Pages

Selasa, 05 Mei 2015


Al-hamdulillah tiada ada kalimat lain yang bisa saya ucapkan selain kalimat tersebut, karena dengan ridho-Nya saya bisa menyelesaikan tugas menulis ini. Mungkin pembaca radar pusing jika membaca tulisan ini, tetapi inilah adanya, saya sebisa mungkin menulis apa yang ada dihati saya. Saya memang tidak pandai bikin prakarta. Tapi karena ini merupakan sebuah keharusan, maka saya harus mengerjakannya dengan ucapan terimakasih kepada orang-orang hebat yang selalu mensport saya untuk terus menulis, terkhusu kepada Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M,Ag. dan Ust. Achmad Ainul Yaqien, Lc..

Mewarisi Sifat Penulis yang Tangguh

Setelah melalui perjungan yang sangat berat, akhirnya saya tidak terasa akan memasuki penghujung kuliah. Akan tetapi sebelum penyelesain akhir kuliah, kami harus melaksanakan UAS (ujian akhir semester) namun tidak semua mata kuliah yang ada UASnya , hal ini disebabkan karena banyak dari dosen yang sudah melaksanakan UAS sebelum dari jadwal yang ditentukan oleh fakultas. Walaupun tidak sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh fakultas sistem ujian seperti ini sangat menguntungkan mahasiswa, karena dengan ujian seperti ini mahasiswa tidak merasa tertekan karena ujiannya tidak berbarangan dengan mata kuliah yang lain, jadi kita dapat fokus dengan satu mata kuliah saja. Selain itu sudah bareng pasti dengan sistem ujian seperti ini akan menambah hari liburnya sehingga bagi teman-teman yang mengambil liburan dirumah akan lebih leluasa membantu orangtuanya. Akan tetapi sistem ujian seperti ini juga mempunyai kelemahan, yaitu kurangnya rasa mentaati peraturan yang sudah ditentukan oleh fakultas.
            Ada sekitar 5 mata kuliah yang sudah diujikan sebelum diperlakukan jadwal dari Fakultas, diantaranya Ilmu Dakwah, Pengantar BKI, Study Ilmu Al-Quran, Bahsa Indonesia dann Akhlak Tasawuf.

            Setelah akhirnya kami menyelesaikan semua UAS kamipun mendapatkan jatah libur selama 2 bulan. Semua teman-teman pada senang menyambut datangnya libur, akan tetapi bagi kami yang datang dari perantauan sungguh tidak menyenangkan, karena hampir semua teman-temanku yang berasal dari pulau sumatera tidak pulang kampung. Yang pertama datang dari Medan (Sumut) dia bernama M. Rifa’i Sinaga, dari namanya saja sudah kelihatan bahwah dia orang batak asli, kemudian masi dari Medan atas nama Dinda Rizki Novia walaupun dia dari medan tapi, wanita yang tingginya hampir 183 CM ini orang melayu yang menetap di daerah Medan, kemudian bergeser sedikit dari Medan, yaitu kita menuju ke Riau. Ya walaupun dia kelahiran Riau tapi dia mempunyai marga (Nasab) orang Batak, dia bernama Rahmat Faisal Nasution cara berbicaranyapun mirip dengan orang medan, maklum dari medannya masih melekat didalam jiwanya. Setelah dari Riau saya juga memiliki teman dari Batam, dia sering dipanggil dengan sebutan Rina saya juga heran mengapa dia bisa dipanggil Rina padahal namanya panjangnya Khairina Afriza. Ya meskipun sudah hampir 6 bulan di pulau Jawa tapi saya juga heran dengan Rina ini, dia tetap konsisten dengan bahasanya yaitu menggunakan bahasa Melayu, tidak seperti kami yang lainnya terutama saya, yang dapat dengan cepat mensesuaikan keadaan. Kalau ditanya mengapa? dia hanya menjawab dengan entengnya karena saya asli Melayu jadi saya harus memakai bahasa Melayu, tidak heran jika dia sedang berbicara banyak ditertawakan oleh teman-teman yang lainnya. Dan saya sendiri berasal dari Kota Empek-empek yaitu kota Palembang (Sum-Sel), jadi kami berlima tidak mengahabiskan waktu liburan semester di rumah.
Hal ini disebabkan oleh dua faktor yang pertama karena malas disebabkan jauh dan yang kedua tidak mempunyai biaya untuk pulang kampung, karena kalu kita pulang kampung setidaknya membutuhkan minimal Rp. 1000.0000. kalau dipikir-pikir mendingan kita habiskan dengan hal-hal yang lebih bermanfaat, daripada dihabiskan untuk pulang kerumah.
Untung saja pada saat libur semester pertama ini kami mengadakan pengembangan (study tambahan yang tidak dilakukan di Fakultas melainkan mengundang orang khusu, dan ini dibiayai oleh pemerintah) dan kebetulan sudah kewajiban bagi kami yang baru menyelesaikan semester satu wajib pengembangannya dipare. Akan tetapi berangkat keparenya tepat pada tanggal 08 Januari jadi kami memiliki sekitar 2 minggu lagi sebelum berangkat kesana.
Saya sangat bingung mau dihabiskan untuk apa waktu dua minggu ini, dalam pikiranku paling juga dihabiskan dengan main PS Play Station dan tidur-tidur saja dikamr tampa melakukan hal yang bermanfaat. Akan tetapi ditengah kegalauanku, tiba-tiba saja mengapa tidak membuat sebuh tulisan saja, karena pada saat mau menghadapi UAS kami diwajibkan oleh Prof. Dr. Moh. Ali Aziz M,ag. Untuk menulis minimal 10 lembar, sehingga sedikit banyaknya saya mengetahui bagaimana tata cara menulis, karena beliau mengejarkan kepada kami bagai mana cara menulis yang baik dan benar. Maklum, tidak mengherankan jika beliau mewajibkan kami menulis, hal ini disebabkan beliau merupakan penulis yang handal, sudah snagat banyak karya-karya beliau yang sudah diterbitkan dan hal tersebut diterima dengan baik oleh masyarkat. Diantara karya-karya yang telah beliau terbitkan ada satu karya beliau yang banyak diburuh oleh masyarakat, yaitu buku yang berjudul “Terapi Sholat Bahagia” tidak mengherankan lagi jika buku ini mendapatkan gelar “best seller”. Buku yang mengalami IX kali cetak ini dimulai dari 2012 sampai 2014 ini sangat enak dibaca. Karena beliau menuliskan bahasanya yang sangat mudah dimengerti, sehingga masyarakat awam sampai prof. bisa memahami makna-makna yang disampaikan beliau melalui tulisannya.
Berankat dari sanalah pada saat libur ini saya akan mencoba menulis sebuah artikel yang membahas mengenai “Strategi Mengejar Impian dan Karier” berikut tulisannya kami selipkan dalam tulisan pengalaman saya ini.

Strategi Mengejar Impian dan Karier
Oleh Nanang Sufratna Mahasiswa UINSA

Banyak orang diantara kita yang mengartikan impian itu sebagai sesuatu yang negatif. Angapan itu ternyata salah besar, karena impian merupakan sumber motivasi dan inspirasi dalam hidup kita. Pada saat kita letih dan malas untuk melangkah hanya impianlah yang bisa menjadi pendorong bagi kita untuk bergerak, meskipun pelan tapi pasti. Dan sukses kita ditentukan seberapa besar impian kita. 
Banyak orang yang bertanya apa sebenarnya perbedaan antara impian dengan mimpi. Impian dan mimpi kalau dilihat dari segi pelapasan mememang sangat mirip, akan tetapi ada perbedaan yang sangat mendasar yang menjadikan kedua kata tersebut menjadi berbeda. Mimpi merupakan bunga tidur yang menemani waktu tidur kita, namun mimpi hanya berhenti hanya sebatas itu saja, amat jarang mimpi yang dapat menjadi kenyataan. Sedangkan impian bisa kita artikan dengan visi dan misi hidup kita, oleh karena itu impian tidak hanya berhenti pada angan-angan saja, kemungkinan impian menjadi kenyataan merupakan pilihan kita untuk berupaya mewujudkannya.
Yang menjadi tatangan kita sekarang adalah untuk memperkaya impian dan bukan memperbanyak mimpi. Dan yakinlah segala kesuksesan dimulai dari impian, meskipun banyak diantara kita yang beranggapan impian kita itu aneh, tidak mungkin terjadi, dan terlalu besar. Tapi yakinlah, kesuksesan itu terdiri dari salah satu diantara: be the first, be different, or be the best. Jadi impian kita sudah memulai tahap awal dari kesuksesan, karena keunikan dari impian, biasanya  sudah mencapai salah satu bahkan  mencapai dua diantara syarat sukses tadi, yaitu be the first and be different.
Sebenarnya impian itu hanya selangkah dihadapan kita, akan tetapi banyak ganjalan didalam hati yang merasa tidak mampu untuk melakukan hal yang kita impikan tersebut. Hal inilah yang menyebabkan banyak impian dari seseorang yang gagal. Oleh karena itu, kita harus menganalisa faktor-faktor yang tersirat didalam diri kita tersebut. Tidak harus impian yang besar, menjadi mahasiswa yang IPKnya tertinggi pun sudah menjadi sebuah impian yang harus diperjuangkan. Berikut beberapa tips yang memperjelaskan kenapa anda belum dapat meraih impian:

1.      Pick a Target (tetapkan target anda)
Perjelas tujuan dan goals anda dalam beberapa hari kedepan atau beberapa bulan berikutnya atau bahkan beberapa tahun selanjutnya. Anda harus mengambarkan dengan jelas dan tegas apa yang ingin diraih, lebih baik jika diatas kertas yang terpampang di dalam lemari atau di dinding kamar. Figure out your goals akan memperkuat alam bawah sadar anda yang secara pasti mengangkat moral dan mental meraih impian tersebut. Anda harus menemukan passion atau gairah dalam kerja dan karya untuk menyakinkan diri sendiri bahwa pengembangan karir atau pengembangan diri adalah hak dan memerlukan sikap mental dan gairah serta semangat yang bergejolak terus menerus.

2.      Make a Commitment (buatlah komitmen)

Dimana kita telah mengetahui bahwa sebuah komitmen sangatlah
diperlukan untuk mencapai keberhasilan. Oleh karena itu komitmen merupakan kunci utama sukses dalam mencapai impian anda. Komitmen adalah keberanian membut keputusan (Decision Making) dari sekian banyak pertimbangan dan keraguan. Langkah pasti hanya akan terjadi pada saat langkah pertama telah diambil dan dilanjutkan dengan langkah demi langkah. Ikuti hati nurani anda dalam mencapai impian dan harapan.

3.      Get a Map (buat perencanaan)

Peta adalah petunjuk langkah kerja anda untuk  sukses. Tanpa arah dan tujuan maka anda akan menempuh perjalan panjang tanpa kepastian. Buatlah langkah perencanaan untuk mencapai impian tersebut, mulai tahap persiapan, perencanaan, pelaksana dan evaluasi hasil yang diraih. Butalah planning yang mudah di eksekusi dan di implementasi. Kesedarhanaan jauh lebih penting dari pada kerumitan, inilah manajemen strategi paling handal yang perlu anda lakukan dalam membangun sukses diri baik sebagai pribadi atau profesional.

4.      Start your Engine (segerahlah bertindak)

Jangan anda selalu menunggu dengan dalih kondisi yang belum memungkinkan atau keadaan belum mendukung . jangan perna menunggu kondisi sempurna, jika anda tidak ingin tertinggal orang lain. Kesuksesan bukan menjadi milik orang lain jika andah meraihnya, maka tidak pedulih bagaimana pun kondisi anda sangat ini, jika andah telah menetapkan hati untuk dan berkembang dalam diri dan profesi, maka segera ambil tindakan, dan jangan sekali-kali menunggu kondisi sempurna. Keberhasilan hanya ada pada tindakan dan teruslah bergerak, tidak berhenti sebelum waktunya.

5.      Watch Your Road (perhatikan langkah anda)

Tidak selalu planning yang sempurna menghasilkan performa maksimal, karena begitu banyak kendala dan halangan yang mungkin dialami dan tidak terhindarkan. Namun demikian permasalahan yang mungkin timbul bukn harus dihindari, melainkan anda harus hadapi dengan komitmen akan cita-cita dan konsistenakan proses kerja. Perhatian setiap langkah kerja anda, terlebih jika akan terkait dengan banyak orang dan pihak. Sikap dan prilaku adapatif dan fleksibel sangat diperlukan dalam usaha anda mencapai impian. Jadilah pribadi yang proaktif dengan banyak alternatif dalam bertindak demi sebuah impian besar anda.

6.      Continue to improve (perbaikan berkelanjutan)

Dunia sangat dinamis , dan orang-orang sangat kreatif. Pasar sangat  inovatif dan konsumen sangat sensitif. Inilah tantangan utama anda dalam mencapai keberhasilan dan kesuksesan dalam pengembangan diri dan karir. Perhatikan setiap langkah kerja dan perhatikan lingkungan anda , yang selalu berubah setiap saat. Disinilah diperlukan kemampuan analisa pasar yang handal untuk menjaga kecepatan anda memenuhi kebutuhan konsumen dan pelanggan. Ketika anda lengah tidak berlaku lebih baik, maka orang lain akan melakukannya, dan pada tersebut anda mulai tertinggal dan kehilangn momen.
Impian dan cita-cita adalah hak setiap individu , dimana hal tersebut menjadi faktor utama mengapa setiap pribadi akan berjuang dan berusaha  melakukan pengembangan diri demi hasil yang akan diraihnya nanti.
            Setelah diperjelas mengapa kita belum bisa mendapat mendapatkan impian kita sehingga kita susah mengembangkannya dan efeknya kita susah untuk berkarir, maka pada pragraf selanjutnya ini penulis akan memperjelas pengertian dari karir itu sendiri. Penulis akan mencoba mengutip dari beberapa depinisi dari para tokoh-tokoh yang sudah berkicampung didalam karir itu sendiri.
Menurut Simamora (2001:505) karir adalah “ Urutan aktifitas-aktifitas yang berkaitan dengan pekerjaan dan perilaku-perilaku, nilai-nilai, dan aspirasi seseorang selama  rentang  hidup orang  tersebut”. Menurut Dalil S  (2002  : 277)  “ karir merupakan suatu proses yang sengaja diciptakan perusahaan untuk  membantu karyawan  agar  membantu partisipasi ditempat kerja. Sementara itu Glueck (1997 :134) menyatakan karir adalah urutan pengalaman yang berkaitan dengan pekerjaan yang dialami  seseorang  selama masa  kerjanya. [1]
Seperti yang telah diamati majalah Fortune: “Bekerja akan bertahan dan dilakukan oleh para individual untuk sebuah proyek penting dan dirancang untuk dilakukan dalam bentuk sebuah tim kerja. Manakala tugas sudah tuntas dan tim bubar, individu akan meneruskan pekerjaannnya ke proyek berikutnya. Mungkin pada organisasi yang sama atau sebagai karyawan yang bebas tak terikat atau tugas-tugas lainnya, seperti para praktisi dan ahli yang bekerja sama membuat studi agribisnis.”
Sehingga dapat disimpulkan bahwa karir adalah suatu rangkaian pekerjaan  yang digunakan  seseorang  dalam  kurun  waktu  tertentu  yang  berkaitan dengan  sikap, nilai, perilaku dan motivasi dalam individu.
Terkadang menentukan karir kita sangatlah membingungkan, apakah kita akan buka usaha sendiri atau bekerja dengan orang lain? apakah pekerjaan yang kita lakukan cocok untuk kita? Kita berpikir kita telah mengambil keputusan yang benar tetapi ternyata kita merasa ada yang kurang di pekerjaan tersebut. Berikut tips dan cara bagaimana memilih karir yang benar-benar cocok untuk Anda.
a)    Memilih karir yang benar itu memang tidak mudah
Kebanyakan masalah terkait pekerjaan atau karir kita sering terjadi karena kesalahan dalam mengambil karir yang akan ditekuni. Terlebih bagi orang-orang yang baru saja akan mulai memasuki dunia kerja.
Bahkan, faktanya adalah pada awalnya hanya 5% orang yang berhasil memilih karir yang tepat untuk mereka. Orang-orang ini disebut adalah "fast starter", uniknya adalah orang-orang ini tidak lebih kreatif, semangat, inovatif dibandingkan yang lainnya, tapi untungnya adalah karena hal inilah mereka dapat menentukan karir mereka dengan cepat karena generalitas ini.
Beberapa lainnya sudah bekerja tetapi mereka merasa ada kekurangan dalam pekerjaan yang mereka lakukan. Kita tentunya ingin mengambil keputusan yang tepat terkait kehidupan kita sendiri, jadi berikut ini adalah penuntun untuk Anda dalam menentukan apakah Anda sudah benar-benar memilih jalur karir yang tepat, baik bagi Anda yang baru mulai mau masuk dunia kerja ataupun bagi Anda yang sudah memiliki 5 karir sebelumnya.
b)   Jangan percaya tanpa adanya bukti jelas
Kita sering sekali melihat pekerjaan-pekerjaan lain yang sepertinya sangat mudah dan enak, namun jangan percaya tanpa adanya bukti jelas. Sebagai contoh adalah Anda mungkin melihat menjadi seorang owner (bos) sangatlah enak, tapi yang Anda tidak tahu adalah jalan menuju keberhasilan mereka penuh dengan halangan. Faktanya hanya 25% perusahaan start-up yang benar-benar masih bertahan pada tahun pertamanya terlebih untuk sektor Teknologi Informasi (IT).
Yang Anda harus tahu adalah di dunia ini tidak ada yang namanya pekerjaan mudah dan enak, setiap pekerjaan selalu memiliki pro dan kontranya tersendiri. Jangan percaya sebelum Anda benar-benar telah mengerjakan tugas Anda untuk meneliti lebih lanjut mengenai karir terkait.
c)    Pilih gaya hidup, jangan jabatan pekerjaan
Lihatlah kehidupan yang dimiliki orang lain dan tanyakan kehidupan seperti siapa yang Anda inginkan. Mungkin terdengar sangat mudah, tapi mari kita lihat lebih dalam. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, untuk menentukan karir yang benar-benar cocok untuk Anda, Anda harus melakukan penelitian terlebih dahulu terkait kehidupan seperti apa yang dialami oleh orang-orang yang sukses di karir tersebut.
Sebagai contoh, untuk menjadi founder dari sebuah perusahaan start-up sangatlah tidak mudah, bahkan sebenarnya sangat buruk. Keuangan Anda akan benar-benar buruk, Anda tidak akan punya waktu untuk hal-hal lain di kehidupan Anda, terlebih lagi perusahaan Anda beresiko menghadapi kegagalan. Yang kita bicarakan founder di sini adalah benar-benar "founder" yaitu mereka yang benar-benar bekerja untuk membangun perusahaan tersebut tanpa terikat dengan pekerjaan lain.
d)   Ketahuilah jika Anda sudah salah
Walaupun terkadang dianggap ide yang tidak baik, mencoba berbagai macam pekerjaan adalah ide yang bagus. Hal itu menunjukkan bahwa Anda sedang mencoba mengetahui apa yang benar-benar cocok untuk Anda. Tapi sulitnya adalah mengetahui kapan Anda harus berhenti dari posisi Anda.
Poin paling penting adalah ketahui jika Anda sudah salah memilih karir, contoh paling sederhana adalah pada saat kuliah. Kita tahu dengan title pendidikan yang maka seseorang akan memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mendapatkan gaji yang lebih baik. Tapi apakah itu benar-benar karir yang cocok Anda? Anda mungkin melihat orang-orang yang berhenti kuliah karena dikatakan "tidak dapat menghadapi tekanan kuliah," pada kenyataannya orang-orang ini mungkin telah sadar bahwa kuliah tidak sesuai dengan karir yang mereka benar-benar inginkan. Dan mungkin saja dengan berhentinya dari kuliah mereka dapat menjadi lebih besar daripada yang mereka bayangkan sebelumnya bahkan melebihi para professor-professor universitas tersebut.[2]
Di sini yang ingin disampaikan adalah ketahuilah jika Anda sudah salah dalam mengambil keputusan karir. Jika Anda merasa Anda tidak dapat hidup senang dalam karir Anda karena berbagai macam hal, maka lihatlah lagi karir yang lain sebelum Anda keluar dari karir Anda tersebut.

****
Setelah mendapatkan satu artikel dan waktunya masi satu minggu lagi, maka saya mecoba untuk menulis artikel lagi dan yang ini membahas tentang UINSA kedepannya, atau yang lebih tepat makna dari twin towers, berikut hasil dari analisis penulis mengenai makna dari kalimat tersen

Membangun Kampus Berbasis Konsep Integrated Twin Towers
Oleh: Nanang Sufratna
Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya

“Rasulullah SAW. bersabda: Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka dia termasuk golongan orang-orang yang beruntung, barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah yang tergolong ortu-orang  yang merugi, dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang-orang  yang celaka”. (HR. Hakim)

            Hadits diatas menunjukan kepada umat Islam untuk melakukan perubahan dari yang buruk menuju kepada kebaikan. Didalam hadits tersebut terdapat tiga kategori perubahan, pertama perubahannya menuju kepada kebaikan, maka dia dikatan akan menjadi orang yang beruntung baik didunia maupun akhirat, kedua dia tidak mengalami perubahan dia tetap teguh pendirian  terhadap dirinya sendiri maka dia dimasukan oleh Rasulullah dalam kategori orang-orang yang merugi, hal ini disebabkan karena dia tidak mau mencari jati dirinya, dia hanya bisa puas dengan keadaannya sekarang, dan yang ketiga orang yang melakukan kegiatan hari ini tetapi perilakunya tersebut lebih buruk daripada apa yang dia lakukan kemarin, orang yang seperti ini dicap Rasulullah sebagai orang yang celaka. Hal ini disebabkan karena dia tidak bisa membawa perubahan yang baik pada dirinya, bahkan dia menjadi lebih buruk dari pada hari kemarin.
            Menurut literatur yang penulis baca, hadits diatas tidak hanya ditujukan kepada manusia saja yang dapat mengalami perubahan. Akan tetapi hadits tersebut bersifat umum, artinya semua yang berhubungan dengan perubahan didunia ini bisa dijadikan landasan hadits tersebut. Misalnya sebuah perusahaan, dia bisa memakai nilai-nilai yang terkandung didalam hadits tersebut, supaya perusahaan tersebut akan tetap maju, tidak luput juga dengan yang namanya tempat pendidikan, kita ambil contoh sebuah universitas. Untuk menghasilkan serjanah-serjanah yang berkualitas, sebuah universitas harus melakukan perubahan yang lebih baik daripada hari kemarin, supaya dengan hal tersebut Negara kita akan menghasilkan bibit yang luar biasa.
            Di Indonesia sendiri khususnya universitas Islam sudah mendapat perhatian dari pemerintah. Hal ini dapat dibuktiakn dengan adanya metamorfosis nama dari universitas tersebut, yang dulu titelnya IAIN (Institut Agama Islam Negeri) sekarang banyak universitas  menjadi UIN (Uneversitas Islam Negeri) antara lain UIN Sumatera Utara (Medan), UIN Raden Fatah (Palembang) dan UIN Sunan Ampel (Surabaya). Sehingga dengan adanya metamorfosis dari IAIN ke UIN ini dapa menimbulkan perguruan tinggi Islam Negeri sebagai pusat, sumber, dan penyebar peradaban. Melalui peradaban yang dikembangkan, UIN diharapkan memiliki andil besar dalam peneguhan NKRI yang bermartabat dan sekaligus mengembangkan kehidupan lebih manusiawi dalam bingkai nilai-nilai teologis universal transformatif dalam tataran global.
          Didalam metamorfosis tersebut sudah barang tentu setiap universitas  yang mengalami perubahan harus mempunyai visi dan misi yang harus diemban. Tidak lepas juga dengan UIN Sunan Ampel Surabaya yang memiliki visi menjadikan universitas islam yang unggul dan kompetitif bertaraf internasional dan misi mengembangkan riset ilmu-ilmu keislaman multidisipliner serta sains dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kedua visi dan misi tersebut jika kita kombinasikan akan muncul sebuah pemikiran paradikma mengenai konsep pembangunan atau yang sering disebut dengan Integrated Twin Towers. Dengan harapan dengan adanya konsep pemikiran Integrated Twin Towers tersebut, UIN SA tidak hanya mengembangkan ilmu keislaman, sains, dan sumber tekhnologi semata, tetapi UIN SA harus menjadi pusat pendidikan yang mendialogkan antara nilai-nilai moral dan kajian akademik, dan yang paling diutamankan yaitu dua bahasa (Arab dan Inggris). Sehinnga diharapkan lulusan dari UIN SA tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan akan tetapi unggul dalam nilai-nilai moral dan akademik atau yang disebut dengan lulusan ulul albab.
            Setidaknya ada poin penting dibalik pembangunan UIN SA yang menjadi cita-cita bersama semenjak tahun 2009:
  1. Mengembangkan sifat kelimuan yang multidisiliner
Dengan adanya perubahan dari IAIN ke UIN maka UIN SA juga merubah sistem pembelajarannya. Yang dahulu sistem belajarnya menggunakan sistem apa adanya. Sekarang UINSA sadar untuk menjadi  lulusan yang ulul albab para dosen dan maha sisiwa harus mendisiplinkan waktu dalam kegiatan belajar ataupun mengajar. Sehingga jika telah tercipta keidsiplinan dalam diri mahasiswa dan dosen akan mudah untuk mendapatkan ilmu-ilmu keagamaan dan yang bersifat umum. Kita lihat para ilmuan-ilmuan yang berasal dari barat mereka semua berjiwa disiplin dan sangat menghargai waktu. Karena mereka tahu langkah pertama untuk menjadi orang yang sukses harus mendisiplinkan jiwa terlebih dahulu.
2.      Menjadikan universitas yang bertaraf Internasional
Dengan mengembangkan sistem kajian akademik UIN SA berharap menjadi universitas yang bertarap Internasioanl. Oleh karena itu UIN SA sangat menekankan kepada mahasiswanya agar dia bisa berbahasa Arab dan Inggris. Sehingga jika mahasiswa sekarang bisa berbasa Arab dan Inggris mereka tidak tertinggal dengan mahasiswa yang akan datang. Karena kedepannya UIN SA membuka pendaftaran dari dalam dan luar negeri.
Melalui kombinasi visi dan misi keilmuan berparadigma integrated twin towers di atas, UINSA memaknai dan menerjemahkan secara lebih kongkret konsep ulul albab ke dalam standar kompetensi lulusan yang memiliki kekayaan intelektual, kematangan spiritual, dan kearifan perilaku. Kekayaan intelektual diharapkan mampu mengatarkan individu lulusan yang memiliki kepribadian smart (cerdas). Kematangan spiritual diidealisasikan agar tertanam kuat dalam diri inidividu lulusan kepribadian honourable (bermartabat). Kearifan perilaku dimaksudkan agar individu lulusan diperkaya dengan kepribadian pious (berbudi Luhur). Dengan ciri khas pengembangan akademik-keilmuan ini semua, maka UINSA mengembangkan semboyan "Smart (Cerdas)–Pious (Berbudi Luhur)–Honourable (Bermartabat)" sebagai platform lembaga.
*****
            Akhirnya karena kesibukan menulis tersebut waktu untuk berangkat kepare tinggal dua hari lagi. Teman-teman sudah mempersiapkan semuanya mulai dari peralatan mandi, alat-alat tulis dan lain sebagainya, karena konon katanya semua barang-barang yang ada dipare banyak yang mahal. Maklum kampung yang sering disebut sebagai kampung inggris ini sangat ramai pengunjungnya terutama musim libur seperti saat kami ini, hal ini disebabkan sangat banyak dari pelajar dan maha siswa yang ingin menguasai bahasa inggris secara cepat. Dan solusi yang paling tepat dengan cara masuk kekampung inggris ini. jadi tidak heran jika pada saat libur seperti ini di kampung inggris tersebut membeludak dari mahasiswa sampai pelajar. Jika banyak pelanggan maka hukum dari ilmu ekonomi berlaku yaitu “Jika konsumen sedikit maka harga barang akan turun dan sebaliknya jika konsumen banyak maka harga suatu barang akan naik”. Jadi sudah sewajarnya jika semua sembakao yang ada dipare itu banyak yang mahal.
****

 

Senin, 09 Maret 2015
Bersama: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz M.Ag
Mengerjakan Tugas Bersama Profesor

            Hari ini saya dan teman-teman melanjutkan mata kuliah tafsir hadits bersama Prof. Ali. Meteri yang kami bahas tetap sama, yaitu membahas tentang tugas yang telah diberikan minggu kemaren. Setelah hampir satu minggu kami mengerjakan tugas dari beliau, dengan semangat yang membara dan motivasi untuk maju, akhirnya kami bisa untuk menyelesaikan tugas dari beliau.[3] Ya walaupun tugasnya masi banyak yang salah, prof. Ali bilang kepada kami “ya tidak apa-apa, hidup masi koma. Saya saja untuk mendapatkan tulisan yang bagus perlu revisi sebanyak sebelas kali,” meskipun beliau berkata demikian akan tetapi kelompok kami tetap dengan sekuat tenaga supaya tidak banyak salah pada kelompok kami.
            Singkat cerita, setelah kami masuk kelas intensiv (belajar bahasa Arab dan Inggris) langsung menuju ke kelas, berhubung jadwal kami pada hari ini pukul 07.45 dan selesai kelas intensivnya pukul 07.30, jadi tidak ada lagi waktu untuk istirahat. Kebetulan saya sudah melaksanakan rutinitas saya (sholat dhuha)  sebelum berangkat ke kelas intensiv. Semuanya sudah dipersiapkan untuk belajar sama prof. Ali.
            Ketika sampai di kelas, teman-teman saya hanya sebagian yang sudah masuk ke kelas. sebagiannya masi ada yang diluar untuk istirahat sejenak, dan sebagian masi ada yang mempersiapkan tugas kelompok karena belum di print. Di dalam hati saya berkata “Untung tugas kelompok saya sudah di print tadi malam. Kalau tidak, bisa-bisa gelabakan juga sama seperti kelompok tersebut.” (Sambil tersenyum)
            Sambil berjalan dengan gontai saya menuju kekursi deretan nomor dua, karena kalau nomor satu saya sedikit gugup. Tidak tahu mengapa, setiap pelajaran prof. Ali saya pasti merasakan gugup. Padahal hampir setengah tahun saya belajar dengan beliau. Mungkin karena karismatik beliau yang begitu mempesona sehingga saya terasa segan ketika berhadapan dengan beliau. Tidak seperti dosen yang lainnya, kalau dengan dosen lainnya setiap pertemuan insayaAllah saya pasti aktif. Tetapi kalau dengan prof. Ali bisa dibilang saya pasif, mungkin karena efek dari karismatik beliau sehingga saya segan untuk bertanya kepada belaiu. Akan tetapi pada hari ini saya ingin merubah itu semua, saya berjanji untuk melawan kurang percaya diri saya terhadap prof. Ali, karena saya pikir untuk apa minder terhadap prof. Ali. Buktinya dunia ini banyak didunia dikuasai oleh orang-orang yang percaya diri. Sebagaimana beliau berkata “minder itu kapir” mengapa beliau berkata begini. Hal ini disebabkan sangat banyak umat Islam yang minder, sehingga umat Islam tertinggal oleh bangsa barat. Selain itu, apabila kita minder kita tidak bisa belajar dengan baik atau kita tidak mampu untuk berdakwah di tempat umum. Sehingga tidak bisa kita banyangkan apabila penyakit minder ini menyerang seluruh umat Islam. Maka agama yang kita cintai akan menjadi beku dan tidak akan berkembang. Oleh karena itu pada hari ini saya bertekad untuk tidak menjadi minder.
            Setelah lima menit menunggu di kelas dan teman hanya separuh yang sudah datang. Tiba-tiba prof. Ali sudah datang, saya sangat kaget karena kalau menurut jadwal beliau datang lima belas menit setalah pelajaran intensiv. Akan tetapi baru limat menit beliau sudah datang, inilah yang menunjukkan betapa semangatnya beliau untuk mengajari kami. Belaiu begitu disiplin dengan waktu, seharusnya kami bersyukur mempunyai guru yang sangat mencintai kami semua, beliau ingin menjadikan kami menjadi orang yang sukses. Akan tetapi respon kami terhadap beliau tidak sebanding dengan apa yang beliau perbuat. Buktinya sekarang ini masi banyak teman-teman belum mengerjakan tugas dari beliau. Walaupun demikian kami akan berusaha sekuat jiwa dan raga kami agar dapat mencontoh beliau, kami akan mencoba menjadi orang yang disiplin, tidak minder, menghargai waktu dan masi banyak yang lainnya.
            Pada saat itu beliau langsung duduk di kursi dosen yang berada didepan mahasiswa. Setelah membuka perkuliahan, beliau langsung membuka buku khotabah jumat karang beliau sendiri dan mempersilahkan salah satu dari teman kami untuk membacanya. Karena saya duduk dibarisan yang kedua, jadi saya bisa mendengar dengan jelas apa yang dibacakan teman saya tersebut. Inti dari pembacaan tersebut “alangkah muliahnya orang yang bisa bangun malam dan tersenduh-senduh merenungkan dosa yang telah diperbuatnya”. Setelah teman sudah membaca, prof. Ali menjelaskan apa yang dimaksud dari bacaan tersebut, dan akhirnya belaiu mempersilahkan kami untuk bertanya yang belum jelas dari bacaan tersebut. Saya melihat kekiri dan kekanan teman-teman tidak ada yang angkat tangan, saya bingung hal ini disebabkan mereka msudah paham atau mereka minder untuk bertanya. Akan tetapi timbul didalam diri saya untuk bertanya, saya ingin membuktikan bahwa saya tidak minder saya ingin menjadi orang yang sukses tanpa minder. Pertanyaan saya begini “ust. tadi dikatakan alangkah muliahnya orang yang tersenduh-senduh ditengah malam, nah yang ingin saya tanyakan yaitu bagaimana dengan diri saya, karena saya sangat sulit untuk menangis akan tetapi saya hanya merasakan kesedihan saja. Apakah hal tersebut sama derajatnya dengan yang menangis terseduh-seduh yang ada dalam bacaan tadi?” Beliau mejawab: “tidak apa-apa, yang penting kamu sudah mau mengingat Allah di waktu malam, apakah ada didalam Islam kamu diperintahkan menangislah di waktu malam.” Saya rasa itu adalah jawaban yang tepat, karena memang benar tidak ada Allah memerintahkan kita untuk menangis di waktu malam.
            Setelah dirasa teman-teman sudah datang, perkuliahan hari inipun dibuka. Prof. Ali mengawalinya dengan menanyakan tugas yang telah kami selesaikan. Saya setiap tugas akan sama seperti dosen yang lainnya. Kita memberikan tugasnya lalu dosennya melihat dimana letak kesalahannya. Akan tetap hal ini sangat berbeda dengan prof. Ali. Kalau dengan prof. Ali, kita tidak mengumpulakn dengan beliau, beliau menyuruh kami mengkoreksi sendiri tugas yang telah kami kerjakan.
            Tidak susah-susah kami hanya diperintahkan melihat dimana letak kesalahan tulisan, sturktur kepenulisan dan persamaan dengan kitab tafsir yang kami jadikan refrensi. Kami membagi kelompok di dalam kelompok, supaya hal ini dapat memudahkan kami untuk menyelesaikan tafsirnya, karena kalau kami koreksi bersama-sama akan memakan waktu yang cukup lama. Kami membuat satu kelompok terdiri dari dua orang, yang satu membacakan tafsirnya yang lain membenarkan tulisan kami yang ada di laptop. Meskipun terlihat hanya sepeleh tetapi sangat banyak sekali kalimat-kalimat yang kurang ataupun tidak jelas. Untuk membenarkan tugas yang telah kami buat, kami diberi waktu satu jam setengah. Waktu terus berjalan dan kamipun sangat sibuk dengan koreksian yang salah terhadapa tugas yang telah kami buat, hal ini disebabkan karena sangat banyak sekali kesalahan yang terdapat didalam tugas kami. Dan akhirnya kami tidak merasakan waktu yang diberikan prof. Ali sudah habis, padahal tugas kami hanya sedikit yang beru kami koreksi.
            Oiya saya hampir lupa, ditengah kami sedang mengkoreksi tugas yang telah kami bikin, prof. Ali menjelaskan bagaimana struktur yang baik untuk membuat sebuah buku. Dengan adanya penjelasan dari beliau, sangat banyak ilmu baru yang kami dapatkan. Dan setelah mendegarkan penjelasan tersebut, bertambah banyaklah kesalahan-kesalahan yang kami dapat di tugas kami. meskipun tugas kami banyak yang salah, akan tetapi beliau tidak marah dengan kami, malahan beliau mengjarkan kepada kami bagaimana cara menulis yang baik. Tidak seperti dosen lainnya yang hanya ingin mengajarkan kami tentang ilmu akan tetapi prof. Ali mengatakan “saya tidak mengajari anda untuk tahu, akan tetapi saya mengajari anda untuk berkarya.”
            Subhanallah begitu mulianya tujuan beliau yang ingin menjadikan kami orang yang sukses semua. Akan tetapi apa yang beliau berikan tidak sesuai dengan repons kami semua. Banyak diantara teman-teman terutama saya yang belum serius mengerjakan tugas yang beliau berikan. Buktinya sekarang tugas yang beliau berikan sangat banyak kesalahan yang kami perbuat. Tapi kami bersyukur dengan kesalahan tersebut kami banyak dapa ilmu dari beliau, karena setiap kesalahan yang perbuat beliau benarkan, sehingga kami tahu yang benarnya.
            Setelah hampir satu jam setengah kami mengkoreksi tugas dan kesalahan yang kami temukan hampir setiap halaman. Kamipun berlanjut kesesi berikutnya yaitu pembahasan ayat perayat dengan perbandingan tafsir menurut kelompok masing-masing, tafsir yang kami bahas ketika itu ialah Tafsir al-Munir yang digarap oleh kelompok pertama dan mereka berjumlah sepuluh orang yang diketuai oleh Jajang Sufriatna, dan subhanallah kelompok yang diketuai oleh Jajang ini menggunakan bahasa Arab, tidak seperti kelompok lainnya yang menggunakan bahasa Indonesia. Dan kelompok kedua membahas tafsir Ibnu Katsir yang diketuai oleh Mizan Asrori, tidak jauh beda dengan kelompok pertama mereka juga sangat bagus karena didalam kelompok tersebut banyak orang-orang yang hebat. Selanjutnya yang terakhir yaitu kelompok al-Azhar yang diketuai oleh saya sendiri.
Kamipun membahas ayat pertama kewajiban dakwah [QS. Ali Imran [03]: 104] pada ayat ini seperti kami membahas tentang munasabah. Setiap kelompok membacakan hasil munasabah masing-masing perwakilan setiap kelompok. Setelah perwakilan dari al-Munir dan Ibnu Katsir sudah membacakan munasabahnya, tibalah kelompok kami al-Azhar membacakan munasabah hasil kerja kami. Sebenarnya tugas yang pertama ini tidak kami kerjakan bersama, hal tersebut disebabkan oleh kurangnya hari dan susahnya untuk berkumpul dengan teman-teman perempuan. Sehingga setelah perwakilan kami sudah membacakan munasabahnya, hasil dari munasabah tersebut sedikit rancu dengan ayat yang sedang dibahas. Sehingga hasil dari kelompok kami diperjelaskan lagi oleh pro. Ali, dan sebagai ketua kelompok merasa tidak enak dengan hal tersebut karena kelompok lain sudah bagus munasabahnya. Akan tetapi saya tidak marah dengan teman yang mengerjakan munsabah tersebut, karena prof. Ali saja tidak pernah marah, kenapa saya harus marah. Agar mengatasi banyak kesalahan kami tidak mengambil hasil dari kelompok, tetapi kami membuat baru dengan cara bermusyawarah karena kalau menurut saya hasil dari musyawarah sedikit lebih bagus dari hasil kerja sendiri.
            Karena saya sudah berjanji pada hari ini untuk aktif di pelajaran prof. Ali, jadi saya yang memimpin teman-teman untuk mengatasi masalah munasabah dan kesimpulan yang sedikit rancu tersebut. Ketika munasabah dan kesimpulan dari ayat pertama sudah selesai, kamipun membahas munasabah dari ayat yang kedua yaitu surah Ali Imran ayat 110, setelah teman-teman kelompok lain sudah membacakan munasabahnya tibahlah kelompok kami yang membacakan musabah hasil dari kelompok kami.
            Pada saat itu hati saya mulai berdegup dengan kencang diikuti tangan yang mulai gemataran dan mulut yang tertutup dengan rapat, akan tetapi dengan sekuat tenaga saya mencoba untuk membacakan munasabah dari kelompok kami. Dengan rasa segan saya mulai membacakan munasabahnya “Pada ayat sebelumnya yaitu ayat 106 Allah mengatakan pada hari kiamat nanti ada dua golongan yaitu golongan yang berwajah putih berseri dan golongan yang berwajah hitam buram, kemudian pada ayat 110 ini Allah menjelaskan siapakah  yang berwajah berserih putih dan hitam muram tersebut. Yang berhak mendapatkan wajah putih berseri yaitu orang yang amar makruf nahi munkar (menyuruh kepada kebaikan dan  menjegah yang mungkar), beriman kepada Allah dan orang-orang Ahli kitab yang beriman kepada Allah. Kemudian yang berwajah hitam muram yaitu orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak menyeruh kepada yang baik dan tidak menjegah yang mungkar.”
****

Senin, 27 April 2015
            Kring....kring....kring, sayup-sayup aku mendengar suara tersebut, dan semangkin lama suara tersebut lebih jelas. Dan perlahan-lahan aku membuka mataku yang, sangat berat rasanya, keloopak mataku seperti ditimpa batu yang besar sehingga untuk membukanya sangat sulit. Akan tetapi dengan segan aku membuka mataku, dan sama-samar aku melihat handpone yang berada disampingku yang berdering dengan keras. Ternyata bunyi berdiering tersebut berasal dari alaram yang saya jadwalkan. Dengan malas saya mematikan alaram tersebut, sekejep kemudian suasana kamar menjadi hening, ditanganku masi terpegang handpone yang burbunyi tadi. Dengan lirih saya melihat hanpone yang sudah lusuh, dan warna hitam metalik yang hampir pudar karena sering dipegang, maklum hampir satu tahun hanpone tersebut bersamaku.  Ya elektronik bermerek samsung tersebut saya beli ketika hendak lebaran tahun lalu, ketika itu saya masih dipondok pesantren Qodratullah, yang terletak didesa langkan sekitar 35 Km kebarat dari kota palembang, dengan sekuat tenaga saya mengumpulkan uang jajanku demi medapatkan barang berwarna hitam tersebut. Maklum saya tidak mau merepotkan kedua orangtua saya, sebenarnya hanya tinggal bilang saja kepada orang tua pasti dibeliin, tapi saya tidak mau menambah beban mereka, sudah cukup bagi mereka membiayai kehidupanku disekolah dankeperluan lainnya. Makanya sedikit demi sedikit saya menyisihkan uang jajan saya yang perbulannya hanya Rp 300.000 itu sudah bilang cukup besar karena uang makan dan keperluan lainnya sudah ditanggung uang spp (study pembayaran).
Hampir satu tahun aku menabung, akhirnya ketika satu minggu hendak lebaran idul fitri saya bisa mengumpulkan uang untuk membelinya, ketika itu harganya Rp1700.000 (satu jutah tujuh ratus rupiah) dengan segan saya mengeluarkan uang tabuangan saya dari Atm dan mengambilnya. Denagn mata berbinar-bianar saya melihat hp tersebut, dan langsung mengambilnya dari pelayan. Saya tidak bisa membayangkan betapa bahagianya saya saat itu, ya siapa yang tidak bahagia bisa mendapatkan barang yang diinginkan sejak dulu, dan hp tersebut bisa mendapatkan hanpone android yang bisa BBM, Facebook, Twiter, ddl.
Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT karena hp tersebut belom pernah mengalami kerusakan, selain itu barang yang lebarnya hanya 7x4 cm tersebut dapat membangunkanku setiap malam, seperti malam ini.
Dengan malas saya melihat jam yang bergerak di Hp saya, ketika itu jam menunjukan 03.15 wib, ya sebenarnya saya  menyetel alaramnya tepat jam 03.00 wib berhubung bermalas-malasan diatas kasur terlebih dahulu jadinya molor 15 menit, sebenarnya ketika itu mata saya ingin mengajak tidur lagi karena masi sangat mengantuk, tetapi dengan sigap badanku langsung berdiri dan duduk di kasur, didalam hati saya mengucapkan “astagfirullah!!!besok ulangan tafsir” dan seketika itu pula ngantuk yang menghinggapi saya menghilang seketika.
            Ya saya baru teringat, kenapa saya menyetel alaram tepat jam 03.00 wib, hal ini disebabkan saya ingin membaca kembali tafsir yang akan diujikan besok. Saya melihat kesamping kanan dan terlihat setumpuk kertas disitu. Karena sebelum tidur saya sempat membacanya dan meletakkannya disamping kanan saya. Saya teringat kalau malam ini jadwla baca saya satu kali, ya kertas 11 halaman tersebut baru tiga kali saya baca, dan masi belum menguasainya. Jadinya saya membuat jadwal ingin dibaca setelah sholat tahajjud, karena keutamaan membaca ketika malam hari, selain tidak ada yang menggangu konsentrasi belajar, kita dapat menguasai materi lebih cepat daripada membaca ketika siang hari. Jadinya waktu paporit belajarku ketika malam hari, akan tetapi belajar dimalam hari ini sangat banya gannguan, diantara gangguan tersebut yang paling sulit dilawan yaitu rasa ngantuk. Dan setiap orang mempunyai jurus yang berbeda-beda dalam mengatasi ngantuk tersebut, kalau saya sendiri cukup minum kopi maka ngantuknya kabur terbiri-birit.
            Akhirnya saya berdiri dari kasur, dan melihat hp saya yang nokia. Ternyata hp tersebut juga berbunyi, tapi berhubung agak jauh dari tempat tidurku jadinya alaramnya tidak kedengaran. Dan dilayar hp tersebut tertera nama panggilan tidak terjawab, dengan jelas saya baca nama tersebut “Pbsb Feby” dalam pikiranku “ternyata dia sudah bangun duluan” karena saya lihat dilayar dia memanggil pukul 03.09 wib. Saya teringat ketika sebelum tidur saya sms dia, untuk membangunkan saya. Karena wanita yang bertubuh sedang ini sering bangun ketika malam, jadinya saya bisa memanfaatkan dia untuk membangunkan saya. Selain itu wanita yang sering dipanggil Feby ini merupakan teman dekat saya sekarang ini, saya banyak belajar tafsir dari beliau. Selain rajin perempuan yang berasal dari Ponorogo ini juga tterkenal dengan kepintarannya ketika ujian tafsir, karena sudah lima kali ujian tafsir hanya sekali dia tidak mendapatkan nilai yang tertinggi, ketika aku mengatakan kepadanya bahwan aku bisa mengalahkannya, jika aku dapat mengalahkannya maka dia harus menghafal Al-Quran sebanyak satu juz, dan jika saya kalah maka aku yang mengahafal satu juz, dan mungkin dia down dengan janji kami maka saya dapat mengalahkannya ketika itu saya mendapatkan nilai 83 dan dia 78, tetapi yang lainnya dia selalu menang. Jadi sudah sewajarnya saya belajar dengan dia bagai mana menjawab soal-soal yang dikasikan oleh ust. Ainul Yaqien. Dan hasilnya terbukti, ya walaupun nilainya tidak setinggi Feby tapi lumaya dibandingkan dengan teman-teman yang lainnya, ujian pertama saya mendapatkan nila 90, kedua 65, keempat 83, dan kelima 75.
            Dan pada hari ini saya bertekad untuk mendapat nilai yang lebih besar dari yang kemarin, karena sebagaimana hadits Rasulullah SAW:
“Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka dia termasuk golongan orang-orang yang beruntung, barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah yang tergolong ortu-orang  yang merugi, dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang-orang  yang celaka”. (HR. Hakim)
Ketika membaca hadits tersebut sudah tertanam didalam diriku semangat untuk lebih baik nilai pada hari ini.
            Sambil lemas saya berdiri dan menuju kekamar mandi, dengan rasa malas saya mengambil air wudlu dan seperti biasanya saya membaca doa dan dzikir, sama dengan apa yang saya baca dibuku terapi sholta bahagia karangan prof. Ali aziz. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz mengatakan, jika kita tidak berdoa ketika berwudhu maka wudhu kita hanyalah Formalitas belaka. Sebagaimana Abu Thalib Al Maliki berkata “Wudlu yang dikerjakan tanpa mengingat Allah mengundang setan-setan mengerumuninya seperti lalat yang mengerumuni setetes madu.
            Selanjutnya pengarang kitab terapi sholat bahagia ini menjelaskan bahwa wudlu adalah sarana pembersihan jiwa dimulai dari bagian yang paling luar dari tubuh  sampai bagian yang paling dalam yakni rohani kita. Wudlu  merupakan proses pribadatan kepada Allah SWT sebagaimana proses ibadah shalat. Rasulullah SAW membedakan wudlu yang disertai dzikir dan yang tidak. “Barangsiapa mengingat Allah ketika wudlu, maka seluruh tubuhnya akan disucikan-Nya. Dan barangsiapa yang tidak mengingat-Nya, maka tubuhnya tidak disucikan-Nya kecuali bagian yang terkena air” (HR. Al Daruquthni dari Abu Hurairah r.a).
            Tidak hanya sebatas keutamaan berdzikir ketika berwudhu dosen UINSA ini juga menjelaskan bagaimana cara-cara berwudlu baik itu bagian sunah ataupun wajib beliau jelaskan secara mendetail dan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh semua kalangan dari profesor sampai kepada masyarakat awam.[4]
            Dengan perasaan malas saya mulai menghidupkan keran, karena mungkin sudah kebiasaan dipondok dulu, saya selalu mengerjekan sunh-sunah ketika berwudlu, jika tidak mengerjakan sunah terasa ada yang kurang dalam berwudlu. Sebenarnya sangat banyak sunah yang dapat kita lakukan ketika berwudlu tapi yang sering saya lakukan hanya, mencuci tangan, berkumur-kumur, membersihkan hidung, dan mengusap telinga.
 Ketika air sudah mengalir dari kran, dengan segera saya mencuci tangan saya, dimulai dari telapak tangan sampai kesela-sela jari. Kemudian membersihkan kotoran-kotoran yang ada didalam kuku, sambil mencuci tangan tersebut didalam hati saya menyebut nama Allah dan bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT kemudian saya berdoa,  Wahai Allah, segala puji bagi-Mu. Ampunilah semua organ tubuh yang saya sucikan dengan wudlu ini.
Setelah dirasa tangan saya bersih, akupun memasukkan air kedalam mulut kemudian berkumur-kumur dengan air tersebut dengan tujuan untuk membersihkan mulut dan gigi. Kemudian saya membaca doa yang saya dapatkan dari buku terapi sholat bahagia, Wahai Allah, segala puji bagi-Mu. Ampunilah semua dosa dari organ tubuh yang saya sucikan dengan wudlu ini. Doa ini bertujuan adanya cahaya Allah di mulut, sehingga kita selalu berbicara yang benar. Kita berharap pula ampunan dari semua dosa yang bersumber dari mulut.
Habis mencuci mulut dengan replek langsung mencuci hidung, adapun mammpat dari mencuci hidung ini ialah dapat membersihkan bulu-bulu yang tumbuh pada dinding lubang hidung serta kotoran yang singgah di dalamnya. Dengan demikian, hidung menjadi bersih , pernapasan semangkin lancar dan paru-paru lebih sehat. Saya teringat dengan hadits nabi SAW, Dari Abu Hurairah r.a, sesungguhnya Nabi SAW bersabadah, “Jika seseorang diantara kalian berwudlu , hendaklah dia memasukkan air ke dalam hidungnya dan kemudian mengeluarkannya” (HR. Al Bukhari, Muslim dan Abu Daud).
Dari hadits diatas sudah sangat jelas bahwah nabi menganjurkan kepada kita untuk memasukkan air kehidung, hal ini disebabkan Nabi SAW sudah tahu bahwa hal tersebut dapa mensehatkan tubuh manusia. Kemudia saya mengakhiri membersihkan hidung ini dengan doa,  Wahai Allah, segala puji bagi-Mu. Ampunilah semua dosa dari organ tubuh yang saya sucikan dengan wudlu ini.
Setelah membasuh tiga anggota badan tadi ngantuk saya sudah tidak terasa lagi, dan badan saya mulai merasakan kesegaran, bukan hanya anggota badan bagian luar saja tetapi bagian rohani saya juga merasa nyaman.
Setelah melakukan sunah didalam wudlu kemudian saya melakukan yang wajib (yang harus dikerjakan didalam berwudlu) diantaranya membasuh muka, membasuh tangan, mengusap kepala, dan membasuh kaki.
Yang pertama saya membasuh muka, hal ini disebabkan begitu banyak dosa-dosa yang dikeluarkan dari indera di wajah ini diantaranya pandangan yang berdosa, tutur kata, sinisme, dan amarah yang tercermin diwajah kita. Dan masih banyak dosa-dosa yang kita lakukan akibat kegagalan kita menjaga indera dan wajah.
Selain itu juga diakhirat nanti Allah akan membangkitkan manusia dalam keadaan muka yang berbeda-beda, sebagaiman firman Allah SWT didalam ([03]: 106-107)
يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٞ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٞۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ٱسۡوَدَّتۡ وُجُوهُهُمۡ أَكَفَرۡتُم بَعۡدَ إِيمَٰنِكُمۡ فَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡفُرُونَ ١٠٦ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ ٱبۡيَضَّتۡ وُجُوهُهُمۡ فَفِي رَحۡمَةِ ٱللَّهِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ١٠٧
106. pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): "Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu”. 107. Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya” (QS. Ali ‘Imran [3]: 106-107).
            Dalam beberapa hadits Nabi SAW menjelaskan tentang mereka yang berwajah putih berseri tersebut adalah orang yang banyak berwudlu dan bersujud. Semoga dengan wudlu ini, wajahku selalu segar dan bersih. Itulah identitas penampilan seorang muslim: selalu ceriah, bersih dan sehat. Semoga dengan berwudlu ini wajahku bersinar dan berserih dihadapan Allah.
            Maka untuk mendapatkan semua itu seharusnyaketika membasuh muka  membaca doa sebagai berikut:
اَللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِى يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ
Artinya:
"Ya Allah..! Beri
lah cahaya di wajah-ku Pada hari bercahaya".
            Ketika sedang asyik mebasuh muka, saya juga membacakan niat berwudlu. Karena sebuat niat dilaksankan ketika awal kita mengerjakan pekerjaan tersebut dan berhubung wajibnya wudlu dimulai dari membasuh muka, maka niat kitapun berbarengan pada saat membasuh muka tersebut. Begitu juga dengan sholat, kita melaksankan niat ketika takbirotul ihrom maka disana, wajib melpaskan niat.
            Adapun hukum dari niat, menurut yang saya baca didalam kitan Safinatun an-Najah kitab yang membahas tentang hukum-hukum yang ada didalam Islam atau yang sering disebut dengan Fiqih. Didalam kitab tersebut dijelaskan bahwah hukum dari niat yaitu wajib, adapun tempatnya yaitu didalam hati. Akan tetapi lebih utama jika kita melapaskn atau mengucapkan niat tersebut, karena hukum melapaskannya berupa sunah. Sedangkan niat yang didalam hati itu hukumnya wajib dan mengucapkannya ketika kita melakukan pekerjaan tersebut.
            Setelah membasuh muka dan niat sudah dilapaskan, saya mulai membasuh kedua tangan saya. Mengapa tangan harus dicuci ketika berwudlu? Hal ini mungkin banyak ditanyakan oleh orang-orang yang awam (kurang paham terhadap ilmu pengetahuan tentang agama) dan sebagian orang nonmuslimpun banyak yang menanyakan hal ini.
            Tangan harus dibasuh ketika berwudlu karena tangan merupakan salah satu anggota tubuh yang sangat rentan terhadap kejahatan. Dengan tangan dapat menyebabkan kekerasan yang menyulut pertumpahan darah. Dengan anggota badan tersebut manusia dapat melakukan korupsi yang menyengsarakan jutaan orang, selain itu tangan bisa menulis tulisan yang menyesatkan dan penuh fitnah. Kemudian dengan tangan manusia bisa mengirim pesan melalui telpon seluler dan internt yang mengundang kemaksiatan. Semua yang telah diperbuat oleh anggota badan ini terutamanya kedua tangan, mereka akan mejadi saksi di hari kiamat kelak, dan mereka melaporkan semuanya kepada Allah AWT tentang apa yang telah diperbuat oleh manusia. Sebagaimana firman Allah SWT:
ٱلۡيَوۡمَ نَخۡتِمُ عَلَىٰٓ أَفۡوَٰهِهِمۡ وَتُكَلِّمُنَآ أَيۡدِيهِمۡ وَتَشۡهَدُ أَرۡجُلُهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ٦٥
Artinya:
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan” (QS. Yasin[36]:65).
            Maka dengan air wudlu, kita berharap tangan kita dijauhkan Allah dari dosa, dan dengan pengampunan, tangan tidak lagi bersaksi di hadapan Allah atas dosa yang telah kita kerjakan.
            Dengan sambil meyiram air ketangan, saya memohon kepada Allah SWT semoga dengan air wudlu ini tangan kita dapat menghasilakn rizki yang penuh berkah, mudah untuk menolong orang, dan bisa menghasilkan karya yang bermamfaat bagi umat manusia. Yang pertama saya membasuh tangan kana terlebih dahulu dibarengkan dengan membaca doa:
اللَّهُمَّ اَعْطِنِى كِتاَبِى بِيَمِيْنِى وَحَاسِبْنِى حِسَاباً يَسِيْراً
 Artinya:
"Ya Allah ,..! Berikanlah
kepadaku kitabku dari sebelah kanan dan hitunglah amalanku dengan perhitungan yang mudah".
Selanjutanya dilanjutkan dengan membasuh tangan kiri. Sama dengan yang kanan saya juga membaca doa sebagai berikut:
اَللَّهُمَّ لاَ تُعْطِنِى كِتاَبِى مِنْ يَساَرِىْ وَ لاَ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِىْ

Artinya:
"Ya Allah..! Aku
berlindung dengan-mu dari menerima kitab amalan-ku dari Sebelah kiri atau dari sebelah belakang".
            Setelah dirasa kedua tangan sudah bersih, sayapun beranjak ke rukun berikutnya, yaitu mengusap kepala. Didalam al-Quran sendiri banyak sekali Allah SWT menegur manusia mengenai berpikir diantaranya, “ apakah engaku tidak berfikir? Tentu hal ini merupakan tandatanya yang besar, mengapa Allah SWT banyak menyinggung manusia mengenai manusia. Padahal keutamaan manusia dengan makhluk lainnya yaitu terletak di cara ia menggunakan otak/berfikir. Etatpi dengan ayat-ayat yang menyatakan apakah engaku tidak berfikir? Hal ini seolah-seolah manusia tidak banyak yang menggunakan akal fikrannya. Hal ini disebabkan kebanyakan dari manusia tidak menggunakan akal fikrannya dengan jalan kebenaran. Jadi seolah-olah akal fikirannya tidak berfungsi sebagimana mestinya, mereka tidak memikirkan nikmat yang Allah berikan kepada mereka, selain itu mereka juga tidak menyadari bagaimana alam ini bisa terbentuk, dan beredarnya matahari tampa ada yang bertabrakan. Kebanyakan dari mereka hanya berfikir mengenai hal-hal duniawi semata, sehingga lalai dnegan zat yang maha berkuasa di alam semesta ini.
Dan mereka yang tidak menggunakan pemikiran mereka kepada jalan kebenaran akan benar-benar menyesal dengan apa yang telah mereka kerjakan. Sebagaimana firman Allah SWT:
وَقَالُواْ لَوۡ كُنَّا نَسۡمَعُ أَوۡ نَعۡقِلُ مَا كُنَّا فِيٓ أَصۡحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ ١٠
Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala" (QS. Al Mulk [67]:70).
            Dengan air wudlu ini saya berdoa didalam hati semoga saya terhindar dari sifat-sifat tersebut. Semoga dengan air yang menetes diatas kepalaku ini bisa membawa ke akal yang berfikir sacara sehat, dianugrahi intelektual dan kecerdasan emosional, sehingga saya dapat berfikir positif atas semua takdir Allah, dan berfikirpositif terhadap sesama muslim, selalu kreatif dan inovatif.
Selanjutnya saya membaca doa:
Artinya:
"Ya Allah..! Haramkan rambut-ku dan kulit-ku dari Neraka dan lindungilah aku dari (Arsymu) pada hari tidak ada perlindungan kecuali perlindungan-mu".
Semoga dengan doa ini saya akan menjadi lebih baik dari yang kemarinnya. Karena segala perbuatan manusia itu tergantung dengan akal pikirannya sendiri, jika akal berfikir yang postif sudah barang tentu perbutannya menjadi positif, dan begitu juga sebaliknya, jika banyak berfikir negatifnya, maka perbuatan orang tersebut akan menjadi negatif. Sehingga jika kita terjauh dari pemikiran yang negatif niscaya Allah akan menjauhkan kita dari panasnya api neraka.
            Melangkah kerukun berikutnya, tanganku mulai bergerak ketelinga. Saya juga bingung mengapa salah satu sunah dalam wudlu tetapi dikerjakan dipertengahan rukun? Hal menunjukkan betapa dahsyatnya kekuatan dari mengusap telinga, walaupun hal tersebut sunah tapi derajatnya hampir sama dengan mengerjakan rukun. Mengapa tidak? Hal ini bisa kita lihat dengan menggunakan telinga kita bisa mendengarkan alunan ayat-ayat suci al-Quran, dan bisa mendengarkan panggilan azan sehingga kita bisa mengetahui wakutunya sholat atau belum.
            Akan tetapi kita beristighfar kepada Allah SWT karena lebih sering kehilangan kepakaan telinga kita. Saya sering ketika dikamar ketika mendengarkan azan hanya sebatas menjawabnya saja tetapi tidak bangkit melaksanakan sholat secara berjamaah dimasjid. Ketika mendengarkan lantunan ayat suci al-Quran, namun tidak ada getaran didalam jiwa. Padahal salah sifat orang mukmin yaitu jika dibacakan ayat-ayat Allah maka bergetarlah hatinya, sebagaimana firman Allah SWT:
 إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتۡ قُلُوبُهُمۡ وَإِذَا تُلِيَتۡ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتۡهُمۡ إِيمَٰنٗا وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُونَ ٢
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal” (QS. Al-Anfal [8]:2).
            Dari ayat diatas maka kita bisa megetahui betapa besarnya pungsi dari kedua telinga kita. Hal ini bisa kita lihat dalam potongan ayat tersebu yaitu “apa bila disebutkan”, hal ini merupakan kata kunci, jika seseorang menyebutkan sudah otomatis kita mendengarkan. Jadi jika kita mendegarkan orang yang menyebut nama Allah maka gemetarlah hati kita, dan jika kita mendengar orang yang membaca ayat suci al-Quran maka bertambahlah iman kita. Mengapa hal ini bisa terjadi? Tentu pertanyaan ini pernah terbesit didalam hati kita. Jawabannya jika kita mendengarkan lalu kita masukan pendengaran tersebut kedalam hati, sudah barang tentu hati kita akan memproses pendengar tersebut sehingga terjadilah gemetaran keimanan didalam jiwa kita, jika hati bergetar maka iman kita akan bertambah.
            Akan tetapi banyak kita lihat sekarang ini banayk dari umat Islam sendiri jika mendengarkan nama Allah SWT dan kalam Allah tetapi tidak ada respon didalam jiwa ini. dengan kata lain jiwa kita tidak tersentuh sama sekali. Hal ini disebabkan karena kita berwudlu tapi tidak berzikir kepada Allah SWT, kita berlindungan kepada tuhan semesta alam semoga kita tidak termasuk umat yang sperti diatas.
            Karena dengan mengusap telinga atau membasuhnya setiap saat dengan berzikir kepada Allah SWT, akan meningkatkan sensitifitas sacara menakjubkan. Hal ini bisa kita rasakan jika kiata akan menjadi tenang dan selalu didalam getaran-getaran keiman kepada Allah SWT sebagaimana dijelaskan didalam ayat sebelumnya.
            Sambil berdiri mengusap daun telinga, didalam hati saya membacakan doa:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ اْلقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ
Artinya:
"Ya Allah..! Jadikanlah
aku termasuk orang-orang yang mendengarkan kata dan mengikuti sesuatu yang terbaik".
            Setelah mebasuh kedua telinga, maka saya mengerjakan rukun didalam wudlu yang terakhir didalam pelaksanaanya, tetapi ada yang lebih terakhir yaitu kita harus tertib didalam melaksanakan rukun, yang dimulai dari niat, membasuh muka, mencuci kedua tangan, mengusap sebagian kepala, membasuh kaki dan yang terakhir tertib. Dan sekarang saya akan membasuh kedua kaki.
            Kaki merupaka salah satu organ tubuh yang sangat penting bagi manusia. Kaki berfungsi untuk penyangga tubuh manusia dan kaki merupakan oragan tubuh yang paling banyak beraktifitas. Dengan menggunakan kaki kita bisa melanggkah ke masji, selain itu kita bekerja sangat membutuhkan yang namanya kaki. Tetapi sangat banyak manusia yang tidak menyadari akan nikmat kaki ini. mereka terus mengeluh kepada Allah akan penderitaan yang mereka dapatkan. Padahal mereka sudah diberikan nikmat yang begitu besar oleh Allah SWT yaitu berupa kesehatan dan kesempurnaan anggota tubuh kita.
            Oleh karena itu sudah sewajibnyalah kita bersyukur atas nikmat yang telah berikan kepada kita, terutama nikamat kedua kaki. Kita harus menjaga agar nikamta yang Allah telah berikan ini tidak dicabut oleh Allah, dengan cara kita merawat kaki kita agar tetap kuat dan sehat. Agar tetap sehat dan kuat aliran adarah yang ada pada kaki kita harus tetap mengalir denga stabil. Dan salah satu cara agar aliran darah tetap stabil, yaitu dengan cara berwudlu karena dengan berwudlu kaki kita akan tetap bersih dan segar karena siraman  air yang dapat menstabilkan aliran darah.
            Sambil mengalirkan air kekaki didalam hati saya berdoa agar kedua kakiku ini tetap tersinari cahaya Allah. Sehingga dengan cahaya itu, setiap ayunan kaki dapat menghasilakan zikir kepada dan karya yang terbaik untuk manusia. Kemudian saya beristigfar kepada Allah atas semua dosa melalui kaki, sehingga pada akhirat nanti ketika dihadapan Allah SWT kakiku ini hanya bersaksi atas kebaikan-kebaikan yang telah kita perbuat. Kemudian melapaskan doa yang pernah saya pelajari dipondok dahulu:
اَللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمَّي عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ اْلاَقْدَامُ
Artinya:
"Ya Allah..! Mantapkanlah
kedua kaki-ku di atas titian (Shirothol Mustaqim) pada hari di mana banyak laki-laki yang tergelincir.
            Setelah sudah melaksanakan semua rukun didalam wudlu dimulai dari niat sampai tertib, saya menutup wudlu saya dengan membaca doa yang telah diajarka oleh Rasulullah SAW:

أَشْهَدُ اَنْ لاَإِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَوَجْعَلْنَيْ مِن عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ
Artinya: “Saya bersaksi tiada Tuhan selain Allah satu-satunya dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba utusan-Nya” (HR. Muslim dari Umar r.a.). selain doa diatas nabi juga menganjurkan memohon “Berikan kami pengampunan, keluarga yang bahagia dan rezeki yangpenuh berkah” (HR. Al Nasa-i dar Abu Musa Al-Asy’ary r.a).
            Semoga denga wudluku ini dapat menghasilkan kematapan iman dan diberikan pengampunan Allah SWT, sehingga air yang sudah mengalir tadi bukanlah air biasa, melainkan air mata keimanan dan pengampunan dari Allah SWT.
            Setelah mengambil air wudlu, ketika saya kembali kekamar udara terasa dingin, tetapi tidak sampai menusuk tulang. Ketika samapai di kamar saya melihat teman satu kamarku masi dalam keadaan tidur pulas. Mungkin dia kecapain karena mengerjakan tugas yang belum selesai dia kerjakan. Ya, saya teringat ketika mau tidur tadi malam saya sudah siap-siap tidur dia masi didepan laptopnya. Tidak tahu apa yang dia kerjakan, menurut husnudzon saya mungkin tugas dia mengerjakan tugasnya yang belum selesai.
            Sebenarnya saya sangat bersyukur kepada Allah karena tidak seperti teman-teman yang lain, didalam kamar saya hanya diisi dua orang saja. Jadi kamar yang berukuran 4x4 M terasa sangat luas jika diisi dua orang, kalau teman-teman yang lain kebanyakan dari mereka berisi 3 sampai 4 orang dalam satu  kamar. Ini merupakan salah satu nikamat yang telah diberikan Allah SWT, tetapi kamar saya ini mempunyai resiko, yaitu terletak di lanatai 5, jadi sangat susah jika mau turun kebawa, membutuhkan tenaga ekstra, tetapi dari sana dapat saya ambil hikmahnya, yaitu saya bisa berolahraga secara gratis.
            Meskipun hanya dua orang tetapi suasana kamar kami, tetap tidak terasa sepi. Teman satu kamar berasal dari Sulawesi Selatan tepatnya di kota Pangkep. Ya temanku yang sering disapa dengan panggilan ini Rahmat ini merupakan orang yang pekerja keras, semuanya mau dia pelajari dimulai menghafal al-Quran, banjari dan sholawatan dia pelajari semua. Kebetulan saya juga dalam proses menghafal al-Quran jadinya kami bisa saling membantu untuk mengahafal al-Quran. Selain Rahmat ada juga teman dari kamar lain yang sering main dikamar saya, dia merupakan teman dekat saya sehingga dai sering main dikamar saya daripada tinggal dikamar dia sendiri. Temanku yang satu ini berasal dari Balik Papan, dia juga dalam proses menghafal al-Quran. Selain itu temanku yang sering dipanggil dengan sebutan Munir ini jika ada waktu kosong sering main PS play station sama sepertiku.
            Setelah mengganti pakain tidurku dengan pakain sholat, saya sudah siap-siap untuk melaksanakan sholat, yang sering disebut dengan sholat Tahajjud. Sebelum sholat saya melihat jam di ponsel yang terletak di atas meja kecil didekat jendela. Katika itu jam masi menunjukan pukul 03.20 Wib. didalam pikiranku masi ada waktu setelah sholat nanti untuk belajar tafsir.
            Didalam sholat segal puja-puji syukur, saya haturkan kepada Allah SWT karena masih diberi hidayah oleh Allah untuk melaksanakan sholat tahajjud ini. kalau bukan karena hidaya dari Allah maka saya tidak akan bisa melaksanakan sholat tahajjud ini. Selain itu jika kita melaksanakan sholat tahajjud maka kita kan yang tersmasuk yang sedikit sebagaimana Allah berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمُزَّمِّلُ ١  قُمِ ٱلَّيۡلَ إِلَّا قَلِيلٗا ٢
Artinya:
1. Hai orang yang berselimut (Muhammad)
2. bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya).
(QS. Al-Muzammil [73]:1-2).
            Kalau menurut pengertian dari ayat diatas Allah SWT menyuruh orang-orang yang sedang dalam keadaan tertidur pulas disuruh bangun. Hal ini disebabkan sangat sedikitnya orang yang mau bangun untuk bersujud kepada Allah pada saat waktu malam. Karena kebanyakan dari manusia menghabiskan waktu istirahatnya untuk diri sendiri, dan tidak mau menyisihkan sedikit dari waktunya untuk beribadah. Pada ayat kedua “bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya)” Allah berfirman kepada hambanya untuk bangun dan mengerjakan shalat, dan dilanjutkan Allah berfirman bangunlah wahai hamba-hambaku, sangat sedikit orang-orang yang mau memunihi panggilanku ini.
            Oleh karena itu saya sangat bersyukur kepada Allah karena pada kesempatan ini dapat memebuhi panggil sang pencipta manusia. Diakhir ayat Allah berfirman “Kecuali sedikit” dalam penggalan ayat ini sudah sangat jelas bahwa manusia sangat sedikit yang beribadah pada waktu pertiga terakhir ini. kalau yang beribadah sedikit sidah pasti saingan kita untuk mendapatkan kasih sayang Allah juga sedikit. Sama seperti kita mau tes untuk mendapatkan pekerjaan apabila sedikit saingan maka kita akan senang karena kita berfikir bahwa mempunyai kesempatan untuk diterima di kantor tempat kita daftar tersebut. Itu jika ibaratkan dengan pekerjaan (dengan urusan dunia) dan begitu juga dengan kita beribadah kepada Allah. Niscaya semua hajat yang kita samapaikan kepada Allah akan langsung di Ijabah diterima oleh Allah. Karena Allah yang memiliki seluruh yang di alam semesta ini, jadi sudah sewajarnya jika Allah mendengarkan semua hamba-hambanya yang memintak di pertiga terakhir ini. karena Allah ingin membalas kepada hamba-hambanya yang secara ikhlas menyisihkan sedikit dari waktu istirahatnya, untuk beribadah kepada-Nya.
            Selain itu saya juga bersyukur kepada Allah karena selain dari itu masi banyak lagi kemulian yang diberikan Allah kepada orang-orang yang shalat tahjjud:
Setidaknya, ada beberapa manfaat sholat tahajud yang disampaikan dalam penelitian, yaitu.
1. Penghapus dosa dan mencegah berbuat dosa
Seperti yang disampaikan di atas, sholat tahajud adalah ibadah yang selalu dilakukan oleh orang-orang shaleh. Ibadah ini mendekatkan diri seorang manusia kepada pencipta-Nya, Allah SWT. Bisa dibilang sholat tahajud mampu menjadi media penghapus dosa seseorang. Mereka pun pastinya memperkuat iman dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa besar maupun kecil. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa sholat malam adalah ibadah yang sering dilakukan oleh orang-orang shaleh. Ibadah ini dapat mendekatkan seseorang kepada Sang Pencipta, jalan menghapuskan dosa serta mencegah muslimin untuk berbuat dosa.
2. Tanda takwanya terlihat di muka
Orang yang selalu melaksanakan sholat tahajud akan terlihat bersinar wajahnya. Inilah yang menjadi tanda bahwa seseorang tersebut bertakwa kepada Allah SWT. Tanda-tanda ketakwaan tersebut selalu terlihat oleh orang-orang di sekitar mereka. Hal tersebut bisa jadi pelecut semangat bagi kaum muslimin yang lain untuk selalu melaksanakan shalat tahajud. Shalat tahajud tetap menjaga keimanan seseorang teguh kepada sang Maha Penyayang.
3. Melancarkan aliran darah di tubuh
Sholat tahajud biasanya dilakukan pada pukul 03.00 pagi. Setiap muslim umumnya terbangun pada jam tersebut untuk mengerjakan sholat tahajud dan beribadah pada Sang Pencipta. Ibadah ini nyatanya tak hanya sekedar berbagi keluh kesah, namun memberikan udara segara bagi seluruh organ tubuh. Ketika itu, udara di atmosfer masih sangat segar dan dihirup oleh paru-paru. Tubuh kita pun menggerak-gerakkan seluruh otot yang membuat badan segar seketika dan seluruh aliran darah terasa lancar. Oksigen segar akan menghilang ketika matahari terbit dan kembali pada pagi berikutnya. Hanya orang-orang yang terbangun untuk melaksanakan sholat tahajudlah yang bisa merasakannya.
4. Membesarkan rongga paru-paru
Manfaat gerakan sholat nyatanya memberikan efek positif bagi kesehatan manusia. Gerakan takbiratul ihram yang diikuti dengan bersedekap sebenarnya membuka rongga paru-paru lebih lebar. Hal tersebut diketahui mampu memperlancar aliran udara menuju paru-paru. Kerap kali kita merasakan paru-paru jauh lebih lapang daripada sebelumnya. Hal ini tidak bisa dipungkiri sebagai salah satu olah napas yang sangat baik selain berolahraga.
5. Jaminan masuk surga
Rasulullah pernah mengatakan bahwa siapapun yang melaksanakan shalat tahajud, maka jaminan surga baginya. Hal ini sempat pula diriwayatkan dalam salah satu hadits, sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Wahai manusia, sebarkanlah salam, beri makanlah, sambung tali kasih, salat malamlah saat orang pada terlelap, maka masuklah surga dengan selamat”. (HR. Al-Hakim, Ibnu Majah, At-Tirmizy).
6. Pikiran jauh lebih segar
Bangun tidur pastinya Anda memiliki pemikiran yang jauh lebih jernih. Bayangkan saja, dalam 1 hari jantung manusia bekerja 100.000 kali dan bernapas sebanyak 20.000 kali. Setiap organ tersebut memerlukan waktu istirahat yang cukup. Nyatanya tidur adalah istirahat yang sangat baik bagi tubuh. Dengan begini, seluruh organ tubuh akan beristirahat dari setiap tugas beratnya. Tidur membantu tubuh memulihkan sel yang sempat terganggu, menambah kekuatan dan otak pun kembali bekerja dengan baik. Alasan tersebutlah yang menjadikan shalat tahajud dilaksanakan setelah bangun dari tidur. Pikiran yang jauh lebih fresh dan segar membuat gerakan shalat kita juga khusyu’ memaknai ayat-ayat Al-Qur’an.
7. Mendapat keringanan ketika dinasab di akhirat
Keutamaan lainnya dari shalat tahajud adalah keringanan di hari akhir nanti. Setiap orang pastinya mempunyai catatan dosa dan pahala yang akan diterima di akhirat. Apabila catatan amalnya lebih banyak, niscaya surga tempatnya. Namun bila sebaliknya, sudah barang tentu neraka adalah tempat yang tepat. Bagi kaum muslim yang taat, shalat tahajud bisa menjadi media untuk mendapatkan keringanan ketika dinasab di akhirat. Allah akan memberikan keutamaan ini kepada mereka yang memohon ampun dan berdoa di sepertiga malam.
8. Memperoleh cinta Allah
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, bahwa orang yang selalu melaksanakan shalat tahajud akan memperoleh cinta dari Allah SWT. Sebagaimana Beliau bersabda pada Abu Darda’ r.a. tentang keutamaan shalat tahajud ini. Mereka yang memilih bangun di tengah malam dan meninggalkan kenyamanan tidur, niscaya akan mendapat cinta dari Allah SWT. Kaum mukmin tersebut memutuskan meninggalkan syahwat mereka dan bersujud di hadapan sajadah. Segala pengampunan doa diberikan Allah kepada orang-orang tersebut. Tentu saja cinta Allah kepada orang-orang shaleh tak berputus hingga hari akhir dan perhitungan nanti.
9. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Secara bio-teknologi, penemuan baru menyebutkan bahwa shalat tahajud mampu meningkatkan daya tahan tubuh seseorang. Di samping itu, bagi para penderita kanker akan merasakan manfaat lainnya, yaitu menghilangkan rasa nyeri yang kerap melanda. Pada bidang ini pula dikatakan bahwa shalat tahajud meningkatkan respon positif yang sangat efektif dalam anastesi pra bedah. Alasan inilah yang menjadikan mengapa shalat tahajud sangat baik dilaksanakan oleh penderita penyakit berat sekalipun. Anda akan merasakan begitu banyak manfaat dalam gerakan shalat malam tersebut.
10. Shalat yang paling afdol setelah 5 waktu
Kewajiban setiap muslim dan muslimin di seluruh dunia adalah mengerjakan shalat 5 waktu. Allah SWT menyukai umat-Nya yang selalu mengingat-Nya baik dalam keadaan senang maupun sedih. Tak ada tempat berbagi ataupun mengadu yang lebih baik selain kepada Allah SWT. Shalat tahajud menjadi salah satu ibadah yang paling afdol setelah shalat 5 waktu. Shalat tengah malam memberi kesempatan kepada Anda untuk beribadah lebih khusyu’. Waktu tersebut juga sangat tepat untuk berkeluh kesah dan memohon ampunan dari Sang Pencipta.
            Jadi dengan diberikannya kesempatan untuk beribadah disepertiga akhir malam ini saya sangat bersyukur atas nikmat tersebut. Karena pada hakikatnya itulah nikmat yang sangat besar diberikan Allah SWT, memang pada hakikatnya nikmat tersebut tidak enak dikerjakan, karena tidak banyak orang yang mau mengurangi jatah tidurnya. Akan tetapi dengan susah dan tidak enak tersebut Allah langsung membalasnya didunia dan akhirat.
            Setelah dua rakaat dilaksankan, saya melanjutkan dua rakaat lagi karena biasanya saya sering melaksankan shalat tahajjud empat rakaat. Ketika didalam keadaan shalat, saya mengingat-mengingat betapa agungnya tuhan semesta alam ini yang mampu mengatur apa yang ada dialam semesta ini. Selain itu saya juga mencoba untuk mengingat berapa banyak nikamat yang Allah berikan kepada saya, terus seberapa besar dosa yang saya telah perbuat. Saya tidak bisa membayangkan di yaumul mizan (hari perhitungan) nanti jika tidak mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Karena walaupun kita banyak beribadah akan tetapi tidak mendapatkan rahmat Allah maka kita tidak akan bisa masuk kedalam surganya Allah SWT.
            Tidak terasa 4 rakaat telah saya lakukan shlat tahajjud. Setelah salam seperti biasanya saya berdzikir yang sering saya lakukan, subhanallah 33x, walhandulillah 33x, dan allahuakbar 33x. Meskipun dzikir ini sangat singkat tapi ketiga amalan ini langsung diajarkan oleh Rasulullah SAW, dan sangat banyak faedah (manfaatnya) sebagaimana sabda beliau:
Dari Abu Sa’id Al Khudri dan Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah telah memilih empat perkataan: subhanallah (Maha suci Allah) dan alhamdulillah (segala puji bagi Allah) dan laa ilaaha illa allah (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah) dan Allahu akbar (Allah maha besar). Barangsiapa mengucapkan subhaanallah, maka Allah akan menulis dua puluh kebaikan baginya dan menggugurkan dua puluh dosa darinya, dan barangsiapa mengucapkan Allahu Akbar, maka Allah akan menulis seperti itu juga, dan barangsiapa mengucapkan laa Ilaaha illallah, maka akan seperti itu juga, dan barangsiapa mengucapkan alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin dari relung hatinya maka Allah akan menulis tiga puluh kebaikan untuknya dan digugurkan tiga puluh dosa darinya.” (HR. Ahmad 2/302. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya shahih). Maha suci Allah hanya dengan berdzikir seperti itu sudah sangat banyak pahala yang kita dapatkan. Didalam hatiku berkata semoga saja saya bisa mendapatkan apa yang seperti didalam hadits tersebut. Kalau dilihat secara sepintas agama islam itu mudah tapi untuk menjalankan apa-apa yang dilrang didalam agama Islam itu sangat sulit.
            Setelah berdzikir kepada Allah, saya ingin menyampaikan hajat saya kepada Allah. Karena tidak ada tempat memintak selain dari Allah SWT, hanya Allah-lah satu-satunya tempat memintak. Sebagaimana firman Allah SWT:
 ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ٢
Artinya:
“Allah tempat memintak segala sesuatu” (QS. Al-Ikhlas [112]:2).
Menurut tafsir al-Azhar yang dikarang oleh Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah atau yang sering disapa dengan sebutan buya Hamka beliau menyebutkan bahwa segala sesuatu ini adalah Dia yang menciptakan, sebab itu maka segala sesuatu itu kepada-Nyalah bergantung. Ada atas kehendak-Nya.
Kata Abu Hurairah: “Arti Ash-Shamadu ialah segala sesuatu memerlukan dan berkehendak kepada Allah, berlindung kepada-Nya, sedang Dia tidaklah berlindung kepada sesuatu jua pun.
Husain bin Fadhal mengartikan: “Dia berbuat apa yang Dia mau dan menetapkan apa yang Dia kehendaki.”
Muqatil mengartikan: “Yang Maha Sempurna, yang tidak ada cacat-Nya.” Jadi dapat kita simpulkan Allah-lah sebaik-baik tempat berlindung dan hanya kepadanyalah kita memohon pertolongan. Sedangkan Allah SWT berdiri sendiri dia adalah dzat yang agung tanpa meminta pertolongan kepada siapapun.
            Setelah bersujud kepada Allah SWT, maka saya sebagai hamba yang merasa kurang memohon kepada Allah atau yang sering disebut dengan berdoa. Doa merupakan senjata bagi orang mukmin, karena dengan berdoa hajat kita akan dikabul (diterima) oleh Allah SWT. Didalam ayat al-Quran sendiri banyak ayat-ayat yang memerintahkan kita untuk berdoa, bahkan jika kita tidak berdoa maka Allah akan murka kepada kita.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِي سَيَدۡخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ ٦٠
Artinya:
“Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina" (QS. Ghafir [40]:60).
Dengan adanya ayat diatas maka sudah cukuplah sebagai dalil bagi orang-orang yang tidak mau berdoa kepada Allah. Barang siapa yang tidak mau berdoa kepada Allah maka pada hakikatnya ia berbuat sombong dihadapan Allah. Padahal ia sebagai manusia biasa sudah barang pasti banyak memiliki kekurangan. Tidak sepatutnya kita tidak berdoa kepada Allah apalagi sampai mengharamkan doa, maka orang yangs seperti ini akan dimasuk Allah kedalam apai neraka yang menyala-nyala.
            Setiap sesuatu sudah barang pasti memiliki fungsi begitu juga dengan doa yang sering kita baca ketika selesai sholat pasti memiliki fungsi. Prof. Dr. Moh Ali Aziz, M.ag didalam buku beliau yang berjudul “Doa-doa keluarga bahagia” beliau mengatakan bahwa fungsi doa tidak hanya sebagai pengajuan permohonan sesuatu kepada Allah, tetapi sebagai wujud penghambaan kepada-Nya. Dengan seringnya seorang berdoa, berarti dia telah mengakui kebesaran Allah dan semangkin mengakui kelemahan dirinya dihadapan Allah. Karena apabila orang yang tidak berdoa kepada Allah maka ia menunjukkan kesombongannya, ia merasa bisa mencapai segala sesuatutanpa bantuan Allah. Ia menganggap segala yang telah ia capai merupakan berkat keringatnya sendiri, tanpa ada campur tangan Allah. Maka orang yang seprti ini sudah selayaknya akan dimasukkan Allah kedalam neraka jahannam.
            Selain itu beliau mengatakan bahwa doa juga berfungsi untuk mendekatkan manusia kepada Allah. Semangkin banayak diminta, Allah semangkin senang. Nabi SAW bersabda, “Mintalah Allah dari karunia-Nya, sebab Dia senang untuk diminta.” (HR. At Turmudzi dari Ibnu Mas’ud r.a). hal sangat berbeda dengan manusia yang bosan dan jengkel kepada seseorang yang terlalu sering memintanya, sekalipun yang diminta itu barang yang tidak berharga.
            Beliau juga menambahkan bahwasanya walaupun seseorang pandai dalam berdoa, tetapi kita masih perlu bantuan doa orang lain. Sebagai contoh amirul mukminin yang selalu meminta doa dari anak-anak kecil yang dijumpai. Jangan sekai-kali kita meremehkan doa seseorang yang karena secdara fisik atau lahiritahnya tidak menyakinkan. Bisa jadi orang yang kita remehkan itu lebih mulia dan lebih cepat dikbulkan doanya dari pada kita sendiri. Nabi SAW bersabda, “Perbanyaklah meminta doa kebaikan dari orang lain, sebab manusia (hamba Allah) tidak tahu melalui mulut siapa sebuah doa dikabulkan atau dirahmati.” (HR. Khatib dar Abi Hurairah r.a).
            Selanjutnya dengan kerendahan hati saya memulai megankat kedua tanganku dan mulai menyebutkan hajatku. Didalam berdoa kita harus menyebutkan hajat kita spesifik mungkin hal ini agar kita bisa merasakan kekhusukan saat kita sedang berdoa. Dengan mengucapkan ta’wudz dan bismillah saya memulai mengucapkan hajatku:
Ya Allah, besok hari senin aku akan mengikuti ujian tafsir BKI yang diasuh oleh Prof. Dr. Moh. Ali aziz, M. ag dan ustadz Ainul Yaqien, S,ag. Inilah mata ujian yang sangat berat ya Allah.
Ya Allah, aku ikhlas, ridla, dan berusaha dengan sekuat tenagaku untuk belajar. Aku tidak mengeluh apapun tantangannya, dan apapun tugasnya.
Ya Allah, aku (yakin 3x), engkau (pasti 3x) Maha Kuasa menolong hambamu ini. (pasti 3x) menyayangi hamabmu ini, dan tidak mungkin membiarkan hambamu ini sendirian mengerjakan soal ujian besok.
Ya Allah, aku (pasrah 3x), aku pasrahkan semua masalah tersebut kepada-Mu. Terserah engkau, sebab takdir-Mu (pasti 3x) yang terbaik untukku. Aku ikhlas apapun keputusan-Mu atas hasil usahaku.
            Dan masih banyak lagi doa yang saya sampaikan kepeda sang pencipta. Tidak terasa air mataku hampir menetes karena khusyuknya berdoa dan pasrah kepada sang kholik. setelah dirasa cukup akhirnya saya menutup doaku dengan membaca sholawat kepada nabi SAW. karena kalau kita berdoa tanpa membukanya dengan shalwat dan menutupnya dengan shalawat maka doa kita akan tergantung di langit tidak sampai kepada Allah SWT. Jadi kemungkinan kecil doa kita akan diijabah (terima) sampai saja tidak ke Allah SWT.
            Setelah berdoa saya berdiri dan meletak sajadah di gantungan ditempat semulanya. Setelah itu saya melihat ke arah jam yang ada di telpon seluler yang terletak diatas meja dekat dengan jendela. jam ketika itu menunjukan pukul 03.35 wib. dalam pikiranku masih ada waktu 15 menit untuk membaca kembali materi tafsir untuk ulangan besok. Dan dengn langkah gontai aku menuju ketampat dimana lembaran materi tafsir itu tergeletak, dan langsung mengambilnya. Setelah mendapatkan materi tersebut saya langsung menuju ke menja belajar saya. Ya, meja yang berukuran 4x4 ini memang saya letakkan dipojokan kamar dan dekat dengan jendela, sehingga jika saya lagi malas belajar langsung dapat menikmati pemandangan kota Surabaya dari lantai lima. Selain itu meja dan kursi ini juga diplitur dengan warna kecoklat-coklatan yang tipis sehingga keaslihan kayunya masi tetap terjaga. Disanalah saya biasanya menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen-dosen, dan tak luput juga dengan tafsir BKI yang diasuh oleh prof. Ali.
            Dengan mulai konsentrasi saya mulai membaca tafsir tersebut, lembar demi lembar saya lewati tanpa terasa. Dan hasilnyapun berbeda dengan saya membaca ketika waktu siang, ini mungkin dari salah satu manfaat kita belajar diwaktu akhir seperti saat ini. Saya jadi teringat dengan sebuah firman Allah yang menyatakan bahwah jika kita belajar pada malam hari itu lebih cepet dibandingan dengan siang hari:
 أَوۡ زِدۡ عَلَيۡهِ وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلًا ٤
 atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan
(QS. Al-Muzammil [73]:4).
            Imam Ismail bin ‘Amir al-Quraisyi bin Katsir al-Bashri ad-Dimasyqi atau yang lebih dikenal dengan sebutan imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini sebagai berikut:Dalam ayat ini Allah menyuruh Rasulullah SAW supaya meninggalkan selimutnya untuk bangkit salat malam, sebagaimana disebutkan pada ayat-ayat lain untuk mencapai kedudukan tinggi di sisi Allah yang sangat terpuji. Jika dapat maka seperdua malam itu digunakan untuk shalat tahajjud, boleh lebih atau kurang sedikit daripadanya sebab Allah akan menurunkan wahyu yang sangat berat, tinggi nilainya, dan berat juga pengalamannya, karena berat dan berbobot segala tuntutannya. Sedangkan mempelajari Al-Qur’an di waktu malam lebih  tenang sehingga lebih kuat untuk berkonsentrasi dan khusyuk, sedang urusan dunia cukup di waktu siang.”
            Jadi sudah sangat jelas jika kita ingin memperdalam sebuah ilmu terkhusus ilmu al-Quran maka waktu yang paling afdhol  (utama) yaitu diwaktu malam. Dan diwaktu siang kita habiskan untuk bekerja atau belajar dengan teman-teman yang lain dan waktu malamnya kita pergunakan untuk memperdakam apa yang kita dapatkan ketika siang.
            Setengah jam kemudian, saya masih khusuk membaca tafsir dan mengkaji apa yang didalam, selain itu saya juga mengalisis mana yang akan keluar pada saat ujian besok senin. Ketika sedang asyik-asyiknya mendalami tafsir Ibnu katsir yang ada dihadapan saya. Tiba-tiba radio dari masjid yang tidak jauh dari pesma, sekitar 5 menit berjalan kaki, jika kita dari lantai 5 maka akan kelihatan dengan jelas bagaimana bentuk masjid tersebut. Suara merdu imam Sa’id Al-Ghomidi terdengar dengan jelas dan sangat merdu. Hal tersebut menandakan sholat subuh akan dimulai, dalam pikiranku masi ada sekitar 5 menit lagi untuk membaca. Dengan segara saya mewarnai bagian-bagian yang penting di dalam tafsir tersebut, ini dapat memudahkan nanti ketika kita akan membacanya lagi.

****
            Dari jendela kamar aku mendengar suara azan Subuh berkumandang, didalam hatiku terjadi kejolak antara mau berangkat kemasjid atau tidak. “Aduh Nanang tidak usah berangkat kemasjid, kenapa harus repot-repot berangkat kemasjid, dikamarkan bisa sholat sendirian, mana udaranya dingin, mending kamu sholat dikamar sebentar terus tidur yang nyaman” ujar bisikanku. Kalau dipikir sekali pintas memang ada benarnya juga apa yang dikatakan didalam batinku ini, memang udaranya dingin sekarang, karena tadi malam hujannya sangat deras jadi subuhnya jadi dingin. Tapi aku berpikir yang kedua kalinya, kalau saya shalat di kamar itu hanya mendapatkan satu derajat, sedangkan kalau kita sholat dimasjid mendapatkan pahala 27 kali lipat dibanding shalat sendirian, saya jadi teringat dengan haits nabi yang mengatakan hal tersebut:
 صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
“Shalat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalat sendirian.” (HR. Al-Bukhari no. 131 dan Muslim no. 650).
Tidak hanya itu rasulullah sangat menganjurkan kepada para umatnya untuk melaksankan sholat secara berjama’ah. Karena sangat muliahnya shalat secara berjamah tersebut, didala hadits lain Rasullah SAW bersabda:
صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي الْجَمَاعَةِ تُضَعَّفُ عَلَى صَلَاتِهِ فِي بَيْتِهِ وَفِي سُوقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا وَذَلِكَ أَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلَّا رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ فَإِذَا صَلَّى لَمْ تَزَلْ الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ وَلَا يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلَاةَ
Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda:“Shalat seorang laki-laki dengan berjama’ah dibanding shalatnya di rumah atau di pasarnya lebih utama (dilipat gandakan) pahalanya dengan dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu karena bila dia berwudlu dengan menyempurnakan wudlunya lalu keluar dari rumahnya menuju masjid, dia tidak keluar kecuali untuk melaksanakan shalat berjama’ah, maka tidak ada satu langkahpun dari langkahnya kecuali akan ditinggikan satu derajat, dan akan dihapuskan satu kesalahannya. Apabila dia melaksanakan shalat, maka Malaikat akan turun untuk mendo’akannya selama dia masih berada di tempat shalatnya, ‘Ya Allah ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia’. Dan seseorang dari kalian senantiasa dihitung dalam keadaan shalat selama dia menanti pelaksanaan shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 131 dan Muslim no. 649)
            Dengan adanya kedua hadits diatas saya menjdai yakin begitu besarnya pahala shalat berjamah. Dengan hati yang pasti tanpa ada bisikan lagi saya mengambil air wudlu kembali, akan tetapi hanya dengan niat tajdidul wudlu (memperbaharui wudlu) karena saya masi dalam keadaan wudlu sebelumnya.
            Ketika selesai wudlu azanpun sudah selesai dikumandangkan, saya segera bergegas menuju kemasjid, karena takut masbuk (terlambbat shalat). Setelah dirasa sudah siap dengan mengucapkan bismillah saya menuju ke masjid. Ketika ditangga, suasana begitu sepi seperti tanpa ada kehidupan, kalau dipikir memang sekarang tidak ada kehidupan di Pesma (pondok pesantren mahasiswa) ini, karena orang tidur itu seperti mayit (jenazah), jadi kalau mereka belum bangun dari tidur mereka maka mereka seperti jenazah.
            Lantai demi lantai saya lalui belum menemukan teman yang mau berangkat kemasjid. Akan tetapi hampir setiap lantai saya mendengarkan ada suara alaram dari setiap kamar. Mungkin sebelum tidur mereka sudah berniat untuk shalat berjamah dimasjid, karena berhubung kecapain jadinya mereka belum bangun.
            Ketika tiba dilantai dasar (lantai 1) saya menemukan teman yang mau berangkat kemasjid. Saya sangat senang karena masi ada ternyata diantara teman-teman saya yang mau berangkat kemasjid. Kamipun memutuskan untuk berangkat bareng, ketika sudah didekat pintu ternyata pintunya masi terkunci. Teman saya berkata “waduh ini gawat, bagaimana bisa musyrif (pembimbing) belum bangun jam sekarang, mana pintunya masi dikunci lagi”.
Sambil melihat kearah jam aku berkata “Bim azan sudah berhenti lima menit yang lalu, kalu kita tetap disini bisa-bisa kita jadi masbuk nih”.
“ya tapi harus bagaimana pintunya aja dikunci nih”
Ada benarnya juga sih, bagaimana kami mau lewat pintunya saja masi terkunci. Ujar batinku. Sambil berpikir, tiba-tiba saya melihat pintu perpustakaan disamping tidak terkunci. Ya asrama yang kami tempati ini memang cukup besar selain dilengkapi dengan kamar mandi dan dapur asrama ini juga memiliki perpustakaan. Tetapi kebanyakan dari mahasiswa banyak yang tidak memenfaatkannya. Sehingga perpustakaannya sering dikunci, tetapi alhamdulillah subuh ini tidak terkunci. dengan melewati perpustakaan tersebut kami bisa keluar dari asrama, tetapi melalui perjuangan yang sangat besar. Kami harus melompati jendela, untuk jendelanya tidak terlalu tinggi.
            Sambil tergesa-gesa kami menuju kemasjid, dari 100 M sudah terdengar suara imam masjid sudah membaca surah al-fatiha. Didalam hatiku mengatakan waduh ini harus cepat-cepat, kalau tidak bisa masbuk ini. Dengan berjalan sedikit berlari saya akhirnya samapi dimasjid Ulul al-Bab masjid yang menjadi kebanggan mahasiswa UINSA, karena masjid tersebut satu-satunya masjid yang berdiri kokoh di dalam kampus UINSA. Masjid yang luasnya sekitar hampir menyamai dua kali lapangan bola kaki ini didesain dengan gaya masjid kerajaan demak, dengan melihat masjid ini maka kita akan teringat dengan masjid-masjid yang berada diKudus dan Demak. Selain itu dengan diwarnai warna orenge tua membuat masjid ini berbeda dengan semua bangunan yang ada di kampus UINSA yang semuanya hampir warna hijau. Ketika kita memasuki bagian dalam maka kita akan merasakan hawa sejuk dan kita juga akan melihat pada tingkatan kedua ada bebrapa ruangan yang biasanya diisi oleh UKM (unit kegiatan mahasiwa) tapi hanya ada dua UKM yang diperbolehkan menepati lantai 2 dari masjid ini, yakni UKM UPTQ (tepat menghafal al-Quran) dan UKM IQMA (mengembangkan bakat minat mahasiswa didalam bidang agama).
            Ketika saya melangka masuk kedalam, dengan melangkahkan kaki kanan saya membaca doa:
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Ya Alloh bukalah bagiku pintu-pintu rohmatmu.
           

























[1] Www.Serjanaku.com/2012/09/pengertian
[2] https://www.google.com//www.tahupedia.com/content/show/281/Bagaimana memilih karir yang benar-benar cocok untuk anda
[3] Untuk kisah bagaimana perjuangan kami dalam mengerjakan tugas, pembaca bisa melihat pada halaman sebelumnya.
[4] Untuk lebih jelasnya mengenai tatacara berwudlu yang baik dan benar pembaca dapat melihat buku terapi sholat bahagia

52 komentar:

  1. Nanang,,,,
    penulisan kamu bagus, islami nyee,,,
    tapi ada pemborosan kata dan ada penguranganny juga, tapi gak papa, hidup masih koma..
    tetap semangat,,, good job sobat,,

    BalasHapus
  2. Setelah membaca tulisan yang segitu panjangnya saya jadi berpikir kapan penulisnya sempat menulis ya? karena sepengetahuan saya yang namanya Nanang Supratna selalu sibuk dengan Al-Qur'an dan buku. Salut untukmu nang yang telah menghasilkan karya sedemikian bagus ini, meskipun masih ada yang perlu diperbaiki. Misal mengenai font yang mustinya disamakan dan ejaan yang sedikit menyimpang dari EYD, tapi secara keseluruhan sudah bagus dan layak dibaca. Tetap semangat menulis dan berkarya.

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum.
    Senang sekali rasa nya setelah saya membaca tulisan ada, begitu variatif dan sangat menarik isi nya, mungkin di tengah kesibukkan anda, anfmda masih bisa meluangkan waktu untuk menulis, senang rasa nya bisa menambah wawasan dari tulisan anda, tapi apa salah nya kita sedikit mengkoreksi tulisan yang anda tulis, kita tidak akan tau kesalahan kita apabila tidak ada satu orang pun yang mengkritik, menambahkan atau memberi saran kepada kita, sehingga kita merasa apa yang kita lakukan adalah yg terbaik, sedikit berbagi ilmu, tulisan anda sudah bagus dengan isi yang sangat menambah wawasan, sedikit masukkan mengapa tidak anda coba anda kreasikan tulisan anda, dengam membuat warna pada tulisan anda, tidak hanya hitam putih saja seperti ini, sehingga tidak terlalu menarik pembaca, anda mungkin bisa menambah kan animasi, latar warna atau gambar pada tulisan anda, sehingga tampilan tulisan anda bisa lebih menarik dan bisa menarik pembaca untuk membaca tulisan anda, dan dari segi tulisan anda harus teliti dan mrngulang membaca tulisan nya agar tidak ada kekurangan huruf, sesuai tata penulisan dan EYD.
    Nah begitu sahabat ku, terima kasih untuk ilmu nya, semoga bermanfaat yah sahabat ku. Terus lah kembangkan bakat mu, galih potensi mu, tetap lah berkarya. ,با رك الله يا اخي
    May Allah bless you my friend, thank for your share it. Good luck n job my friend.��

    BalasHapus
  4. ما أحسن كتاباكم يا أخي، tulisannya sudah sangat bagus, penuh motivasi. Keep writing bro, mabruk insyaallah :)

    BalasHapus
  5. Ahsantum akhii... sangat inspiratif...
    Semoga nanang menjadi orang sukses yah...

    BalasHapus
  6. Very impressive,, (y)
    May your creation be able to be useful not only on your life but also for the readers,
    Do the best.!

    BalasHapus
  7. subhanallah.... benar-benar luar biasa kawan ku yang satu ini, tulisan nya sangat banyak sekali, dan ini merupakan rekam jejak yang luar biasa. rekam jejak yang disertai ayat-ayat Al-Qur'an jarang sekali saya temukan. tapi mungkin masih banyak kesalahan-kesalahan yang harus di perbaiki, seperti spasi setiap baris, jenis font, kata-kata pengulangan dan masih banyak lgh.... semangat menulis terus kawan

    BalasHapus
  8. wah... dari awalnya saja tulisan blog ini sudah berbeda.. tulisan awal menjadi kesan pertama yang menjadi titik nilai dari tulisan keseluuhan.. keep spirit..

    BalasHapus
  9. subhanalloh, , , maha suci Alloh dengan segala firman-Nya. . . akhy nanang. . . tulisan yang antum share sungguh bagus, , , namun mungkin harus di perhatikan dalam penempatan titik dan koma. but don't be afraid for writing, because Prof Ali said: tulislah apa yang ada di fikiranmu, , jangan takut salah dan ragu dalam penempatan titik dan koma
    sekian dari saya, , , wassalamu'alaikum

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. mantap gan! tulisannya menginspirasi, ditunggu postingan-postingan selanjutnya.

    BalasHapus
  12. salam alumni ahk biar teringat kenangan di PPQ
    semoga tetap sehat nang dalam lindungan allah ingat nang tidak selalu kita di atas pasti ada saatnya kita di uji dan di coba karena hidup ini hanya sandiwara sang ilahi semata
    good job

    BalasHapus
  13. Subhanallah,,, tulisan yang penuh dengan hikmah,,, terus berkarya dengan memperhatikan tanda penulisan yang baik,, penulis pemula membutuhkan ketekunan, ketelitian dan pengorbanan,, Good Job Nang 👍

    BalasHapus
  14. Tulisan nya cukup mmembangun. Inopatif... kreatif... jgn stop in here

    BalasHapus
  15. Good, intelek, dan karakter penulisnya bs sy dpt kan
    Semangat kakak!!!

    BalasHapus
  16. Good, intelek, karakter penulisnya bs nisa dptkn dsni. Keep hamasah lil kitabah akh
    Semangat kakak! !!

    BalasHapus
  17. Mantap.... tulisannya banyak informasi baru yang di dapat.. namun lebih baik lagi kalau penulisannya lebih di rapikan lagi yah... keren postingannya abdullah.

    BalasHapus
  18. subhanALLAH tulisannya cukup baik sebagai rujukan untuk mengembangkan diri untuk menjadi insan yg lebih baik lagi.

    Ia mas nanag sedikit usulan kalau bisa untuk penulisan dan desainya agar lebih di tingkatkan, agar daya tarik orang dalam membaca lebih tinggi dan lebih berminat

    Terimakasih

    BalasHapus
  19. Luar biasa..kesungguhanmu menutupi kesalahan2 dalam penulisan. Buat org tuamu menangis dgn karya2mu...
    Good job sahabatku..
    Lawan rasa malas yg ada dalam dirimu.
    Jgn takut untuk mengkritik org lain.
    Tp ingat, kritik diri sendiri terlebih dahulu lalu org lain.

    BalasHapus
  20. Tulisannyo sudah bagus dek Nanang, tinggal improve sedikit lagi.. hehehe..semoga be jadi penulis besak ee.jangan lupa, tulisan kita akan lebih indah jika di dedikasikan untuk orang banyak dengan HATI.... HEHEHEH

    BalasHapus
  21. Ayuk Acungi jempol 4 ikok untuk dek nanang....

    BalasHapus
  22. Sudah bagus penulisannya.. :)
    Setidaknya ada 5 peran bagi kita. Sebagai makhluk Allah, sebagai manusia, sebagai orang Islam, sebagai orang Indonesia, dan sebagai mahasiswa. Silahkan menikmati kesemua peran tersebut. Tidak perlu dipertentangkan satu peran dg lainnya.. :)

    BalasHapus
  23. hmmmm...josss tenan rek karyane,,,

    BalasHapus
  24. Bingung nih mau komen apa.. bagus banget sih tulisannya.
    lanjutin karyanya.. sukses terus ya nang :D

    BalasHapus
  25. religius banget satu temanku ini. terus tularkan ilmu dengan goresan penamu, eh maksudnya ketikan keyboard-mu. good job, kutunggu postingan selanjutnya :)

    BalasHapus
  26. Tulisannya sudah bagus nanang... sedikit kritik bukannya untuk mengajarkan tapi saling mengingatkan...
    Harus kinsisten jika diawal sudah mggunakan kata "saya" maka sampai akhirpun gunakanlah itu...
    Lanjutkan tulisannya yaa...

    BalasHapus
  27. pemikiranmu itu kritis nang. tetapi tidak cukup sekedar pandai bicara. terus leburkan pemikiranmu lewat tulisan. insya Allah dunia yang luas akan mengenalmu.
    keep writing, kita sama-sama belajar :)
    tulisanmu...brilian! (y)

    BalasHapus
  28. Semangat nang! sedikit masukan, untuk penempatan kata atau struktural penulisannya lebih diperbaiki lagi, cobalah memih kata baku yang lebih sesuai dan tepat untuk kalimat yang lebih menarik.

    BalasHapus
  29. Keren lah nang, lanjutkan karya2 mu

    BalasHapus
  30. Tulisanmu sudah bagus, Nang. Tapi terlalu melebar dan tidak fokus pada pokok pembahasan. Keep writing ya? Membaca, membaca, membaca, dan menulis. Semangka...!!! :)

    BalasHapus
  31. Sebagian ad yg typo...
    Tp sdah bgus bgt

    BalasHapus
  32. Good job nang....
    religius banget... Trus menulis lagi, jangan sampai d sini sj.
    Keep writing teman... Trus berkarya.

    BalasHapus
  33. Teruslah berkarya nanang...
    Tulisanmu bisa di sandingkan dengan orang2 hebat di luar sana....

    BalasHapus
  34. Smangat Nang..
    Jagan trllu banyak kata" yg dikit" ada dalilnya

    BalasHapus
  35. lanjutkan nang, , , target 1000 halaman. . . siippp lah, , , semangattt,, chayooo. . . ganbateee, , ,

    BalasHapus
  36. Subhanallah.... Sip bagus, lanjutkan nang!!!! :D

    BalasHapus
  37. sipp cerita yang sangat inspiratif.. :) (y)

    BalasHapus
  38. great start abdullah, mungkin perlu disertakan beberapa "gambar" agar terlihat lebih menarik karena tulisan blog ini padat :);)

    BalasHapus
  39. sae sanget niki ,, terusaken geh :D

    BalasHapus
  40. semangat nang...
    tulisanmu sudah menuju alur yang bagus.....

    BalasHapus
  41. Wah..sahabatku yg satu ini sangat luar biasa.
    Nanang...be a santri kangmigunani...

    BalasHapus
  42. Lanjutkan teruus kawan...
    Kutunggu karya2 besarmu.

    BalasHapus
  43. lanjutkkan nang !! berbagi ilmu lewat goresan tintamu!

    BalasHapus
  44. jangan berhenti sampai disini aja broo........... menulis...menulis.....dan terus menulis.......ok.

    BalasHapus
  45. bagus banget,, , seakan membaca karya asma nadia. .

    BalasHapus
  46. perwajahannya masih kurang nang

    BalasHapus
  47. semangatt nanang.. u will be a success writer

    BalasHapus
  48. nanang ya...... bagus tulisanmu lanjutkan aja tulisannya.

    BalasHapus
  49. Terus berkarya nanang.. ditunggu buku terbitannya !!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. okkk,,,,,klo bukunya terbit kamu yang beli pertama ya,,,,
      oiya ma ,,dua kali lah koment punya aku,,,,

      Hapus
  50. Muantap tenan arek suroboyo siji ki udh untuk mu ++ dah cuman sedikit masukan dr org bodoh ni ada kata2 yg masih mentah sifatnya kwn dan perlu adanya pengulasan sedikit dari subyek penulisannya heheh eh maaf klu salah komentar saya kwn
    Pokoknya jos gandos dah heheh

    BalasHapus

 
Blogger Templates