur kita, namun mimpi hanya berhenti hanya sebatas itu
saja, amat jarang mimpi yang dapat menjadi kenyataan. Sedangkan impian bisa
kita artikan dengan visi dan misi hidup kita, oleh karena itu impian tidak hanya
berhenti pada angan-angan saja, kemungkinan impian menjadi kenyataan merupakan
pilihan kita untuk berupaya mewujudkannya.
Yang menjadi tatangan kita sekarang adalah untuk memperkaya
impian dan bukan memperbanyak mimpi. Dan yakinlah segala kesuksesan dimulai
dari impian, meskipun banyak diantara kita yang beranggapan impian kita itu
aneh, tidak mungkin terjadi, dan terlalu besar. Tapi yakinlah, kesuksesan itu
terdiri dari salah satu diantara: be the first, be different, or be the best.
Jadi impian kita sudah memulai tahap awal dari kesuksesan, karena keunikan dari
impian, biasanya sudah mencapai salah
satu bahkan mencapai dua diantara syarat
sukses tadi, yaitu be the first and be different.
Sebenarnya impian itu hanya selangkah dihadapan kita, akan
tetapi banyak ganjalan didalam hati yang merasa tidak mampu untuk melakukan hal
yang kita impikan tersebut. Hal inilah yang menyebabkan banyak impian dari
seseorang yang gagal. Oleh karena itu, kita harus menganalisa faktor-faktor
yang tersirat didalam diri kita tersebut. Tidak harus impian yang besar,
menjadi mahasiswa yang IPKnya tertinggi pun sudah menjadi sebuah impian yang
harus diperjuangkan. Berikut beberapa tips yang memperjelaskan kenapa anda
belum dapat meraih impian:
1.
Pick a Target
(tetapkan target anda)
Perjelas
tujuan dan goals anda dalam beberapa hari kedepan atau beberapa bulan
berikutnya atau bahkan beberapa tahun selanjutnya. Anda harus mengambarkan
dengan jelas dan tegas apa yang ingin diraih, lebih baik jika diatas kertas
yang terpampang di dalam lemari atau di dinding kamar. Figure out your goals
akan memperkuat alam bawah sadar anda yang secara pasti mengangkat moral dan
mental meraih impian tersebut. Anda harus menemukan passion atau gairah
dalam kerja dan karya untuk menyakinkan diri sendiri bahwa pengembangan karir
atau pengembangan diri adalah hak dan memerlukan sikap mental dan gairah serta
semangat yang bergejolak terus menerus.
2.
Make a
Commitment (buatlah komitmen)
Dimana
kita telah mengetahui bahwa sebuah komitmen sangatlah
diperlukan
untuk mencapai keberhasilan. Oleh karena itu komitmen merupakan kunci utama
sukses dalam mencapai impian anda. Komitmen adalah keberanian membut keputusan
(Decision Making) dari sekian banyak pertimbangan dan keraguan. Langkah pasti
hanya akan terjadi pada saat langkah pertama telah diambil dan dilanjutkan
dengan langkah demi langkah. Ikuti hati nurani anda dalam mencapai impian dan
harapan.
3.
Get a Map (buat
perencanaan)
Peta adalah petunjuk langkah kerja anda untuk sukses. Tanpa arah dan tujuan maka anda akan
menempuh perjalan panjang tanpa kepastian. Buatlah langkah perencanaan untuk
mencapai impian tersebut, mulai tahap persiapan, perencanaan, pelaksana dan
evaluasi hasil yang diraih. Butalah planning yang mudah di eksekusi dan di
implementasi. Kesedarhanaan jauh lebih penting dari pada kerumitan, inilah
manajemen strategi paling handal yang perlu anda lakukan dalam membangun sukses
diri baik sebagai pribadi atau profesional.
4.
Start your
Engine (segerahlah bertindak)
Jangan anda selalu menunggu dengan dalih kondisi yang belum
memungkinkan atau keadaan belum mendukung . jangan perna menunggu kondisi
sempurna, jika anda tidak ingin tertinggal orang lain. Kesuksesan bukan menjadi
milik orang lain jika andah meraihnya, maka tidak pedulih bagaimana pun kondisi
anda sangat ini, jika andah telah menetapkan hati untuk dan berkembang dalam
diri dan profesi, maka segera ambil tindakan, dan jangan sekali-kali menunggu
kondisi sempurna. Keberhasilan hanya ada pada tindakan dan teruslah bergerak,
tidak berhenti sebelum waktunya.
5.
Watch Your Road
(perhatikan langkah anda)
Tidak selalu planning yang sempurna menghasilkan performa
maksimal, karena begitu banyak kendala dan halangan yang mungkin dialami dan
tidak terhindarkan. Namun demikian permasalahan yang mungkin timbul bukn harus
dihindari, melainkan anda harus hadapi dengan komitmen akan cita-cita dan
konsistenakan proses kerja. Perhatian setiap langkah kerja anda, terlebih jika
akan terkait dengan banyak orang dan pihak. Sikap dan prilaku adapatif dan
fleksibel sangat diperlukan dalam usaha anda mencapai impian. Jadilah pribadi
yang proaktif dengan banyak alternatif dalam bertindak demi sebuah impian besar
anda.
6.
Continue to
improve (perbaikan berkelanjutan)
Dunia sangat dinamis , dan orang-orang sangat kreatif. Pasar
sangat inovatif dan konsumen sangat
sensitif. Inilah tantangan utama anda dalam mencapai keberhasilan dan
kesuksesan dalam pengembangan diri dan karir. Perhatikan setiap langkah kerja
dan perhatikan lingkungan anda , yang selalu berubah setiap saat. Disinilah
diperlukan kemampuan analisa pasar yang handal untuk menjaga kecepatan anda
memenuhi kebutuhan konsumen dan pelanggan. Ketika anda lengah tidak berlaku
lebih baik, maka orang lain akan melakukannya, dan pada tersebut anda mulai
tertinggal dan kehilangn momen.
Impian dan cita-cita adalah hak setiap individu , dimana hal
tersebut menjadi faktor utama mengapa setiap pribadi akan berjuang dan
berusaha melakukan pengembangan diri
demi hasil yang akan diraihnya nanti.
Setelah diperjelas mengapa kita belum
bisa mendapat mendapatkan impian kita sehingga kita susah mengembangkannya dan
efeknya kita susah untuk berkarir, maka pada pragraf selanjutnya ini penulis
akan memperjelas pengertian dari karir itu sendiri. Penulis akan mencoba
mengutip dari beberapa depinisi dari para tokoh-tokoh yang sudah berkicampung
didalam karir itu sendiri.
Menurut Simamora (2001:505) karir adalah “ Urutan
aktifitas-aktifitas yang berkaitan dengan pekerjaan dan perilaku-perilaku,
nilai-nilai, dan aspirasi seseorang selama rentang hidup
orang tersebut”. Menurut Dalil S (2002 : 277) “
karir merupakan suatu proses yang sengaja diciptakan perusahaan untuk
membantu karyawan agar membantu partisipasi ditempat kerja.
Sementara itu Glueck (1997 :134) menyatakan karir adalah urutan pengalaman yang
berkaitan dengan pekerjaan yang dialami seseorang selama masa
kerjanya. [1]
Seperti
yang telah diamati majalah Fortune: “Bekerja akan bertahan dan dilakukan oleh para individual untuk
sebuah proyek penting dan dirancang untuk dilakukan dalam bentuk sebuah tim
kerja. Manakala tugas sudah tuntas dan tim bubar, individu akan meneruskan
pekerjaannnya ke proyek berikutnya. Mungkin pada organisasi yang sama atau
sebagai karyawan yang bebas tak terikat atau tugas-tugas lainnya, seperti para
praktisi dan ahli yang bekerja sama membuat studi agribisnis.”
Sehingga
dapat disimpulkan bahwa karir adalah suatu rangkaian pekerjaan yang digunakan seseorang
dalam kurun waktu tertentu yang berkaitan
dengan sikap, nilai, perilaku dan motivasi dalam individu.
Terkadang menentukan karir kita
sangatlah membingungkan, apakah kita akan buka usaha sendiri atau bekerja
dengan orang lain? apakah pekerjaan yang kita lakukan cocok untuk kita? Kita
berpikir kita telah mengambil keputusan yang benar tetapi ternyata kita merasa
ada yang kurang di pekerjaan tersebut. Berikut tips dan cara bagaimana memilih
karir yang benar-benar cocok untuk Anda.
a)
Memilih
karir yang benar itu memang tidak mudah
Kebanyakan masalah terkait pekerjaan
atau karir kita sering terjadi karena kesalahan dalam mengambil karir yang akan
ditekuni. Terlebih bagi orang-orang yang baru saja akan mulai memasuki dunia
kerja.
Bahkan, faktanya adalah pada awalnya
hanya 5% orang yang berhasil memilih karir yang tepat untuk mereka. Orang-orang
ini disebut adalah "fast starter", uniknya adalah orang-orang ini
tidak lebih kreatif, semangat, inovatif dibandingkan yang lainnya, tapi
untungnya adalah karena hal inilah mereka dapat menentukan karir mereka dengan
cepat karena generalitas ini.
Beberapa lainnya sudah bekerja tetapi
mereka merasa ada kekurangan dalam pekerjaan yang mereka lakukan. Kita tentunya
ingin mengambil keputusan yang tepat terkait kehidupan kita sendiri, jadi
berikut ini adalah penuntun untuk Anda dalam menentukan apakah Anda sudah benar-benar
memilih jalur karir yang tepat, baik bagi Anda yang baru mulai mau masuk dunia
kerja ataupun bagi Anda yang sudah memiliki 5 karir sebelumnya.
b)
Jangan
percaya tanpa adanya bukti jelas
Kita sering sekali melihat
pekerjaan-pekerjaan lain yang sepertinya sangat mudah dan enak, namun jangan
percaya tanpa adanya bukti jelas. Sebagai contoh adalah Anda mungkin melihat
menjadi seorang owner (bos) sangatlah enak, tapi yang Anda tidak tahu adalah
jalan menuju keberhasilan mereka penuh dengan halangan. Faktanya hanya 25%
perusahaan start-up yang benar-benar masih bertahan pada tahun pertamanya
terlebih untuk sektor Teknologi Informasi (IT).
Yang Anda harus tahu adalah di dunia
ini tidak ada yang namanya pekerjaan mudah dan enak, setiap pekerjaan selalu
memiliki pro dan kontranya tersendiri. Jangan percaya sebelum Anda benar-benar
telah mengerjakan tugas Anda untuk meneliti lebih lanjut mengenai karir
terkait.
c)
Pilih
gaya hidup, jangan jabatan pekerjaan
Lihatlah kehidupan yang dimiliki orang
lain dan tanyakan kehidupan seperti siapa yang Anda inginkan. Mungkin terdengar
sangat mudah, tapi mari kita lihat lebih dalam. Seperti yang telah dikatakan
sebelumnya, untuk menentukan karir yang benar-benar cocok untuk Anda, Anda
harus melakukan penelitian terlebih dahulu terkait kehidupan seperti apa yang
dialami oleh orang-orang yang sukses di karir tersebut.
Sebagai contoh, untuk menjadi founder
dari sebuah perusahaan start-up sangatlah tidak mudah, bahkan sebenarnya sangat
buruk. Keuangan Anda akan benar-benar buruk, Anda tidak akan punya waktu untuk
hal-hal lain di kehidupan Anda, terlebih lagi perusahaan Anda beresiko
menghadapi kegagalan. Yang kita bicarakan founder di sini adalah benar-benar
"founder" yaitu mereka yang benar-benar bekerja untuk membangun perusahaan
tersebut tanpa terikat dengan pekerjaan lain.
d)
Ketahuilah
jika Anda sudah salah
Walaupun terkadang dianggap ide yang
tidak baik, mencoba berbagai macam pekerjaan adalah ide yang bagus. Hal itu
menunjukkan bahwa Anda sedang mencoba mengetahui apa yang benar-benar cocok
untuk Anda. Tapi sulitnya adalah mengetahui kapan Anda harus berhenti dari
posisi Anda.
Poin paling penting adalah ketahui jika
Anda sudah salah memilih karir, contoh paling sederhana adalah pada saat
kuliah. Kita tahu dengan title pendidikan yang maka seseorang akan memiliki
kemungkinan lebih tinggi untuk mendapatkan gaji yang lebih baik. Tapi apakah
itu benar-benar karir yang cocok Anda? Anda mungkin melihat orang-orang yang
berhenti kuliah karena dikatakan "tidak dapat menghadapi tekanan kuliah,"
pada kenyataannya orang-orang ini mungkin telah sadar bahwa kuliah tidak sesuai
dengan karir yang mereka benar-benar inginkan. Dan mungkin saja dengan
berhentinya dari kuliah mereka dapat menjadi lebih besar daripada yang mereka
bayangkan sebelumnya bahkan melebihi para professor-professor universitas
tersebut.[2]
Di sini yang ingin disampaikan adalah
ketahuilah jika Anda sudah salah dalam mengambil keputusan karir. Jika Anda
merasa Anda tidak dapat hidup senang dalam karir Anda karena berbagai macam
hal, maka lihatlah lagi karir yang lain sebelum Anda keluar dari karir Anda
tersebut.
****
Setelah mendapatkan satu artikel dan waktunya masi satu
minggu lagi, maka saya mecoba untuk menulis artikel lagi dan yang ini membahas
tentang UINSA kedepannya, atau yang lebih tepat makna dari twin towers,
berikut hasil dari analisis penulis mengenai makna dari kalimat tersen
Membangun
Kampus Berbasis Konsep Integrated Twin Towers
Oleh: Nanang Sufratna
Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya
“Rasulullah SAW. bersabda: Barang
siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka dia termasuk golongan
orang-orang yang beruntung, barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin
dialah yang tergolong ortu-orang yang
merugi, dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah
tergolong orang-orang yang celaka”. (HR.
Hakim)
Hadits
diatas menunjukan kepada umat Islam untuk melakukan perubahan dari yang buruk
menuju kepada kebaikan. Didalam hadits tersebut terdapat tiga kategori
perubahan, pertama perubahannya menuju kepada kebaikan, maka dia dikatan
akan menjadi orang yang beruntung baik didunia maupun akhirat, kedua dia
tidak mengalami perubahan dia tetap teguh pendirian terhadap dirinya sendiri maka dia
dimasukan oleh Rasulullah dalam kategori orang-orang yang merugi, hal ini
disebabkan karena dia tidak mau mencari jati dirinya, dia hanya bisa puas
dengan keadaannya sekarang, dan yang ketiga orang yang melakukan
kegiatan hari ini tetapi perilakunya tersebut lebih buruk daripada apa yang dia
lakukan kemarin, orang yang seperti ini dicap Rasulullah sebagai orang yang
celaka. Hal ini disebabkan karena dia tidak bisa membawa perubahan yang baik
pada dirinya, bahkan dia menjadi lebih buruk dari pada hari kemarin.
Menurut
literatur yang penulis baca, hadits diatas tidak hanya ditujukan kepada manusia
saja yang dapat mengalami perubahan. Akan tetapi hadits tersebut bersifat umum,
artinya semua yang berhubungan dengan perubahan didunia ini bisa dijadikan
landasan hadits tersebut. Misalnya sebuah perusahaan, dia bisa memakai
nilai-nilai yang terkandung didalam hadits tersebut, supaya perusahaan tersebut
akan tetap maju, tidak luput juga dengan yang namanya tempat pendidikan, kita
ambil contoh sebuah universitas. Untuk menghasilkan serjanah-serjanah yang
berkualitas, sebuah universitas harus melakukan perubahan yang lebih baik
daripada hari kemarin, supaya dengan hal tersebut Negara kita akan menghasilkan
bibit yang luar biasa.
Di
Indonesia sendiri khususnya universitas Islam sudah mendapat perhatian dari
pemerintah. Hal ini dapat dibuktiakn dengan adanya metamorfosis nama dari
universitas tersebut, yang dulu titelnya IAIN (Institut Agama Islam
Negeri) sekarang banyak universitas
menjadi UIN (Uneversitas Islam Negeri) antara lain UIN Sumatera Utara
(Medan), UIN Raden Fatah (Palembang) dan UIN Sunan Ampel (Surabaya). Sehingga
dengan adanya metamorfosis dari IAIN ke UIN ini dapa menimbulkan perguruan
tinggi Islam Negeri sebagai pusat, sumber, dan penyebar peradaban. Melalui peradaban yang dikembangkan,
UIN diharapkan memiliki
andil besar dalam peneguhan NKRI yang bermartabat dan sekaligus mengembangkan
kehidupan lebih manusiawi dalam bingkai nilai-nilai teologis universal
transformatif dalam tataran global.
Didalam metamorfosis tersebut sudah
barang tentu setiap universitas yang
mengalami perubahan harus mempunyai visi dan misi yang harus diemban. Tidak
lepas juga dengan UIN Sunan Ampel Surabaya yang memiliki visi menjadikan universitas islam yang unggul dan kompetitif bertaraf internasional dan misi mengembangkan riset
ilmu-ilmu keislaman multidisipliner serta sains dan teknologi yang relevan
dengan kebutuhan masyarakat.
Kedua visi dan misi tersebut jika kita kombinasikan akan
muncul sebuah pemikiran paradikma mengenai konsep pembangunan atau yang sering
disebut dengan Integrated
Twin Towers. Dengan harapan dengan adanya konsep pemikiran
Integrated Twin Towers tersebut, UIN SA tidak hanya mengembangkan ilmu keislaman,
sains, dan sumber tekhnologi semata, tetapi UIN SA harus menjadi pusat pendidikan yang mendialogkan antara nilai-nilai
moral dan kajian akademik, dan yang paling diutamankan yaitu
dua bahasa (Arab dan Inggris). Sehinnga diharapkan lulusan dari UIN SA tidak
hanya unggul dalam bidang keilmuan akan tetapi unggul dalam nilai-nilai moral
dan akademik atau yang disebut dengan lulusan ulul albab.
Setidaknya ada poin penting dibalik pembangunan UIN SA yang menjadi
cita-cita bersama semenjak tahun 2009:
- Mengembangkan sifat kelimuan yang multidisiliner
Dengan adanya perubahan dari IAIN ke UIN maka UIN SA juga
merubah sistem pembelajarannya. Yang dahulu sistem belajarnya menggunakan
sistem apa adanya. Sekarang UINSA sadar untuk menjadi lulusan yang ulul albab para dosen dan
maha sisiwa harus mendisiplinkan waktu dalam
kegiatan belajar ataupun mengajar. Sehingga jika telah tercipta keidsiplinan
dalam diri mahasiswa dan dosen akan mudah untuk mendapatkan ilmu-ilmu keagamaan
dan yang bersifat umum. Kita lihat para ilmuan-ilmuan yang berasal dari barat
mereka semua berjiwa disiplin dan sangat menghargai waktu. Karena mereka tahu
langkah pertama untuk menjadi orang yang sukses harus mendisiplinkan jiwa
terlebih dahulu.
2.
Menjadikan
universitas yang bertaraf Internasional
Dengan mengembangkan sistem kajian akademik UIN SA
berharap menjadi universitas yang bertarap Internasioanl. Oleh karena itu UIN
SA sangat menekankan kepada mahasiswanya agar dia bisa berbahasa Arab dan
Inggris. Sehingga jika mahasiswa sekarang bisa berbasa Arab dan Inggris mereka
tidak tertinggal dengan mahasiswa yang akan datang. Karena kedepannya UIN SA
membuka pendaftaran dari dalam dan luar negeri.
Melalui kombinasi visi dan misi keilmuan berparadigma integrated
twin towers di atas, UINSA memaknai dan menerjemahkan secara lebih kongkret
konsep ulul albab ke dalam standar kompetensi lulusan yang memiliki
kekayaan intelektual, kematangan spiritual, dan kearifan perilaku. Kekayaan intelektual diharapkan mampu
mengatarkan individu lulusan yang memiliki kepribadian smart (cerdas).
Kematangan spiritual diidealisasikan agar tertanam kuat dalam diri inidividu
lulusan kepribadian honourable (bermartabat). Kearifan perilaku
dimaksudkan agar individu lulusan diperkaya dengan kepribadian pious
(berbudi Luhur). Dengan ciri khas pengembangan akademik-keilmuan ini semua,
maka UINSA mengembangkan semboyan "Smart (Cerdas)–Pious (Berbudi
Luhur)–Honourable (Bermartabat)" sebagai platform lembaga.
*****
Akhirnya
karena kesibukan menulis tersebut waktu untuk berangkat kepare tinggal dua hari
lagi. Teman-teman sudah mempersiapkan semuanya mulai dari peralatan mandi,
alat-alat tulis dan lain sebagainya, karena konon katanya semua barang-barang
yang ada dipare banyak yang mahal. Maklum kampung yang sering disebut sebagai
kampung inggris ini sangat ramai pengunjungnya terutama musim libur seperti
saat kami ini, hal ini disebabkan sangat banyak dari pelajar dan maha siswa
yang ingin menguasai bahasa inggris secara cepat. Dan solusi yang paling tepat
dengan cara masuk kekampung inggris ini. jadi tidak heran jika pada saat libur
seperti ini di kampung inggris tersebut membeludak dari mahasiswa sampai
pelajar. Jika banyak pelanggan maka hukum dari ilmu ekonomi berlaku yaitu “Jika
konsumen sedikit maka harga barang akan turun dan sebaliknya jika konsumen
banyak maka harga suatu barang akan naik”. Jadi sudah sewajarnya jika semua
sembakao yang ada dipare itu banyak yang mahal.
****
Senin, 09 Maret 2015
Bersama: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz M.Ag
Mengerjakan Tugas Bersama Profesor
Hari ini saya dan
teman-teman melanjutkan mata kuliah tafsir hadits bersama Prof. Ali. Meteri yang kami bahas tetap sama,
yaitu membahas tentang tugas yang telah diberikan minggu kemaren. Setelah
hampir satu minggu kami mengerjakan tugas dari beliau, dengan semangat yang
membara dan motivasi untuk maju, akhirnya kami bisa untuk menyelesaikan tugas dari
beliau.[3]
Ya walaupun tugasnya masi banyak yang salah, prof. Ali bilang kepada kami “ya
tidak apa-apa, hidup masi koma. Saya saja untuk mendapatkan tulisan yang bagus
perlu revisi sebanyak sebelas kali,” meskipun beliau berkata demikian akan tetapi
kelompok kami tetap dengan sekuat tenaga supaya tidak banyak salah pada
kelompok kami.
Singkat cerita, setelah
kami masuk kelas intensiv (belajar bahasa Arab dan Inggris) langsung menuju ke
kelas, berhubung jadwal kami pada hari ini pukul 07.45 dan selesai kelas
intensivnya pukul 07.30, jadi tidak ada lagi waktu untuk istirahat. Kebetulan
saya sudah melaksanakan rutinitas saya (sholat dhuha) sebelum berangkat ke kelas intensiv. Semuanya
sudah dipersiapkan untuk belajar sama prof. Ali.
Ketika sampai di kelas,
teman-teman saya hanya sebagian yang sudah masuk ke kelas. sebagiannya masi ada
yang diluar untuk istirahat sejenak, dan sebagian masi ada yang mempersiapkan
tugas kelompok karena belum di print. Di dalam hati saya berkata “Untung tugas
kelompok saya sudah di print tadi malam. Kalau tidak, bisa-bisa gelabakan juga
sama seperti kelompok tersebut.” (Sambil tersenyum)
Sambil berjalan dengan
gontai saya menuju kekursi deretan nomor dua, karena kalau nomor satu saya
sedikit gugup. Tidak tahu mengapa, setiap pelajaran prof. Ali saya pasti
merasakan gugup. Padahal hampir setengah tahun saya belajar dengan beliau.
Mungkin karena karismatik beliau yang begitu mempesona sehingga saya terasa
segan ketika berhadapan dengan beliau. Tidak seperti dosen yang lainnya, kalau
dengan dosen lainnya setiap pertemuan insayaAllah saya pasti aktif. Tetapi
kalau dengan prof. Ali bisa dibilang saya pasif, mungkin karena efek dari
karismatik beliau sehingga saya segan untuk bertanya kepada belaiu. Akan tetapi
pada hari ini saya ingin merubah itu semua, saya berjanji untuk melawan kurang
percaya diri saya terhadap prof. Ali, karena saya pikir untuk apa minder terhadap prof.
Ali. Buktinya dunia ini banyak didunia dikuasai oleh orang-orang yang percaya
diri. Sebagaimana beliau berkata “minder itu kapir” mengapa beliau berkata begini. Hal ini
disebabkan sangat banyak umat Islam yang minder, sehingga umat Islam tertinggal
oleh bangsa barat. Selain itu, apabila kita minder kita tidak bisa belajar
dengan baik atau kita tidak mampu untuk berdakwah di tempat umum. Sehingga
tidak bisa kita banyangkan apabila penyakit minder ini menyerang seluruh umat
Islam. Maka agama yang kita cintai akan menjadi beku dan tidak akan berkembang.
Oleh karena itu pada hari ini saya bertekad untuk tidak menjadi minder.
Setelah lima menit
menunggu di kelas dan teman hanya separuh yang sudah datang. Tiba-tiba prof.
Ali sudah datang, saya sangat kaget karena kalau menurut jadwal beliau datang
lima belas menit setalah pelajaran intensiv. Akan tetapi baru limat menit beliau
sudah datang, inilah yang menunjukkan betapa semangatnya beliau untuk mengajari
kami. Belaiu begitu disiplin dengan waktu, seharusnya kami bersyukur mempunyai
guru yang sangat mencintai kami semua, beliau ingin menjadikan kami menjadi
orang yang sukses. Akan tetapi respon kami terhadap beliau tidak sebanding
dengan apa yang beliau perbuat. Buktinya sekarang ini masi banyak teman-teman
belum mengerjakan tugas dari beliau. Walaupun demikian kami akan berusaha
sekuat jiwa dan raga kami agar dapat mencontoh beliau, kami akan mencoba
menjadi orang yang disiplin, tidak minder, menghargai waktu dan masi banyak
yang lainnya.
Pada saat itu beliau
langsung duduk di kursi dosen yang berada didepan mahasiswa. Setelah membuka
perkuliahan, beliau langsung membuka buku khotabah jumat karang beliau sendiri
dan mempersilahkan salah satu dari teman kami untuk membacanya. Karena saya
duduk dibarisan yang kedua, jadi saya bisa mendengar dengan jelas apa yang
dibacakan teman saya tersebut. Inti dari pembacaan tersebut “alangkah muliahnya
orang yang bisa bangun malam dan tersenduh-senduh merenungkan dosa yang telah
diperbuatnya”. Setelah teman sudah membaca, prof. Ali menjelaskan apa yang
dimaksud dari bacaan tersebut, dan akhirnya belaiu mempersilahkan kami untuk
bertanya yang belum jelas dari bacaan tersebut. Saya melihat kekiri dan kekanan
teman-teman tidak ada yang angkat tangan, saya bingung hal ini disebabkan
mereka msudah paham atau mereka minder untuk bertanya. Akan tetapi timbul
didalam diri saya untuk bertanya, saya ingin membuktikan bahwa saya tidak
minder saya ingin menjadi orang yang sukses tanpa minder. Pertanyaan saya
begini “ust. tadi dikatakan alangkah muliahnya orang yang tersenduh-senduh
ditengah malam, nah yang ingin saya tanyakan yaitu bagaimana dengan diri saya,
karena saya sangat sulit untuk menangis akan tetapi saya hanya merasakan
kesedihan saja. Apakah hal tersebut sama derajatnya dengan yang menangis
terseduh-seduh yang ada dalam bacaan tadi?” Beliau mejawab: “tidak apa-apa, yang
penting kamu sudah mau mengingat Allah di waktu malam, apakah ada didalam Islam
kamu diperintahkan menangislah di waktu malam.” Saya rasa itu adalah jawaban
yang tepat, karena memang benar tidak ada Allah memerintahkan kita untuk
menangis di waktu malam.
Setelah dirasa teman-teman
sudah datang, perkuliahan hari inipun dibuka. Prof. Ali mengawalinya dengan
menanyakan tugas yang telah kami selesaikan. Saya setiap tugas akan sama
seperti dosen yang lainnya. Kita memberikan tugasnya lalu dosennya melihat
dimana letak kesalahannya. Akan tetap hal ini sangat berbeda dengan prof. Ali.
Kalau dengan prof. Ali, kita tidak mengumpulakn dengan beliau, beliau menyuruh
kami mengkoreksi sendiri tugas yang telah kami kerjakan.
Tidak susah-susah kami
hanya diperintahkan melihat dimana letak kesalahan tulisan, sturktur
kepenulisan dan persamaan dengan kitab tafsir yang kami jadikan refrensi. Kami
membagi kelompok di dalam kelompok, supaya hal ini dapat memudahkan kami untuk
menyelesaikan tafsirnya, karena kalau kami koreksi bersama-sama akan memakan
waktu yang cukup lama. Kami membuat satu kelompok terdiri dari dua orang, yang
satu membacakan tafsirnya yang lain membenarkan tulisan kami yang ada di
laptop. Meskipun terlihat hanya sepeleh tetapi sangat banyak sekali
kalimat-kalimat yang kurang ataupun tidak jelas. Untuk membenarkan tugas yang
telah kami buat, kami diberi waktu satu jam setengah. Waktu terus berjalan dan
kamipun sangat sibuk dengan koreksian yang salah terhadapa tugas yang telah
kami buat, hal ini disebabkan karena sangat banyak sekali kesalahan yang
terdapat didalam tugas kami. Dan akhirnya kami tidak merasakan waktu yang
diberikan prof. Ali sudah habis, padahal tugas kami hanya sedikit yang beru
kami koreksi.
Oiya saya hampir lupa,
ditengah kami sedang mengkoreksi tugas yang telah kami bikin, prof. Ali
menjelaskan bagaimana struktur yang baik untuk membuat sebuah buku. Dengan
adanya penjelasan dari beliau, sangat banyak ilmu baru yang kami dapatkan. Dan
setelah mendegarkan penjelasan tersebut, bertambah banyaklah kesalahan-kesalahan
yang kami dapat di tugas kami. meskipun tugas kami banyak yang salah, akan
tetapi beliau tidak marah dengan kami, malahan beliau mengjarkan kepada kami
bagaimana cara menulis yang baik. Tidak seperti dosen lainnya yang hanya ingin
mengajarkan kami tentang ilmu akan tetapi prof. Ali mengatakan “saya tidak
mengajari anda untuk tahu, akan tetapi saya mengajari anda untuk berkarya.”
Subhanallah begitu
mulianya tujuan beliau yang ingin menjadikan kami orang yang sukses semua. Akan
tetapi apa yang beliau berikan tidak sesuai dengan repons kami semua. Banyak
diantara teman-teman terutama saya yang belum serius mengerjakan tugas yang
beliau berikan. Buktinya sekarang tugas yang beliau berikan sangat banyak
kesalahan yang kami perbuat. Tapi kami bersyukur dengan kesalahan tersebut kami
banyak dapa ilmu dari beliau, karena setiap kesalahan yang perbuat beliau
benarkan, sehingga kami tahu yang benarnya.
Setelah hampir satu jam
setengah kami mengkoreksi tugas dan kesalahan yang kami temukan hampir setiap
halaman. Kamipun berlanjut kesesi berikutnya yaitu pembahasan ayat perayat
dengan perbandingan tafsir menurut kelompok masing-masing, tafsir yang kami
bahas ketika itu ialah Tafsir al-Munir yang digarap oleh
kelompok pertama dan mereka berjumlah sepuluh orang yang diketuai oleh Jajang
Sufriatna, dan subhanallah kelompok yang diketuai oleh Jajang ini
menggunakan bahasa Arab, tidak seperti kelompok lainnya yang menggunakan bahasa
Indonesia. Dan kelompok kedua membahas tafsir Ibnu Katsir yang diketuai oleh
Mizan Asrori, tidak jauh beda dengan kelompok pertama mereka juga sangat bagus
karena didalam kelompok tersebut banyak orang-orang yang hebat. Selanjutnya
yang terakhir yaitu kelompok al-Azhar yang diketuai oleh saya sendiri.
Kamipun
membahas ayat pertama kewajiban dakwah [QS. Ali Imran [03]: 104] pada ayat ini seperti kami membahas
tentang munasabah. Setiap kelompok membacakan hasil munasabah masing-masing
perwakilan setiap kelompok. Setelah perwakilan dari al-Munir dan Ibnu Katsir
sudah membacakan munasabahnya, tibalah kelompok kami al-Azhar membacakan
munasabah hasil kerja kami. Sebenarnya tugas yang pertama ini tidak kami
kerjakan bersama, hal
tersebut disebabkan oleh kurangnya hari dan susahnya untuk berkumpul dengan
teman-teman perempuan. Sehingga setelah perwakilan kami sudah membacakan
munasabahnya, hasil dari munasabah tersebut sedikit rancu dengan ayat yang
sedang dibahas. Sehingga hasil dari kelompok kami diperjelaskan lagi oleh pro.
Ali, dan sebagai ketua kelompok merasa tidak enak dengan hal tersebut karena kelompok
lain sudah bagus munasabahnya. Akan tetapi saya tidak marah dengan teman yang
mengerjakan munsabah tersebut, karena prof. Ali saja tidak pernah marah, kenapa
saya harus marah. Agar mengatasi banyak kesalahan kami tidak mengambil hasil
dari kelompok, tetapi kami membuat baru dengan cara bermusyawarah karena kalau
menurut saya hasil dari musyawarah sedikit lebih bagus dari hasil kerja
sendiri.
Karena saya sudah berjanji
pada hari ini untuk aktif di pelajaran prof. Ali, jadi saya yang memimpin
teman-teman untuk mengatasi masalah munasabah dan kesimpulan yang sedikit rancu
tersebut. Ketika munasabah dan kesimpulan dari ayat pertama sudah selesai,
kamipun membahas munasabah dari ayat yang kedua yaitu surah Ali Imran ayat 110,
setelah teman-teman kelompok lain sudah membacakan munasabahnya tibahlah
kelompok kami yang membacakan musabah hasil dari kelompok kami.
Pada saat itu hati saya
mulai berdegup dengan kencang diikuti tangan yang mulai gemataran dan mulut
yang tertutup dengan rapat, akan tetapi dengan sekuat tenaga saya mencoba untuk
membacakan munasabah dari kelompok kami. Dengan rasa segan saya mulai
membacakan munasabahnya “Pada ayat sebelumnya yaitu ayat 106 Allah mengatakan
pada hari kiamat nanti ada dua golongan yaitu golongan yang berwajah putih
berseri dan golongan yang berwajah hitam buram, kemudian pada ayat 110 ini
Allah menjelaskan siapakah yang berwajah
berserih putih dan hitam muram tersebut. Yang berhak mendapatkan wajah putih
berseri yaitu orang yang amar makruf nahi munkar (menyuruh kepada
kebaikan dan menjegah yang mungkar),
beriman kepada Allah dan orang-orang Ahli kitab yang beriman kepada Allah.
Kemudian yang berwajah hitam muram yaitu orang yang tidak beriman kepada Allah
dan tidak menyeruh kepada yang baik dan tidak menjegah yang mungkar.”
****
Senin, 27 April 2015
Kring....kring....kring,
sayup-sayup aku mendengar suara tersebut, dan semangkin lama suara tersebut
lebih jelas. Dan perlahan-lahan aku membuka mataku yang, sangat berat rasanya,
keloopak mataku seperti ditimpa batu yang besar sehingga untuk membukanya
sangat sulit. Akan tetapi dengan segan aku membuka mataku, dan sama-samar aku
melihat handpone yang berada disampingku yang berdering dengan keras.
Ternyata bunyi berdiering tersebut berasal dari alaram yang saya jadwalkan.
Dengan malas saya mematikan alaram tersebut, sekejep kemudian suasana kamar
menjadi hening, ditanganku masi terpegang handpone yang burbunyi tadi.
Dengan lirih saya melihat hanpone yang sudah lusuh, dan warna hitam
metalik yang hampir pudar karena sering dipegang, maklum hampir satu tahun hanpone
tersebut bersamaku. Ya elektronik
bermerek samsung tersebut saya beli ketika hendak lebaran tahun lalu, ketika
itu saya masih dipondok pesantren Qodratullah, yang terletak didesa langkan
sekitar 35 Km kebarat dari kota palembang, dengan sekuat tenaga saya
mengumpulkan uang jajanku demi medapatkan barang berwarna hitam tersebut.
Maklum saya tidak mau merepotkan kedua orangtua saya, sebenarnya hanya tinggal
bilang saja kepada orang tua pasti dibeliin, tapi saya tidak mau menambah beban
mereka, sudah cukup bagi mereka membiayai kehidupanku disekolah dankeperluan
lainnya. Makanya sedikit demi sedikit saya menyisihkan uang jajan saya yang
perbulannya hanya Rp 300.000 itu sudah bilang cukup besar karena uang makan dan
keperluan lainnya sudah ditanggung uang spp (study pembayaran).
Hampir satu tahun aku menabung, akhirnya ketika
satu minggu hendak lebaran idul fitri saya bisa mengumpulkan uang untuk
membelinya, ketika itu harganya Rp1700.000 (satu jutah tujuh ratus rupiah)
dengan segan saya mengeluarkan uang tabuangan saya dari Atm dan mengambilnya.
Denagn mata berbinar-bianar saya melihat hp tersebut, dan langsung mengambilnya
dari pelayan. Saya tidak bisa membayangkan betapa bahagianya saya saat itu, ya
siapa yang tidak bahagia bisa mendapatkan barang yang diinginkan sejak dulu,
dan hp tersebut bisa mendapatkan hanpone android yang bisa BBM,
Facebook, Twiter, ddl.
Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT karena hp
tersebut belom pernah mengalami kerusakan, selain itu barang yang lebarnya
hanya 7x4 cm tersebut dapat membangunkanku setiap malam, seperti malam ini.
Dengan malas saya melihat jam yang bergerak di Hp
saya, ketika itu jam menunjukan 03.15 wib, ya sebenarnya saya menyetel alaramnya tepat jam 03.00 wib
berhubung bermalas-malasan diatas kasur terlebih dahulu jadinya molor 15 menit,
sebenarnya ketika itu mata saya ingin mengajak tidur lagi karena masi sangat
mengantuk, tetapi dengan sigap badanku langsung berdiri dan duduk di kasur,
didalam hati saya mengucapkan “astagfirullah!!!besok ulangan tafsir” dan
seketika itu pula ngantuk yang menghinggapi saya menghilang seketika.
Ya saya baru teringat,
kenapa saya menyetel alaram tepat jam 03.00 wib, hal ini disebabkan saya ingin
membaca kembali tafsir yang akan diujikan besok. Saya melihat kesamping kanan
dan terlihat setumpuk kertas disitu. Karena sebelum tidur saya sempat
membacanya dan meletakkannya disamping kanan saya. Saya teringat kalau malam
ini jadwla baca saya satu kali, ya kertas 11 halaman tersebut baru tiga kali
saya baca, dan masi belum menguasainya. Jadinya saya membuat jadwal ingin
dibaca setelah sholat tahajjud, karena keutamaan membaca ketika malam hari,
selain tidak ada yang menggangu konsentrasi belajar, kita dapat menguasai
materi lebih cepat daripada membaca ketika siang hari. Jadinya waktu paporit
belajarku ketika malam hari, akan tetapi belajar dimalam hari ini sangat banya
gannguan, diantara gangguan tersebut yang paling sulit dilawan yaitu rasa
ngantuk. Dan setiap orang mempunyai jurus yang berbeda-beda dalam mengatasi
ngantuk tersebut, kalau saya sendiri cukup minum kopi maka ngantuknya kabur
terbiri-birit.
Akhirnya saya berdiri dari
kasur, dan melihat hp saya yang nokia. Ternyata hp tersebut juga berbunyi, tapi
berhubung agak jauh dari tempat tidurku jadinya alaramnya tidak kedengaran. Dan
dilayar hp tersebut tertera nama panggilan tidak terjawab, dengan jelas saya
baca nama tersebut “Pbsb Feby” dalam pikiranku “ternyata dia sudah bangun
duluan” karena saya lihat dilayar dia memanggil pukul 03.09 wib. Saya teringat
ketika sebelum tidur saya sms dia, untuk membangunkan saya. Karena wanita yang
bertubuh sedang ini sering bangun ketika malam, jadinya saya bisa memanfaatkan
dia untuk membangunkan saya. Selain itu wanita yang sering dipanggil Feby ini merupakan
teman dekat saya sekarang ini, saya banyak belajar tafsir dari beliau. Selain
rajin perempuan yang berasal dari Ponorogo ini juga tterkenal dengan
kepintarannya ketika ujian tafsir, karena sudah lima kali ujian tafsir hanya
sekali dia tidak mendapatkan nilai yang tertinggi, ketika aku mengatakan
kepadanya bahwan aku bisa mengalahkannya, jika aku dapat mengalahkannya maka
dia harus menghafal Al-Quran sebanyak satu juz, dan jika saya kalah maka aku
yang mengahafal satu juz, dan mungkin dia down dengan janji kami maka
saya dapat mengalahkannya ketika itu saya mendapatkan nilai 83 dan dia 78,
tetapi yang lainnya dia selalu menang. Jadi sudah sewajarnya saya belajar
dengan dia bagai mana menjawab soal-soal yang dikasikan oleh ust. Ainul Yaqien.
Dan hasilnya terbukti, ya walaupun nilainya tidak setinggi Feby tapi lumaya
dibandingkan dengan teman-teman yang lainnya, ujian pertama saya mendapatkan
nila 90, kedua 65, keempat 83, dan kelima 75.
Dan pada hari ini saya
bertekad untuk mendapat nilai yang lebih besar dari yang kemarin, karena
sebagaimana hadits Rasulullah SAW:
“Barang siapa yang hari ini lebih
baik dari hari kemarin, maka dia termasuk golongan orang-orang yang beruntung,
barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah yang tergolong ortu-orang
yang merugi, dan barang siapa yang hari
ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang-orang yang celaka”. (HR. Hakim)
Ketika membaca hadits tersebut
sudah tertanam didalam diriku semangat untuk lebih baik nilai pada hari ini.
Sambil
lemas saya berdiri dan menuju kekamar mandi, dengan rasa malas saya mengambil
air wudlu dan seperti biasanya saya membaca doa dan dzikir, sama dengan apa
yang saya baca dibuku terapi sholta bahagia karangan prof. Ali aziz. Prof. Dr.
Moh. Ali Aziz mengatakan, jika kita tidak berdoa ketika berwudhu maka wudhu
kita hanyalah Formalitas belaka. Sebagaimana Abu Thalib Al Maliki berkata
“Wudlu yang dikerjakan tanpa mengingat Allah mengundang setan-setan
mengerumuninya seperti lalat yang mengerumuni setetes madu.”
Selanjutnya pengarang kitab terapi sholat bahagia ini menjelaskan bahwa wudlu
adalah sarana pembersihan jiwa dimulai dari bagian yang paling luar dari
tubuh sampai bagian yang paling dalam
yakni rohani kita. Wudlu merupakan
proses pribadatan kepada Allah SWT sebagaimana proses ibadah shalat. Rasulullah
SAW membedakan wudlu yang disertai dzikir dan yang tidak. “Barangsiapa
mengingat Allah ketika wudlu, maka seluruh tubuhnya akan disucikan-Nya. Dan
barangsiapa yang tidak mengingat-Nya, maka tubuhnya tidak disucikan-Nya kecuali
bagian yang terkena air” (HR. Al Daruquthni dari Abu Hurairah r.a).
Tidak
hanya sebatas keutamaan berdzikir ketika berwudhu dosen UINSA ini juga
menjelaskan bagaimana cara-cara berwudlu baik itu bagian sunah ataupun wajib
beliau jelaskan secara mendetail dan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh
semua kalangan dari profesor sampai kepada masyarakat awam.[4]
Dengan
perasaan malas saya mulai menghidupkan keran, karena mungkin sudah kebiasaan
dipondok dulu, saya selalu mengerjekan sunh-sunah ketika berwudlu, jika tidak
mengerjakan sunah terasa ada yang kurang dalam berwudlu. Sebenarnya sangat
banyak sunah yang dapat kita lakukan ketika berwudlu tapi yang sering saya
lakukan hanya, mencuci tangan, berkumur-kumur, membersihkan hidung, dan mengusap
telinga.
Ketika air sudah mengalir dari kran, dengan
segera saya mencuci tangan saya, dimulai dari telapak tangan sampai kesela-sela
jari. Kemudian membersihkan kotoran-kotoran yang ada didalam kuku, sambil
mencuci tangan tersebut didalam hati saya menyebut nama Allah dan bersyukur
atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT kemudian saya berdoa, Wahai Allah, segala puji bagi-Mu.
Ampunilah semua organ tubuh yang saya sucikan dengan wudlu ini.
Setelah
dirasa tangan saya bersih, akupun memasukkan air kedalam mulut kemudian
berkumur-kumur dengan air tersebut dengan tujuan untuk membersihkan mulut dan
gigi. Kemudian saya membaca doa yang saya dapatkan dari buku terapi sholat
bahagia, Wahai Allah, segala puji bagi-Mu. Ampunilah semua dosa dari organ
tubuh yang saya sucikan dengan wudlu ini. Doa ini bertujuan adanya cahaya
Allah di mulut, sehingga kita selalu berbicara yang benar. Kita berharap pula
ampunan dari semua dosa yang bersumber dari mulut.
Habis
mencuci mulut dengan replek langsung mencuci hidung, adapun mammpat dari
mencuci hidung ini ialah dapat membersihkan bulu-bulu yang tumbuh pada dinding
lubang hidung serta kotoran yang singgah di dalamnya. Dengan demikian, hidung
menjadi bersih , pernapasan semangkin lancar dan paru-paru lebih sehat. Saya
teringat dengan hadits nabi SAW, Dari Abu Hurairah r.a, sesungguhnya Nabi SAW
bersabadah, “Jika seseorang diantara kalian berwudlu , hendaklah dia
memasukkan air ke dalam hidungnya dan kemudian mengeluarkannya” (HR. Al
Bukhari, Muslim dan Abu Daud).
Dari hadits
diatas sudah sangat jelas bahwah nabi menganjurkan kepada kita untuk memasukkan
air kehidung, hal ini disebabkan Nabi SAW sudah tahu bahwa hal tersebut dapa
mensehatkan tubuh manusia. Kemudia saya mengakhiri membersihkan hidung ini
dengan doa, Wahai Allah, segala puji
bagi-Mu. Ampunilah semua dosa dari organ tubuh yang saya sucikan dengan wudlu
ini.
Setelah
membasuh tiga anggota badan tadi ngantuk saya sudah tidak terasa lagi, dan
badan saya mulai merasakan kesegaran, bukan hanya anggota badan bagian luar
saja tetapi bagian rohani saya juga merasa nyaman.
Setelah
melakukan sunah didalam wudlu kemudian saya melakukan yang wajib (yang harus
dikerjakan didalam berwudlu) diantaranya membasuh muka, membasuh tangan,
mengusap kepala, dan membasuh kaki.
Yang
pertama saya membasuh muka, hal ini disebabkan begitu banyak dosa-dosa yang
dikeluarkan dari indera di wajah ini diantaranya pandangan yang berdosa, tutur
kata, sinisme, dan amarah yang tercermin diwajah kita. Dan masih banyak
dosa-dosa yang kita lakukan akibat kegagalan kita menjaga indera dan wajah.
Selain
itu juga diakhirat nanti Allah akan membangkitkan manusia dalam keadaan muka
yang berbeda-beda, sebagaiman firman Allah SWT didalam ([03]: 106-107)
يَوۡمَ
تَبۡيَضُّ وُجُوهٞ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٞۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ٱسۡوَدَّتۡ
وُجُوهُهُمۡ أَكَفَرۡتُم بَعۡدَ إِيمَٰنِكُمۡ فَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ بِمَا كُنتُمۡ
تَكۡفُرُونَ ١٠٦ وَأَمَّا
ٱلَّذِينَ ٱبۡيَضَّتۡ وُجُوهُهُمۡ فَفِي رَحۡمَةِ ٱللَّهِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ
١٠٧
106. pada hari
yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam
muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan):
"Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab
disebabkan kekafiranmu itu”. 107. Adapun
orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah
(surga); mereka kekal di dalamnya” (QS. Ali ‘Imran [3]: 106-107).
Dalam beberapa hadits Nabi SAW menjelaskan tentang mereka
yang berwajah putih berseri tersebut adalah orang yang banyak berwudlu dan
bersujud. Semoga dengan wudlu ini, wajahku selalu segar dan bersih. Itulah
identitas penampilan seorang muslim: selalu ceriah, bersih dan sehat. Semoga
dengan berwudlu ini wajahku bersinar dan berserih dihadapan Allah.
Maka untuk mendapatkan
semua itu seharusnyaketika membasuh muka
membaca doa sebagai berikut:
اَللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِى يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ
وَتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ
Artinya:
"Ya Allah..! Berilah cahaya di wajah-ku Pada hari bercahaya".
"Ya Allah..! Berilah cahaya di wajah-ku Pada hari bercahaya".
Ketika sedang asyik mebasuh muka, saya juga membacakan niat berwudlu.
Karena sebuat niat dilaksankan ketika awal kita mengerjakan pekerjaan tersebut
dan berhubung wajibnya wudlu dimulai dari membasuh muka, maka niat kitapun
berbarengan pada saat membasuh muka tersebut. Begitu juga dengan sholat, kita
melaksankan niat ketika takbirotul ihrom maka disana, wajib melpaskan
niat.
Adapun
hukum dari niat, menurut yang saya baca didalam kitan Safinatun an-Najah kitab
yang membahas tentang hukum-hukum yang ada didalam Islam atau yang sering
disebut dengan Fiqih. Didalam kitab tersebut dijelaskan bahwah hukum dari niat
yaitu wajib, adapun tempatnya yaitu didalam hati. Akan tetapi lebih utama jika
kita melapaskn atau mengucapkan niat tersebut, karena hukum melapaskannya
berupa sunah. Sedangkan niat yang didalam hati itu hukumnya wajib dan
mengucapkannya ketika kita melakukan pekerjaan tersebut.
Setelah
membasuh muka dan niat sudah dilapaskan, saya mulai membasuh kedua tangan saya.
Mengapa tangan harus dicuci ketika berwudlu? Hal ini mungkin banyak ditanyakan
oleh orang-orang yang awam (kurang paham terhadap ilmu pengetahuan tentang
agama) dan sebagian orang nonmuslimpun banyak yang menanyakan hal ini.
Tangan
harus dibasuh ketika berwudlu karena tangan merupakan salah satu anggota tubuh
yang sangat rentan terhadap kejahatan. Dengan tangan dapat menyebabkan
kekerasan yang menyulut pertumpahan darah. Dengan anggota badan tersebut
manusia dapat melakukan korupsi yang menyengsarakan jutaan orang, selain itu
tangan bisa menulis tulisan yang menyesatkan dan penuh fitnah. Kemudian dengan
tangan manusia bisa mengirim pesan melalui telpon seluler dan internt yang
mengundang kemaksiatan. Semua yang telah diperbuat oleh anggota badan ini
terutamanya kedua tangan, mereka akan mejadi saksi di hari kiamat kelak, dan
mereka melaporkan semuanya kepada Allah AWT tentang apa yang telah diperbuat
oleh manusia. Sebagaimana firman Allah SWT:
ٱلۡيَوۡمَ
نَخۡتِمُ عَلَىٰٓ أَفۡوَٰهِهِمۡ وَتُكَلِّمُنَآ أَيۡدِيهِمۡ وَتَشۡهَدُ
أَرۡجُلُهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ٦٥
Artinya:
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka;
dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka
terhadap apa yang dahulu mereka usahakan” (QS. Yasin[36]:65).
Maka
dengan air wudlu, kita berharap tangan kita dijauhkan Allah dari dosa, dan
dengan pengampunan, tangan tidak lagi bersaksi di hadapan Allah atas dosa yang
telah kita kerjakan.
Dengan
sambil meyiram air ketangan, saya memohon kepada Allah SWT semoga dengan air
wudlu ini tangan kita dapat menghasilakn rizki yang penuh berkah, mudah untuk
menolong orang, dan bisa menghasilkan karya yang bermamfaat bagi umat manusia.
Yang pertama saya membasuh tangan kana terlebih dahulu dibarengkan dengan
membaca doa:
اللَّهُمَّ اَعْطِنِى كِتاَبِى
بِيَمِيْنِى وَحَاسِبْنِى حِسَاباً يَسِيْراً
Artinya:
"Ya Allah ,..! Berikanlah kepadaku kitabku dari sebelah kanan dan hitunglah amalanku dengan perhitungan yang mudah".
"Ya Allah ,..! Berikanlah kepadaku kitabku dari sebelah kanan dan hitunglah amalanku dengan perhitungan yang mudah".
Selanjutanya
dilanjutkan dengan membasuh tangan kiri. Sama dengan yang kanan saya juga
membaca doa sebagai berikut:
اَللَّهُمَّ لاَ تُعْطِنِى كِتاَبِى
مِنْ يَساَرِىْ وَ لاَ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِىْ
Artinya:
"Ya Allah..! Aku berlindung dengan-mu dari menerima kitab amalan-ku dari Sebelah kiri atau dari sebelah belakang".
Setelah dirasa kedua tangan sudah bersih, sayapun beranjak ke rukun
berikutnya, yaitu mengusap kepala. Didalam al-Quran sendiri banyak sekali Allah
SWT menegur manusia mengenai berpikir diantaranya, “ apakah engaku tidak
berfikir? Tentu hal ini merupakan tandatanya yang besar, mengapa Allah SWT
banyak menyinggung manusia mengenai manusia. Padahal keutamaan manusia dengan
makhluk lainnya yaitu terletak di cara ia menggunakan otak/berfikir. Etatpi
dengan ayat-ayat yang menyatakan apakah engaku tidak berfikir? Hal ini
seolah-seolah manusia tidak banyak yang menggunakan akal fikrannya. Hal ini
disebabkan kebanyakan dari manusia tidak menggunakan akal fikrannya dengan
jalan kebenaran. Jadi seolah-olah akal fikirannya tidak berfungsi sebagimana
mestinya, mereka tidak memikirkan nikmat yang Allah berikan kepada mereka,
selain itu mereka juga tidak menyadari bagaimana alam ini bisa terbentuk, dan
beredarnya matahari tampa ada yang bertabrakan. Kebanyakan dari mereka hanya
berfikir mengenai hal-hal duniawi semata, sehingga lalai dnegan zat yang maha
berkuasa di alam semesta ini.
Dan mereka yang tidak menggunakan pemikiran mereka kepada
jalan kebenaran akan benar-benar menyesal dengan apa yang telah mereka kerjakan.
Sebagaimana firman Allah SWT:
وَقَالُواْ
لَوۡ كُنَّا نَسۡمَعُ أَوۡ نَعۡقِلُ مَا كُنَّا فِيٓ أَصۡحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ ١٠
Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan
(peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang
menyala-nyala" (QS. Al Mulk [67]:70).
Dengan air wudlu ini saya berdoa
didalam hati semoga saya terhindar dari sifat-sifat tersebut. Semoga dengan air
yang menetes diatas kepalaku ini bisa membawa ke akal yang berfikir sacara
sehat, dianugrahi intelektual dan kecerdasan emosional, sehingga saya dapat
berfikir positif atas semua takdir Allah, dan berfikirpositif terhadap sesama
muslim, selalu kreatif dan inovatif.
Selanjutnya saya
membaca doa:
Artinya:
"Ya Allah..! Haramkan rambut-ku dan kulit-ku dari Neraka dan lindungilah aku dari (Arsymu) pada hari tidak ada perlindungan kecuali perlindungan-mu". Semoga dengan doa ini saya akan menjadi lebih baik dari yang kemarinnya. Karena segala perbuatan manusia itu tergantung dengan akal pikirannya sendiri, jika akal berfikir yang postif sudah barang tentu perbutannya menjadi positif, dan begitu juga sebaliknya, jika banyak berfikir negatifnya, maka perbuatan orang tersebut akan menjadi negatif. Sehingga jika kita terjauh dari pemikiran yang negatif niscaya Allah akan menjauhkan kita dari panasnya api neraka.
"Ya Allah..! Haramkan rambut-ku dan kulit-ku dari Neraka dan lindungilah aku dari (Arsymu) pada hari tidak ada perlindungan kecuali perlindungan-mu". Semoga dengan doa ini saya akan menjadi lebih baik dari yang kemarinnya. Karena segala perbuatan manusia itu tergantung dengan akal pikirannya sendiri, jika akal berfikir yang postif sudah barang tentu perbutannya menjadi positif, dan begitu juga sebaliknya, jika banyak berfikir negatifnya, maka perbuatan orang tersebut akan menjadi negatif. Sehingga jika kita terjauh dari pemikiran yang negatif niscaya Allah akan menjauhkan kita dari panasnya api neraka.
Melangkah kerukun berikutnya,
tanganku mulai bergerak ketelinga. Saya juga bingung mengapa salah satu sunah
dalam wudlu tetapi dikerjakan dipertengahan rukun? Hal menunjukkan betapa
dahsyatnya kekuatan dari mengusap telinga, walaupun hal tersebut sunah tapi
derajatnya hampir sama dengan mengerjakan rukun. Mengapa tidak? Hal ini bisa
kita lihat dengan menggunakan telinga kita bisa mendengarkan alunan ayat-ayat
suci al-Quran, dan bisa mendengarkan panggilan azan sehingga kita bisa mengetahui
wakutunya sholat atau belum.
Akan tetapi kita beristighfar kepada
Allah SWT karena lebih sering kehilangan kepakaan telinga kita. Saya sering
ketika dikamar ketika mendengarkan azan hanya sebatas menjawabnya saja tetapi
tidak bangkit melaksanakan sholat secara berjamaah dimasjid. Ketika
mendengarkan lantunan ayat suci al-Quran, namun tidak ada getaran didalam jiwa.
Padahal salah sifat orang mukmin yaitu jika dibacakan ayat-ayat Allah maka
bergetarlah hatinya, sebagaimana firman Allah SWT:
إِنَّمَا
ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتۡ قُلُوبُهُمۡ وَإِذَا
تُلِيَتۡ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتۡهُمۡ إِيمَٰنٗا وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ
يَتَوَكَّلُونَ ٢
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama
Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah
iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal” (QS. Al-Anfal [8]:2).
Dari ayat diatas maka kita bisa
megetahui betapa besarnya pungsi dari kedua telinga kita. Hal ini bisa kita
lihat dalam potongan ayat tersebu yaitu “apa bila disebutkan”, hal ini
merupakan kata kunci, jika seseorang menyebutkan sudah otomatis kita
mendengarkan. Jadi jika kita mendegarkan orang yang menyebut nama Allah maka
gemetarlah hati kita, dan jika kita mendengar orang yang membaca ayat suci
al-Quran maka bertambahlah iman kita. Mengapa hal ini bisa terjadi? Tentu
pertanyaan ini pernah terbesit didalam hati kita. Jawabannya jika kita
mendengarkan lalu kita masukan pendengaran tersebut kedalam hati, sudah barang
tentu hati kita akan memproses pendengar tersebut sehingga terjadilah gemetaran
keimanan didalam jiwa kita, jika hati bergetar maka iman kita akan bertambah.
Akan tetapi banyak kita lihat
sekarang ini banayk dari umat Islam sendiri jika mendengarkan nama Allah SWT
dan kalam Allah tetapi tidak ada respon didalam jiwa ini. dengan kata lain jiwa
kita tidak tersentuh sama sekali. Hal ini disebabkan karena kita berwudlu tapi
tidak berzikir kepada Allah SWT, kita berlindungan kepada tuhan semesta alam
semoga kita tidak termasuk umat yang sperti diatas.
Karena dengan mengusap telinga atau
membasuhnya setiap saat dengan berzikir kepada Allah SWT, akan meningkatkan
sensitifitas sacara menakjubkan. Hal ini bisa kita rasakan jika kiata akan menjadi
tenang dan selalu didalam getaran-getaran keiman kepada Allah SWT sebagaimana
dijelaskan didalam ayat sebelumnya.
Sambil berdiri mengusap daun
telinga, didalam hati saya membacakan doa:
اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ
الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ اْلقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ
Artinya:
"Ya Allah..! Jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mendengarkan kata dan mengikuti sesuatu yang terbaik".
"Ya Allah..! Jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mendengarkan kata dan mengikuti sesuatu yang terbaik".
Setelah mebasuh kedua telinga, maka saya mengerjakan rukun didalam wudlu
yang terakhir didalam pelaksanaanya, tetapi ada yang lebih terakhir yaitu kita
harus tertib didalam melaksanakan rukun, yang dimulai dari niat, membasuh muka,
mencuci kedua tangan, mengusap sebagian kepala, membasuh kaki dan yang terakhir
tertib. Dan sekarang saya akan membasuh kedua kaki.
Kaki merupaka salah satu organ tubuh
yang sangat penting bagi manusia. Kaki berfungsi untuk penyangga tubuh manusia
dan kaki merupakan oragan tubuh yang paling banyak beraktifitas. Dengan
menggunakan kaki kita bisa melanggkah ke masji, selain itu kita bekerja sangat
membutuhkan yang namanya kaki. Tetapi sangat banyak manusia yang tidak
menyadari akan nikmat kaki ini. mereka terus mengeluh kepada Allah akan
penderitaan yang mereka dapatkan. Padahal mereka sudah diberikan nikmat yang
begitu besar oleh Allah SWT yaitu berupa kesehatan dan kesempurnaan anggota
tubuh kita.
Oleh karena itu sudah sewajibnyalah
kita bersyukur atas nikmat yang telah berikan kepada kita, terutama nikamat
kedua kaki. Kita harus menjaga agar nikamta yang Allah telah berikan ini tidak dicabut
oleh Allah, dengan cara kita merawat kaki kita agar tetap kuat dan sehat. Agar
tetap sehat dan kuat aliran adarah yang ada pada kaki kita harus tetap mengalir
denga stabil. Dan salah satu cara agar aliran darah tetap stabil, yaitu dengan
cara berwudlu karena dengan berwudlu kaki kita akan tetap bersih dan segar
karena siraman air yang dapat
menstabilkan aliran darah.
Sambil mengalirkan air kekaki
didalam hati saya berdoa agar kedua kakiku ini tetap tersinari cahaya Allah.
Sehingga dengan cahaya itu, setiap ayunan kaki dapat menghasilakan zikir kepada
dan karya yang terbaik untuk manusia. Kemudian saya beristigfar kepada Allah
atas semua dosa melalui kaki, sehingga pada akhirat nanti ketika dihadapan
Allah SWT kakiku ini hanya bersaksi atas kebaikan-kebaikan yang telah kita
perbuat. Kemudian melapaskan doa yang pernah saya pelajari dipondok dahulu:
اَللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمَّي عَلَى
الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ اْلاَقْدَامُ
Artinya:
"Ya Allah..! Mantapkanlah kedua kaki-ku di atas titian (Shirothol Mustaqim) pada hari di mana banyak laki-laki yang tergelincir.
"Ya Allah..! Mantapkanlah kedua kaki-ku di atas titian (Shirothol Mustaqim) pada hari di mana banyak laki-laki yang tergelincir.
Setelah sudah melaksanakan semua rukun didalam wudlu dimulai dari niat
sampai tertib, saya menutup wudlu saya dengan membaca doa yang telah diajarka
oleh Rasulullah SAW:
أَشْهَدُ
اَنْ لاَإِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ اَنَّ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنَ
الْمُتَطَهِّرِيْنَوَجْعَلْنَيْ مِن عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ
Artinya: “Saya
bersaksi tiada Tuhan selain Allah satu-satunya dan saya bersaksi bahwa Nabi
Muhammad adalah hamba utusan-Nya” (HR. Muslim dari Umar r.a.). selain doa
diatas nabi juga menganjurkan memohon “Berikan kami pengampunan, keluarga
yang bahagia dan rezeki yangpenuh berkah” (HR. Al Nasa-i dar Abu Musa
Al-Asy’ary r.a).
Semoga denga wudluku ini dapat
menghasilkan kematapan iman dan diberikan pengampunan Allah SWT, sehingga air
yang sudah mengalir tadi bukanlah air biasa, melainkan air mata keimanan dan
pengampunan dari Allah SWT.
Setelah mengambil air wudlu, ketika
saya kembali kekamar udara terasa dingin, tetapi tidak sampai menusuk tulang.
Ketika samapai di kamar saya melihat teman satu kamarku masi dalam keadaan
tidur pulas. Mungkin dia kecapain karena mengerjakan tugas yang belum selesai
dia kerjakan. Ya, saya teringat ketika mau tidur tadi malam saya sudah
siap-siap tidur dia masi didepan laptopnya. Tidak tahu apa yang dia kerjakan,
menurut husnudzon saya mungkin tugas dia mengerjakan tugasnya yang belum
selesai.
Sebenarnya saya sangat bersyukur
kepada Allah karena tidak seperti teman-teman yang lain, didalam kamar saya
hanya diisi dua orang saja. Jadi kamar yang berukuran 4x4 M terasa sangat luas
jika diisi dua orang, kalau teman-teman yang lain kebanyakan dari mereka berisi
3 sampai 4 orang dalam satu kamar. Ini
merupakan salah satu nikamat yang telah diberikan Allah SWT, tetapi kamar saya
ini mempunyai resiko, yaitu terletak di lanatai 5, jadi sangat susah jika mau
turun kebawa, membutuhkan tenaga ekstra, tetapi dari sana dapat saya ambil
hikmahnya, yaitu saya bisa berolahraga secara gratis.
Meskipun hanya dua orang tetapi
suasana kamar kami, tetap tidak terasa sepi. Teman satu kamar berasal dari
Sulawesi Selatan tepatnya di kota Pangkep. Ya temanku yang sering disapa dengan
panggilan ini Rahmat ini merupakan orang yang pekerja keras, semuanya mau dia
pelajari dimulai menghafal al-Quran, banjari dan sholawatan dia pelajari semua.
Kebetulan saya juga dalam proses menghafal al-Quran jadinya kami bisa saling
membantu untuk mengahafal al-Quran. Selain Rahmat ada juga teman dari kamar
lain yang sering main dikamar saya, dia merupakan teman dekat saya sehingga dai
sering main dikamar saya daripada tinggal dikamar dia sendiri. Temanku yang
satu ini berasal dari Balik Papan, dia juga dalam proses menghafal al-Quran.
Selain itu temanku yang sering dipanggil dengan sebutan Munir ini jika ada waktu
kosong sering main PS play station sama sepertiku.
Setelah mengganti pakain tidurku
dengan pakain sholat, saya sudah siap-siap untuk melaksanakan sholat, yang
sering disebut dengan sholat Tahajjud. Sebelum sholat saya melihat jam di
ponsel yang terletak di atas meja kecil didekat jendela. Katika itu jam masi
menunjukan pukul 03.20 Wib. didalam pikiranku masi ada waktu setelah sholat
nanti untuk belajar tafsir.
Didalam sholat segal puja-puji
syukur, saya haturkan kepada Allah SWT karena masih diberi hidayah oleh Allah
untuk melaksanakan sholat tahajjud ini. kalau bukan karena hidaya dari Allah
maka saya tidak akan bisa melaksanakan sholat tahajjud ini. Selain itu jika
kita melaksanakan sholat tahajjud maka kita kan yang tersmasuk yang sedikit
sebagaimana Allah berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا
ٱلۡمُزَّمِّلُ ١ قُمِ
ٱلَّيۡلَ إِلَّا قَلِيلٗا ٢
Artinya:
1. Hai orang yang berselimut (Muhammad)
2. bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya).
(QS. Al-Muzammil
[73]:1-2).
Kalau menurut pengertian dari ayat
diatas Allah SWT menyuruh orang-orang yang sedang dalam keadaan tertidur pulas
disuruh bangun. Hal ini disebabkan sangat sedikitnya orang yang mau bangun
untuk bersujud kepada Allah pada saat waktu malam. Karena kebanyakan dari
manusia menghabiskan waktu istirahatnya untuk diri sendiri, dan tidak mau
menyisihkan sedikit dari waktunya untuk beribadah. Pada ayat kedua “bangunlah
(untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya)” Allah
berfirman kepada hambanya untuk bangun dan mengerjakan shalat, dan dilanjutkan
Allah berfirman bangunlah wahai hamba-hambaku, sangat sedikit orang-orang yang
mau memunihi panggilanku ini.
Oleh karena itu saya sangat
bersyukur kepada Allah karena pada kesempatan ini dapat memebuhi panggil sang
pencipta manusia. Diakhir ayat Allah berfirman “Kecuali sedikit” dalam
penggalan ayat ini sudah sangat jelas bahwa manusia sangat sedikit yang
beribadah pada waktu pertiga terakhir ini. kalau yang beribadah sedikit sidah
pasti saingan kita untuk mendapatkan kasih sayang Allah juga sedikit. Sama
seperti kita mau tes untuk mendapatkan pekerjaan apabila sedikit saingan maka
kita akan senang karena kita berfikir bahwa mempunyai kesempatan untuk diterima
di kantor tempat kita daftar tersebut. Itu jika ibaratkan dengan pekerjaan
(dengan urusan dunia) dan begitu juga dengan kita beribadah kepada Allah.
Niscaya semua hajat yang kita samapaikan kepada Allah akan langsung di Ijabah
diterima oleh Allah. Karena Allah yang memiliki seluruh yang di alam
semesta ini, jadi sudah sewajarnya jika Allah mendengarkan semua hamba-hambanya
yang memintak di pertiga terakhir ini. karena Allah ingin membalas kepada
hamba-hambanya yang secara ikhlas menyisihkan sedikit dari waktu istirahatnya,
untuk beribadah kepada-Nya.
Selain itu saya juga bersyukur
kepada Allah karena selain dari itu masi banyak lagi kemulian yang diberikan
Allah kepada orang-orang yang shalat tahjjud:
Setidaknya, ada beberapa manfaat sholat tahajud yang disampaikan dalam
penelitian, yaitu.
1. Penghapus dosa dan mencegah berbuat
dosa
Seperti yang disampaikan di atas, sholat tahajud
adalah ibadah yang selalu dilakukan oleh orang-orang shaleh. Ibadah ini
mendekatkan diri seorang manusia kepada pencipta-Nya, Allah SWT. Bisa dibilang
sholat tahajud mampu menjadi media penghapus dosa seseorang. Mereka pun
pastinya memperkuat iman dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa besar maupun
kecil. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa sholat malam adalah ibadah yang
sering dilakukan oleh orang-orang shaleh. Ibadah ini dapat mendekatkan seseorang
kepada Sang Pencipta, jalan menghapuskan dosa serta mencegah muslimin untuk
berbuat dosa.
2. Tanda takwanya terlihat di muka
Orang yang selalu melaksanakan sholat tahajud
akan terlihat bersinar wajahnya. Inilah yang menjadi tanda bahwa seseorang tersebut
bertakwa kepada Allah SWT. Tanda-tanda ketakwaan tersebut selalu terlihat oleh
orang-orang di sekitar mereka. Hal tersebut bisa jadi pelecut semangat bagi
kaum muslimin yang lain untuk selalu melaksanakan shalat tahajud. Shalat
tahajud tetap menjaga keimanan seseorang teguh kepada sang Maha Penyayang.
3. Melancarkan aliran darah di tubuh
Sholat tahajud biasanya dilakukan pada pukul
03.00 pagi. Setiap muslim umumnya terbangun pada jam tersebut untuk mengerjakan
sholat tahajud dan beribadah pada Sang Pencipta. Ibadah ini nyatanya tak hanya
sekedar berbagi keluh kesah, namun memberikan udara segara bagi seluruh organ
tubuh. Ketika itu, udara di atmosfer masih sangat segar dan dihirup oleh
paru-paru. Tubuh kita pun menggerak-gerakkan seluruh otot yang membuat badan
segar seketika dan seluruh aliran darah terasa lancar. Oksigen segar akan
menghilang ketika matahari terbit dan kembali pada pagi berikutnya. Hanya
orang-orang yang terbangun untuk melaksanakan sholat tahajudlah yang bisa
merasakannya.
4. Membesarkan rongga paru-paru
Manfaat gerakan sholat
nyatanya memberikan efek positif bagi kesehatan manusia. Gerakan takbiratul
ihram yang diikuti dengan bersedekap sebenarnya membuka rongga paru-paru lebih
lebar. Hal tersebut diketahui mampu memperlancar aliran udara menuju paru-paru.
Kerap kali kita merasakan paru-paru jauh lebih lapang daripada sebelumnya. Hal
ini tidak bisa dipungkiri sebagai salah satu olah napas yang sangat baik selain
berolahraga.
5. Jaminan masuk surga
Rasulullah pernah mengatakan bahwa siapapun yang
melaksanakan shalat tahajud, maka jaminan surga baginya. Hal ini sempat pula
diriwayatkan dalam salah satu hadits, sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Wahai manusia, sebarkanlah salam, beri makanlah,
sambung tali kasih, salat malamlah saat orang pada terlelap, maka masuklah
surga dengan selamat”. (HR. Al-Hakim, Ibnu Majah, At-Tirmizy).
6. Pikiran jauh lebih segar
Bangun tidur pastinya Anda memiliki pemikiran
yang jauh lebih jernih. Bayangkan saja, dalam 1 hari jantung manusia bekerja
100.000 kali dan bernapas sebanyak 20.000 kali. Setiap organ tersebut
memerlukan waktu istirahat yang cukup. Nyatanya tidur adalah istirahat yang
sangat baik bagi tubuh. Dengan begini, seluruh organ tubuh akan beristirahat
dari setiap tugas beratnya. Tidur membantu tubuh memulihkan sel yang sempat
terganggu, menambah kekuatan dan otak pun kembali bekerja dengan baik. Alasan
tersebutlah yang menjadikan shalat tahajud dilaksanakan setelah bangun dari
tidur. Pikiran yang jauh lebih fresh dan segar membuat gerakan shalat kita juga
khusyu’ memaknai ayat-ayat Al-Qur’an.
7. Mendapat keringanan ketika dinasab di
akhirat
Keutamaan lainnya dari shalat tahajud adalah
keringanan di hari akhir nanti. Setiap orang pastinya mempunyai catatan dosa
dan pahala yang akan diterima di akhirat. Apabila catatan amalnya lebih banyak,
niscaya surga tempatnya. Namun bila sebaliknya, sudah barang tentu neraka adalah
tempat yang tepat. Bagi kaum muslim yang taat, shalat tahajud bisa menjadi
media untuk mendapatkan keringanan ketika dinasab di akhirat. Allah akan
memberikan keutamaan ini kepada mereka yang memohon ampun dan berdoa di
sepertiga malam.
8. Memperoleh cinta Allah
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, bahwa orang
yang selalu melaksanakan shalat tahajud akan memperoleh cinta dari Allah SWT.
Sebagaimana Beliau bersabda pada Abu Darda’ r.a. tentang keutamaan shalat
tahajud ini. Mereka yang memilih bangun di tengah malam dan meninggalkan
kenyamanan tidur, niscaya akan mendapat cinta dari Allah SWT. Kaum mukmin
tersebut memutuskan meninggalkan syahwat mereka dan bersujud di hadapan
sajadah. Segala pengampunan doa diberikan Allah kepada orang-orang tersebut.
Tentu saja cinta Allah kepada orang-orang shaleh tak berputus hingga hari akhir
dan perhitungan nanti.
9. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Secara bio-teknologi, penemuan baru menyebutkan
bahwa shalat tahajud mampu meningkatkan daya tahan tubuh seseorang. Di samping
itu, bagi para penderita kanker akan merasakan manfaat lainnya, yaitu
menghilangkan rasa nyeri yang kerap melanda. Pada bidang ini pula dikatakan
bahwa shalat tahajud meningkatkan respon positif yang sangat efektif dalam
anastesi pra bedah. Alasan inilah yang menjadikan mengapa shalat tahajud sangat
baik dilaksanakan oleh penderita penyakit berat sekalipun. Anda akan merasakan
begitu banyak manfaat dalam gerakan shalat malam tersebut.
10. Shalat yang paling afdol setelah 5
waktu
Kewajiban setiap muslim dan muslimin di seluruh
dunia adalah mengerjakan shalat 5 waktu. Allah SWT menyukai umat-Nya yang
selalu mengingat-Nya baik dalam keadaan senang maupun sedih. Tak ada tempat
berbagi ataupun mengadu yang lebih baik selain kepada Allah SWT. Shalat tahajud
menjadi salah satu ibadah yang paling afdol setelah shalat 5 waktu. Shalat
tengah malam memberi kesempatan kepada Anda untuk beribadah lebih khusyu’.
Waktu tersebut juga sangat tepat untuk berkeluh kesah dan memohon ampunan dari
Sang Pencipta.
Jadi dengan diberikannya kesempatan untuk
beribadah disepertiga akhir malam ini saya sangat bersyukur atas nikmat
tersebut. Karena pada hakikatnya itulah nikmat yang sangat besar diberikan
Allah SWT, memang pada hakikatnya nikmat tersebut tidak enak dikerjakan, karena
tidak banyak orang yang mau mengurangi jatah tidurnya. Akan tetapi dengan susah
dan tidak enak tersebut Allah langsung membalasnya didunia dan akhirat.
Setelah dua rakaat
dilaksankan, saya melanjutkan dua rakaat lagi karena biasanya saya sering
melaksankan shalat tahajjud empat rakaat. Ketika didalam keadaan shalat, saya
mengingat-mengingat betapa agungnya tuhan semesta alam ini yang mampu mengatur
apa yang ada dialam semesta ini. Selain itu saya juga mencoba untuk mengingat
berapa banyak nikamat yang Allah berikan kepada saya, terus seberapa besar dosa
yang saya telah perbuat. Saya tidak bisa membayangkan di yaumul mizan (hari
perhitungan) nanti jika tidak mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Karena
walaupun kita banyak beribadah akan tetapi tidak mendapatkan rahmat Allah maka
kita tidak akan bisa masuk kedalam surganya Allah SWT.
Tidak terasa 4 rakaat
telah saya lakukan shlat tahajjud. Setelah salam seperti biasanya saya
berdzikir yang sering saya lakukan, subhanallah 33x, walhandulillah 33x, dan
allahuakbar 33x. Meskipun dzikir ini sangat singkat tapi ketiga amalan ini
langsung diajarkan oleh Rasulullah SAW, dan sangat banyak faedah (manfaatnya)
sebagaimana sabda beliau:
Dari Abu Sa’id Al Khudri dan Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah telah memilih
empat perkataan: subhanallah (Maha suci Allah) dan alhamdulillah (segala puji
bagi Allah) dan laa ilaaha illa allah (tidak ada sesembahan yang berhak
disembah selain Allah) dan Allahu akbar (Allah maha besar). Barangsiapa
mengucapkan subhaanallah, maka Allah akan menulis dua puluh kebaikan baginya
dan menggugurkan dua puluh dosa darinya, dan barangsiapa mengucapkan Allahu
Akbar, maka Allah akan menulis seperti itu juga, dan barangsiapa mengucapkan
laa Ilaaha illallah, maka akan seperti itu juga, dan barangsiapa mengucapkan
alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin dari relung hatinya maka Allah akan menulis
tiga puluh kebaikan untuknya dan digugurkan tiga puluh dosa darinya.” (HR.
Ahmad 2/302. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya shahih). Maha suci Allah hanya dengan berdzikir
seperti itu sudah sangat banyak pahala yang kita dapatkan. Didalam hatiku
berkata semoga saja saya bisa mendapatkan apa yang seperti didalam hadits
tersebut. Kalau dilihat secara sepintas agama islam itu mudah tapi untuk
menjalankan apa-apa yang dilrang didalam agama Islam itu sangat sulit.
Setelah berdzikir kepada
Allah, saya ingin menyampaikan hajat saya kepada Allah. Karena tidak ada tempat
memintak selain dari Allah SWT, hanya Allah-lah satu-satunya tempat memintak.
Sebagaimana firman Allah SWT:
ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ٢
Artinya:
“Allah tempat
memintak segala sesuatu” (QS. Al-Ikhlas [112]:2).
Menurut
tafsir al-Azhar yang dikarang oleh Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah atau
yang sering disapa dengan sebutan buya Hamka beliau menyebutkan bahwa segala
sesuatu ini adalah Dia yang menciptakan, sebab itu maka segala sesuatu itu
kepada-Nyalah bergantung. Ada atas kehendak-Nya.
Kata
Abu Hurairah: “Arti Ash-Shamadu ialah segala sesuatu memerlukan dan
berkehendak kepada Allah, berlindung kepada-Nya, sedang Dia tidaklah berlindung
kepada sesuatu jua pun.
Husain bin Fadhal mengartikan: “Dia berbuat apa
yang Dia mau dan menetapkan apa yang Dia kehendaki.”
Muqatil mengartikan: “Yang Maha Sempurna,
yang tidak ada cacat-Nya.” Jadi
dapat kita simpulkan Allah-lah sebaik-baik tempat berlindung dan hanya
kepadanyalah kita memohon pertolongan. Sedangkan Allah SWT berdiri sendiri dia
adalah dzat yang agung tanpa meminta pertolongan kepada siapapun.
Setelah bersujud kepada
Allah SWT, maka saya sebagai hamba yang merasa kurang memohon kepada Allah atau
yang sering disebut dengan berdoa. Doa merupakan senjata bagi orang mukmin,
karena dengan berdoa hajat kita akan dikabul (diterima) oleh Allah SWT. Didalam
ayat al-Quran sendiri banyak ayat-ayat yang memerintahkan kita untuk berdoa,
bahkan jika kita tidak berdoa maka Allah akan murka kepada kita.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ
أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِي سَيَدۡخُلُونَ
جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ ٦٠
Artinya:
“Dan
Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan
bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan
masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina" (QS. Ghafir
[40]:60).
Dengan adanya ayat diatas maka sudah
cukuplah sebagai dalil bagi orang-orang yang tidak mau berdoa kepada Allah.
Barang siapa yang tidak mau berdoa kepada Allah maka pada hakikatnya ia berbuat
sombong dihadapan Allah. Padahal ia sebagai manusia biasa sudah barang pasti
banyak memiliki kekurangan. Tidak sepatutnya kita tidak berdoa kepada Allah
apalagi sampai mengharamkan doa, maka orang yangs seperti ini akan dimasuk
Allah kedalam apai neraka yang menyala-nyala.
Setiap
sesuatu sudah barang pasti memiliki fungsi begitu juga dengan doa yang sering
kita baca ketika selesai sholat pasti memiliki fungsi. Prof. Dr. Moh Ali Aziz,
M.ag didalam buku beliau yang berjudul “Doa-doa keluarga bahagia” beliau
mengatakan bahwa fungsi doa tidak hanya sebagai pengajuan permohonan sesuatu
kepada Allah, tetapi sebagai wujud penghambaan kepada-Nya. Dengan seringnya
seorang berdoa, berarti dia telah mengakui kebesaran Allah dan semangkin
mengakui kelemahan dirinya dihadapan Allah. Karena apabila orang yang tidak
berdoa kepada Allah maka ia menunjukkan kesombongannya, ia merasa bisa mencapai
segala sesuatutanpa bantuan Allah. Ia menganggap segala yang telah ia capai
merupakan berkat keringatnya sendiri, tanpa ada campur tangan Allah. Maka orang
yang seprti ini sudah selayaknya akan dimasukkan Allah kedalam neraka jahannam.
Selain
itu beliau mengatakan bahwa doa juga berfungsi untuk mendekatkan manusia kepada
Allah. Semangkin banayak diminta, Allah semangkin senang. Nabi SAW bersabda,
“Mintalah Allah dari karunia-Nya, sebab Dia senang untuk diminta.” (HR. At
Turmudzi dari Ibnu Mas’ud r.a). hal sangat berbeda dengan manusia yang bosan
dan jengkel kepada seseorang yang terlalu sering memintanya, sekalipun yang
diminta itu barang yang tidak berharga.
Beliau
juga menambahkan bahwasanya walaupun seseorang pandai dalam berdoa, tetapi kita
masih perlu bantuan doa orang lain. Sebagai contoh amirul mukminin yang
selalu meminta doa dari anak-anak kecil yang dijumpai. Jangan sekai-kali kita
meremehkan doa seseorang yang karena secdara fisik atau lahiritahnya tidak
menyakinkan. Bisa jadi orang yang kita remehkan itu lebih mulia dan lebih cepat
dikbulkan doanya dari pada kita sendiri. Nabi SAW bersabda, “Perbanyaklah
meminta doa kebaikan dari orang lain, sebab manusia (hamba Allah) tidak tahu melalui
mulut siapa sebuah doa dikabulkan atau dirahmati.” (HR. Khatib dar Abi
Hurairah r.a).
Selanjutnya
dengan kerendahan hati saya memulai megankat kedua tanganku dan mulai
menyebutkan hajatku. Didalam berdoa kita harus menyebutkan hajat kita spesifik
mungkin hal ini agar kita bisa merasakan kekhusukan saat kita sedang berdoa.
Dengan mengucapkan ta’wudz dan bismillah saya memulai mengucapkan
hajatku:
Ya Allah,
besok hari senin aku akan mengikuti ujian tafsir BKI yang diasuh oleh Prof. Dr.
Moh. Ali aziz, M. ag dan ustadz Ainul Yaqien, S,ag. Inilah mata ujian yang
sangat berat ya Allah.
Ya Allah,
aku ikhlas, ridla, dan berusaha dengan sekuat tenagaku untuk belajar. Aku tidak
mengeluh apapun tantangannya, dan apapun tugasnya.
Ya Allah,
aku (yakin 3x), engkau (pasti 3x) Maha Kuasa menolong hambamu ini. (pasti 3x)
menyayangi hamabmu ini, dan tidak mungkin membiarkan hambamu ini sendirian
mengerjakan soal ujian besok.
Ya Allah,
aku (pasrah 3x), aku pasrahkan semua masalah tersebut kepada-Mu. Terserah
engkau, sebab takdir-Mu (pasti 3x) yang terbaik untukku. Aku ikhlas apapun
keputusan-Mu atas hasil usahaku.
Dan
masih banyak lagi doa yang saya sampaikan kepeda sang pencipta. Tidak terasa
air mataku hampir menetes karena khusyuknya berdoa dan pasrah kepada sang kholik.
setelah dirasa cukup akhirnya saya menutup doaku dengan membaca sholawat kepada
nabi SAW. karena kalau kita berdoa tanpa membukanya dengan shalwat dan
menutupnya dengan shalawat maka doa kita akan tergantung di langit tidak sampai
kepada Allah SWT. Jadi kemungkinan kecil doa kita akan diijabah (terima)
sampai saja tidak ke Allah SWT.
Setelah
berdoa saya berdiri dan meletak sajadah di gantungan ditempat semulanya.
Setelah itu saya melihat ke arah jam yang ada di telpon seluler yang terletak
diatas meja dekat dengan jendela. jam ketika itu menunjukan pukul 03.35 wib.
dalam pikiranku masih ada waktu 15 menit untuk membaca kembali materi tafsir
untuk ulangan besok. Dan dengn langkah gontai aku menuju ketampat dimana
lembaran materi tafsir itu tergeletak, dan langsung mengambilnya. Setelah
mendapatkan materi tersebut saya langsung menuju ke menja belajar saya. Ya,
meja yang berukuran 4x4 ini memang saya letakkan dipojokan kamar dan dekat
dengan jendela, sehingga jika saya lagi malas belajar langsung dapat menikmati
pemandangan kota Surabaya dari lantai lima. Selain itu meja dan kursi ini juga
diplitur dengan warna kecoklat-coklatan yang tipis sehingga keaslihan kayunya
masi tetap terjaga. Disanalah saya biasanya menyelesaikan tugas-tugas yang
diberikan oleh dosen-dosen, dan tak luput juga dengan tafsir BKI yang diasuh
oleh prof. Ali.
Dengan
mulai konsentrasi saya mulai membaca tafsir tersebut, lembar demi lembar saya
lewati tanpa terasa. Dan hasilnyapun berbeda dengan saya membaca ketika waktu
siang, ini mungkin dari salah satu manfaat kita belajar diwaktu akhir seperti
saat ini. Saya jadi teringat dengan sebuah firman Allah yang menyatakan bahwah
jika kita belajar pada malam hari itu lebih cepet dibandingan dengan siang
hari:
أَوۡ زِدۡ عَلَيۡهِ
وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلًا ٤
“atau
lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan”
(QS. Al-Muzammil
[73]:4).
Imam Ismail bin ‘Amir al-Quraisyi bin Katsir al-Bashri ad-Dimasyqi atau
yang lebih dikenal dengan sebutan imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini sebagai
berikut: “Dalam ayat ini Allah menyuruh Rasulullah SAW supaya meninggalkan selimutnya
untuk bangkit salat malam, sebagaimana disebutkan pada ayat-ayat lain untuk
mencapai kedudukan tinggi di sisi Allah yang sangat terpuji. Jika dapat maka
seperdua malam itu digunakan untuk shalat tahajjud, boleh lebih atau kurang
sedikit daripadanya sebab Allah akan menurunkan wahyu yang sangat berat, tinggi
nilainya, dan berat juga pengalamannya, karena berat dan berbobot segala
tuntutannya. Sedangkan mempelajari Al-Qur’an di waktu malam lebih tenang sehingga lebih kuat untuk
berkonsentrasi dan khusyuk, sedang urusan dunia cukup di waktu siang.”
Jadi
sudah sangat jelas jika kita ingin memperdalam sebuah ilmu terkhusus ilmu
al-Quran maka waktu yang paling afdhol
(utama) yaitu diwaktu malam. Dan diwaktu siang kita habiskan untuk
bekerja atau belajar dengan teman-teman yang lain dan waktu malamnya kita
pergunakan untuk memperdakam apa yang kita dapatkan ketika siang.
Setengah jam
kemudian, saya masih khusuk membaca tafsir dan mengkaji apa yang didalam,
selain itu saya juga mengalisis mana yang akan keluar pada saat ujian besok
senin. Ketika sedang asyik-asyiknya mendalami tafsir Ibnu katsir yang ada
dihadapan saya. Tiba-tiba radio dari masjid yang tidak jauh dari pesma, sekitar
5 menit berjalan kaki, jika kita dari lantai 5 maka akan kelihatan dengan jelas
bagaimana bentuk masjid tersebut. Suara merdu imam Sa’id Al-Ghomidi terdengar
dengan jelas dan sangat merdu. Hal tersebut menandakan sholat subuh akan
dimulai, dalam pikiranku masi ada sekitar 5 menit lagi untuk membaca. Dengan
segara saya mewarnai bagian-bagian yang penting di dalam tafsir tersebut, ini
dapat memudahkan nanti ketika kita akan membacanya lagi.
****
Dari
jendela kamar aku mendengar suara azan Subuh berkumandang, didalam hatiku
terjadi kejolak antara mau berangkat kemasjid atau tidak. “Aduh Nanang tidak
usah berangkat kemasjid, kenapa harus repot-repot berangkat kemasjid,
dikamarkan bisa sholat sendirian, mana udaranya dingin, mending kamu sholat
dikamar sebentar terus tidur yang nyaman” ujar bisikanku. Kalau dipikir sekali
pintas memang ada benarnya juga apa yang dikatakan didalam batinku ini, memang
udaranya dingin sekarang, karena tadi malam hujannya sangat deras jadi subuhnya
jadi dingin. Tapi aku berpikir yang kedua kalinya, kalau saya shalat di kamar
itu hanya mendapatkan satu derajat, sedangkan kalau kita sholat dimasjid
mendapatkan pahala 27 kali lipat dibanding shalat sendirian, saya jadi teringat
dengan haits nabi yang mengatakan hal tersebut:
صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ
بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
“Shalat berjamaah lebih utama
dua puluh tujuh derajat daripada shalat sendirian.” (HR. Al-Bukhari no.
131 dan Muslim no. 650).
Tidak hanya itu rasulullah sangat menganjurkan kepada para umatnya untuk
melaksankan sholat secara berjama’ah. Karena sangat muliahnya shalat secara
berjamah tersebut, didala hadits lain Rasullah SAW bersabda:
صَلَاةُ
الرَّجُلِ فِي الْجَمَاعَةِ تُضَعَّفُ عَلَى صَلَاتِهِ فِي بَيْتِهِ وَفِي سُوقِهِ
خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا وَذَلِكَ أَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ
الْوُضُوءَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ لَمْ
يَخْطُ خَطْوَةً إِلَّا رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا
خَطِيئَةٌ فَإِذَا صَلَّى لَمْ تَزَلْ الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا دَامَ
فِي مُصَلَّاهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ وَلَا يَزَالُ
أَحَدُكُمْ فِي صَلَاةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلَاةَ
Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah SAW
bersabda:“Shalat seorang laki-laki dengan berjama’ah dibanding shalatnya di
rumah atau di pasarnya lebih utama (dilipat gandakan) pahalanya dengan dua
puluh lima kali lipat. Yang demikian itu karena bila dia berwudlu dengan
menyempurnakan wudlunya lalu keluar dari rumahnya menuju masjid, dia tidak
keluar kecuali untuk melaksanakan shalat berjama’ah, maka tidak ada satu
langkahpun dari langkahnya kecuali akan ditinggikan satu derajat, dan akan
dihapuskan satu kesalahannya. Apabila dia melaksanakan shalat, maka
Malaikat akan turun untuk mendo’akannya selama dia masih berada di tempat
shalatnya, ‘Ya Allah ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia’. Dan seseorang
dari kalian senantiasa dihitung dalam keadaan shalat selama dia menanti
pelaksanaan shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 131 dan Muslim no. 649)
Dengan adanya kedua hadits
diatas saya menjdai yakin begitu besarnya pahala shalat berjamah. Dengan hati
yang pasti tanpa ada bisikan lagi saya mengambil air wudlu kembali, akan tetapi
hanya dengan niat tajdidul wudlu (memperbaharui wudlu) karena saya masi
dalam keadaan wudlu sebelumnya.
Ketika selesai wudlu
azanpun sudah selesai dikumandangkan, saya segera bergegas menuju kemasjid,
karena takut masbuk (terlambbat shalat). Setelah dirasa sudah siap dengan
mengucapkan bismillah saya menuju ke masjid. Ketika ditangga, suasana begitu
sepi seperti tanpa ada kehidupan, kalau dipikir memang sekarang tidak ada
kehidupan di Pesma (pondok pesantren mahasiswa) ini, karena orang tidur itu
seperti mayit (jenazah), jadi kalau mereka belum bangun dari tidur mereka maka
mereka seperti jenazah.
Lantai demi lantai saya
lalui belum menemukan teman yang mau berangkat kemasjid. Akan tetapi hampir
setiap lantai saya mendengarkan ada suara alaram dari setiap kamar. Mungkin
sebelum tidur mereka sudah berniat untuk shalat berjamah dimasjid, karena
berhubung kecapain jadinya mereka belum bangun.
Ketika tiba dilantai dasar
(lantai 1) saya menemukan teman yang mau berangkat kemasjid. Saya sangat senang
karena masi ada ternyata diantara teman-teman saya yang mau berangkat kemasjid.
Kamipun memutuskan untuk berangkat bareng, ketika sudah didekat pintu ternyata
pintunya masi terkunci. Teman saya berkata “waduh ini gawat, bagaimana bisa
musyrif (pembimbing) belum bangun jam sekarang, mana pintunya masi dikunci lagi”.
Sambil melihat kearah jam aku berkata “Bim azan sudah berhenti lima menit
yang lalu, kalu kita tetap disini bisa-bisa kita jadi masbuk nih”.
“ya tapi harus bagaimana pintunya aja dikunci nih”
Ada benarnya juga sih, bagaimana kami mau lewat pintunya saja masi
terkunci. Ujar batinku. Sambil berpikir, tiba-tiba saya melihat pintu
perpustakaan disamping tidak terkunci. Ya asrama yang kami tempati ini memang
cukup besar selain dilengkapi dengan kamar mandi dan dapur asrama ini juga
memiliki perpustakaan. Tetapi kebanyakan dari mahasiswa banyak yang tidak
memenfaatkannya. Sehingga perpustakaannya sering dikunci, tetapi alhamdulillah
subuh ini tidak terkunci. dengan melewati perpustakaan tersebut kami bisa
keluar dari asrama, tetapi melalui perjuangan yang sangat besar. Kami harus
melompati jendela, untuk jendelanya tidak terlalu tinggi.
Sambil tergesa-gesa kami
menuju kemasjid, dari 100 M sudah terdengar suara imam masjid sudah membaca
surah al-fatiha. Didalam hatiku mengatakan waduh ini harus cepat-cepat, kalau
tidak bisa masbuk ini. Dengan berjalan sedikit berlari saya akhirnya samapi
dimasjid Ulul al-Bab masjid yang menjadi kebanggan mahasiswa UINSA, karena
masjid tersebut satu-satunya masjid yang berdiri kokoh di dalam kampus UINSA.
Masjid yang luasnya sekitar hampir menyamai dua kali lapangan bola kaki ini
didesain dengan gaya masjid kerajaan demak, dengan melihat masjid ini maka kita
akan teringat dengan masjid-masjid yang berada diKudus dan Demak. Selain itu
dengan diwarnai warna orenge tua membuat masjid ini berbeda dengan semua
bangunan yang ada di kampus UINSA yang semuanya hampir warna hijau. Ketika kita
memasuki bagian dalam maka kita akan merasakan hawa sejuk dan kita juga akan
melihat pada tingkatan kedua ada bebrapa ruangan yang biasanya diisi oleh UKM
(unit kegiatan mahasiwa) tapi hanya ada dua UKM yang diperbolehkan menepati
lantai 2 dari masjid ini, yakni UKM UPTQ (tepat menghafal al-Quran) dan UKM
IQMA (mengembangkan bakat minat mahasiswa didalam bidang agama).
Ketika saya melangka masuk
kedalam, dengan melangkahkan kaki kanan saya membaca doa:
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ
رَحْمَتِكَ
Ya Alloh bukalah bagiku
pintu-pintu rohmatmu.
[1]
Www.Serjanaku.com/2012/09/pengertian
[2]
https://www.google.com//www.tahupedia.com/content/show/281/Bagaimana
memilih karir yang benar-benar cocok untuk anda
[3]
Untuk
kisah bagaimana perjuangan kami dalam mengerjakan tugas, pembaca bisa melihat
pada halaman sebelumnya.
[4]
Untuk lebih jelasnya mengenai
tatacara berwudlu yang baik dan benar pembaca dapat melihat buku terapi sholat
bahagia
Nanang,,,,
BalasHapuspenulisan kamu bagus, islami nyee,,,
tapi ada pemborosan kata dan ada penguranganny juga, tapi gak papa, hidup masih koma..
tetap semangat,,, good job sobat,,
Setelah membaca tulisan yang segitu panjangnya saya jadi berpikir kapan penulisnya sempat menulis ya? karena sepengetahuan saya yang namanya Nanang Supratna selalu sibuk dengan Al-Qur'an dan buku. Salut untukmu nang yang telah menghasilkan karya sedemikian bagus ini, meskipun masih ada yang perlu diperbaiki. Misal mengenai font yang mustinya disamakan dan ejaan yang sedikit menyimpang dari EYD, tapi secara keseluruhan sudah bagus dan layak dibaca. Tetap semangat menulis dan berkarya.
BalasHapusAssalamualaikum.
BalasHapusSenang sekali rasa nya setelah saya membaca tulisan ada, begitu variatif dan sangat menarik isi nya, mungkin di tengah kesibukkan anda, anfmda masih bisa meluangkan waktu untuk menulis, senang rasa nya bisa menambah wawasan dari tulisan anda, tapi apa salah nya kita sedikit mengkoreksi tulisan yang anda tulis, kita tidak akan tau kesalahan kita apabila tidak ada satu orang pun yang mengkritik, menambahkan atau memberi saran kepada kita, sehingga kita merasa apa yang kita lakukan adalah yg terbaik, sedikit berbagi ilmu, tulisan anda sudah bagus dengan isi yang sangat menambah wawasan, sedikit masukkan mengapa tidak anda coba anda kreasikan tulisan anda, dengam membuat warna pada tulisan anda, tidak hanya hitam putih saja seperti ini, sehingga tidak terlalu menarik pembaca, anda mungkin bisa menambah kan animasi, latar warna atau gambar pada tulisan anda, sehingga tampilan tulisan anda bisa lebih menarik dan bisa menarik pembaca untuk membaca tulisan anda, dan dari segi tulisan anda harus teliti dan mrngulang membaca tulisan nya agar tidak ada kekurangan huruf, sesuai tata penulisan dan EYD.
Nah begitu sahabat ku, terima kasih untuk ilmu nya, semoga bermanfaat yah sahabat ku. Terus lah kembangkan bakat mu, galih potensi mu, tetap lah berkarya. ,با رك الله يا اخي
May Allah bless you my friend, thank for your share it. Good luck n job my friend.��
ما أحسن كتاباكم يا أخي، tulisannya sudah sangat bagus, penuh motivasi. Keep writing bro, mabruk insyaallah :)
BalasHapusAhsantum akhii... sangat inspiratif...
BalasHapusSemoga nanang menjadi orang sukses yah...
Very impressive,, (y)
BalasHapusMay your creation be able to be useful not only on your life but also for the readers,
Do the best.!
subhanallah.... benar-benar luar biasa kawan ku yang satu ini, tulisan nya sangat banyak sekali, dan ini merupakan rekam jejak yang luar biasa. rekam jejak yang disertai ayat-ayat Al-Qur'an jarang sekali saya temukan. tapi mungkin masih banyak kesalahan-kesalahan yang harus di perbaiki, seperti spasi setiap baris, jenis font, kata-kata pengulangan dan masih banyak lgh.... semangat menulis terus kawan
BalasHapuswah... dari awalnya saja tulisan blog ini sudah berbeda.. tulisan awal menjadi kesan pertama yang menjadi titik nilai dari tulisan keseluuhan.. keep spirit..
BalasHapussubhanalloh, , , maha suci Alloh dengan segala firman-Nya. . . akhy nanang. . . tulisan yang antum share sungguh bagus, , , namun mungkin harus di perhatikan dalam penempatan titik dan koma. but don't be afraid for writing, because Prof Ali said: tulislah apa yang ada di fikiranmu, , jangan takut salah dan ragu dalam penempatan titik dan koma
BalasHapussekian dari saya, , , wassalamu'alaikum
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusmantap gan! tulisannya menginspirasi, ditunggu postingan-postingan selanjutnya.
BalasHapussalam alumni ahk biar teringat kenangan di PPQ
BalasHapussemoga tetap sehat nang dalam lindungan allah ingat nang tidak selalu kita di atas pasti ada saatnya kita di uji dan di coba karena hidup ini hanya sandiwara sang ilahi semata
good job
Subhanallah,,, tulisan yang penuh dengan hikmah,,, terus berkarya dengan memperhatikan tanda penulisan yang baik,, penulis pemula membutuhkan ketekunan, ketelitian dan pengorbanan,, Good Job Nang 👍
BalasHapusTulisan nya cukup mmembangun. Inopatif... kreatif... jgn stop in here
BalasHapusGood, intelek, dan karakter penulisnya bs sy dpt kan
BalasHapusSemangat kakak!!!
Good, intelek, karakter penulisnya bs nisa dptkn dsni. Keep hamasah lil kitabah akh
BalasHapusSemangat kakak! !!
Mantap.... tulisannya banyak informasi baru yang di dapat.. namun lebih baik lagi kalau penulisannya lebih di rapikan lagi yah... keren postingannya abdullah.
BalasHapussubhanALLAH tulisannya cukup baik sebagai rujukan untuk mengembangkan diri untuk menjadi insan yg lebih baik lagi.
BalasHapusIa mas nanag sedikit usulan kalau bisa untuk penulisan dan desainya agar lebih di tingkatkan, agar daya tarik orang dalam membaca lebih tinggi dan lebih berminat
Terimakasih
Luar biasa..kesungguhanmu menutupi kesalahan2 dalam penulisan. Buat org tuamu menangis dgn karya2mu...
BalasHapusGood job sahabatku..
Lawan rasa malas yg ada dalam dirimu.
Jgn takut untuk mengkritik org lain.
Tp ingat, kritik diri sendiri terlebih dahulu lalu org lain.
Tulisannyo sudah bagus dek Nanang, tinggal improve sedikit lagi.. hehehe..semoga be jadi penulis besak ee.jangan lupa, tulisan kita akan lebih indah jika di dedikasikan untuk orang banyak dengan HATI.... HEHEHEH
BalasHapusAyuk Acungi jempol 4 ikok untuk dek nanang....
BalasHapusSudah bagus penulisannya.. :)
BalasHapusSetidaknya ada 5 peran bagi kita. Sebagai makhluk Allah, sebagai manusia, sebagai orang Islam, sebagai orang Indonesia, dan sebagai mahasiswa. Silahkan menikmati kesemua peran tersebut. Tidak perlu dipertentangkan satu peran dg lainnya.. :)
hmmmm...josss tenan rek karyane,,,
BalasHapusBingung nih mau komen apa.. bagus banget sih tulisannya.
BalasHapuslanjutin karyanya.. sukses terus ya nang :D
religius banget satu temanku ini. terus tularkan ilmu dengan goresan penamu, eh maksudnya ketikan keyboard-mu. good job, kutunggu postingan selanjutnya :)
BalasHapusTulisannya sudah bagus nanang... sedikit kritik bukannya untuk mengajarkan tapi saling mengingatkan...
BalasHapusHarus kinsisten jika diawal sudah mggunakan kata "saya" maka sampai akhirpun gunakanlah itu...
Lanjutkan tulisannya yaa...
pemikiranmu itu kritis nang. tetapi tidak cukup sekedar pandai bicara. terus leburkan pemikiranmu lewat tulisan. insya Allah dunia yang luas akan mengenalmu.
BalasHapuskeep writing, kita sama-sama belajar :)
tulisanmu...brilian! (y)
Semangat nang! sedikit masukan, untuk penempatan kata atau struktural penulisannya lebih diperbaiki lagi, cobalah memih kata baku yang lebih sesuai dan tepat untuk kalimat yang lebih menarik.
BalasHapusKeren lah nang, lanjutkan karya2 mu
BalasHapusTulisanmu sudah bagus, Nang. Tapi terlalu melebar dan tidak fokus pada pokok pembahasan. Keep writing ya? Membaca, membaca, membaca, dan menulis. Semangka...!!! :)
BalasHapusSebagian ad yg typo...
BalasHapusTp sdah bgus bgt
Good job nang....
BalasHapusreligius banget... Trus menulis lagi, jangan sampai d sini sj.
Keep writing teman... Trus berkarya.
Teruslah berkarya nanang...
BalasHapusTulisanmu bisa di sandingkan dengan orang2 hebat di luar sana....
Smangat Nang..
BalasHapusJagan trllu banyak kata" yg dikit" ada dalilnya
lanjutkan nang, , , target 1000 halaman. . . siippp lah, , , semangattt,, chayooo. . . ganbateee, , ,
BalasHapusSubhanallah.... Sip bagus, lanjutkan nang!!!! :D
BalasHapussipp cerita yang sangat inspiratif.. :) (y)
BalasHapusgreat start abdullah, mungkin perlu disertakan beberapa "gambar" agar terlihat lebih menarik karena tulisan blog ini padat :);)
BalasHapussae sanget niki ,, terusaken geh :D
BalasHapussemangat nang...
BalasHapustulisanmu sudah menuju alur yang bagus.....
Wah..sahabatku yg satu ini sangat luar biasa.
BalasHapusNanang...be a santri kangmigunani...
Lanjutkan teruus kawan...
BalasHapusKutunggu karya2 besarmu.
lanjutkkan nang !! berbagi ilmu lewat goresan tintamu!
BalasHapusjangan berhenti sampai disini aja broo........... menulis...menulis.....dan terus menulis.......ok.
BalasHapusnanang amazing........
BalasHapusbagus banget,, , seakan membaca karya asma nadia. .
BalasHapusperwajahannya masih kurang nang
BalasHapussemangatt nanang.. u will be a success writer
BalasHapusnanang ya...... bagus tulisanmu lanjutkan aja tulisannya.
BalasHapusTerus berkarya nanang.. ditunggu buku terbitannya !!!
BalasHapusokkk,,,,,klo bukunya terbit kamu yang beli pertama ya,,,,
Hapusoiya ma ,,dua kali lah koment punya aku,,,,
Muantap tenan arek suroboyo siji ki udh untuk mu ++ dah cuman sedikit masukan dr org bodoh ni ada kata2 yg masih mentah sifatnya kwn dan perlu adanya pengulasan sedikit dari subyek penulisannya heheh eh maaf klu salah komentar saya kwn
BalasHapusPokoknya jos gandos dah heheh